Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kenali Pemicu Munculnya Ambeien dan Cara Penanganannya

Achmad Arianto • Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:55 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Banyak orang mengira susah Buang Air Besar (BAB) dan sering mengejan adalah suatu hal yang wajar. Tetapi jangan salah hal ini justru menjadi salah satu pemicu terjadinya ambeien, wasir atau hemoroid. Jika penderita penyakit merasakan nyeri pada anus bisa saja memerlukan tindakan operasi.

AMBEIEN merupakan penyakit karena pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah yang terjadi di area anus atau dubur yang merupakan bagian akhir dari usus besar. Peningkatan tekanan pada aliran darah di bagian anus atau area sekitarnya menjadi salah satu pemicu utamanya.

Dokter spesialis bedah di RS Graha Sehat dr. Andy Michael, Sp.B mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan penyakit ambeien. Mulai dari pola makan yang kurang memperhatikan kebutuhan serat dalam tubuh. Sehingga membuat feses menjadi lebih keras.

Begitu juga dengan kurang minum membuat feses juga lebih keras. Hal ini mengakibatkan BAB menjadi lebih susah dan harus mengejan dengan kuat.

“Banyak orang masih belum mengerti sebenarnya ambeien dapat terjadi karena pola makan dan pola hidup yang belum tepat. Sehingga menjadi pemicu terjadinya ambeien,” katanya.

Ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan tekanan pada anus. Mulai dari orang yang mengalami kegemukan (obesitas).

Kemudian wanita hamil memiliki potensi terkena ambeien karena peningkatan tekanan perut yang sebelumnya normal, karena terisi oleh bayi. Selanjutnya orang yang sering melakukan pekerjaan berat atau sering mengangkat beban berat, juga berisiko terkena ambeien.

Faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab yang berasal dari tubuh pasien sendiri. Sehingga saat terkena tekanan sedikit saja pembuluh darah vena mudah membesar.

Begitu juga saat melakukan pekerjaan berat dan mengangkat barang berat pembuluh darah vena menjadi lebih mudah membesar.

“Bisa juga terjadi karena faktor lain seperti penyakit hati yang memiliki kerentanan tekanan pada pembuluh darah vena. Kemudian tumor pada usus sehingga menghambat aliran balik darah,” ucapnya.

Gejala ambeien dibagi menjadi beberapa jenis. Dimulai dari ambeien dalam. Ambeien ini muncul di bawah kulit di sekitar anus.

Tanda dan gejalanya seseorang akan merasa gatal atau iritasi di daerah anus. kemudian terasa sakit atau tidak nyaman. Bengkak di sekitar anus. Serta keluarnya darah segar yang menetes setelah buang air besar.

Selanjutnya ambeien dapat berada di dalam dan luar anus. Seseorang tidak dapat melihat atau merasakannya dan jarang menyebabkan ketidaknyamanan pada yang jenis ambeien dalam.

Hanya saja saat mengejan atau ketika terjadi iritasi saat buang air besar. Ambeien jenis ini dapat menyebabkan gejala pendarahan saat buang air besar.

Selanjutnya ambeien dengan trombosis apabila darah didalam pembuluh darah anus membentuk gumpalan (trombus). Kondisi demikian dapat mengakibatkan sakit atau nyeri parah, pembengkakan, peradangan, benjolan keras di dekat anus.

“Ambeien ada beberapa jenis, semuanya harus diwaspadai. Sebab ada gejala yang bisa dirasakan,” bebernya.

Dokter yang juga praktik  di RSUD Waluyo Jati ini menerangkan ambeien luar atau internal itu ada tingkatannya (stadium). Diantaranya stadium 1 ditandai dengan adanya pendarahan tanpa adanya benjolan pada anus.

Darah biasanya segar dan muncul di atas feses atau menetes setelah buang air besar. Stadium 2 ditandai dengan adanya benjolan pada anus saat buang air besar tetapi dapat kembali sendiri.

Selanjutnya stadium 3 adanya benjolan pada anus. Yang memerlukan didorong kembali dengan tangan. Serta stadium 4 ditandai dengan adanya benjolan pada anus. Namun tidak bisa didorong kembali dan sangat menyakitkan sehingga membutuhkan operasi.

“Pada stadium 1 dan 2 masih bisa ditangani dengan merubah lifestyle. Seperti makan dan minum harus lebih dijaga. Sementara untuk stadium 3 dan 4 membutuhkan penanganan medis,” tandasnya.

Hindari Salah Pola Makan-Minum dan Aktivitas

WALAUPUN membahayakan penyakit ambeien sejatinya bisa dihindari dengan menjaga pola makan dan gaya hidup. Mulai dari mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Serta minum air putih minimal 1,5 liter dalam sehari. Sehingga feses mudah keluar tanpa harus mengejan berlebihan.

Begitu juga pada seseorang sering duduk atau bekerja di kantor. Disarankan setelah duduk selama 30 menit melakukan perenggangan untuk melemaskan otot. Tidak kalah pentingnya harus sering-sering minum air putih.

“Dengan pola makan dan aktivitas yang terjaga ambeien bisa dicegah. Bagi penderita jika merasa khawatir dengan kondisi ambeien yang diderita, kami sarankan segeralah ke dokter. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#ambeien #wasir