Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jangan Sepelekan Karang Gigi, Jika Dibiarkan Bisa Begini

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 17 Februari 2024 | 19:35 WIB
PERIKSA: Drg Kyagus Badius Sani, M.H., CMC saat melakukan penanganan pada gigi pasiennya.
PERIKSA: Drg Kyagus Badius Sani, M.H., CMC saat melakukan penanganan pada gigi pasiennya.

KESEHATAN gigi acapkali tak menjadi perhatian banyak orang. Kebersihan gigi sering dianggap remeh. Padahal, dapat menimbulkan banyak risiko pada kesehatan.

Terlebih pada karang gigi, yang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi. Karang gigi sebaiknya jangan dibiarkan saja.

Sebab, ada berbagai macam penyakit yang bisa dipicu oleh karang gigi yang dibiarkan menumpuk.

Drg Kyagus Badius Sani, M.H., CMC, beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya karang gigi di antaranya, bila gigi tidak dibersihkan dengan baik, bakteri dari sisa-sisa makanan tidak akan hilang dan akan terus menempel pada gigi.

Lama-kelamaan bakteri tersebut akan semakin menumpuk dan membentuk plak gigi.

Drg Kyagus Badius Sani, M.H.
Drg Kyagus Badius Sani, M.H.

Plak yang tidak dihilangkan akan mengeras, karena mengalami mineralisasi.

“Plak yang sudah mengeras tersebut tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi saja,” kata dokter yang menjabat sebagai Ketua Komite Etik dan Hukum RS Rizani ini.

Pria yang juga Kepala Klinik Pratama Rawat Jalan Rizani ini menambahkan, selain kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, cara menyikat gigi yang kurang tepat dan kondisi air liur juga bisa menyebabkan timbulnya karang gigi.

Kesalahan dalam menyikat gigi membuat bakteri sisa-sisa makanan mungkin saja masih menempel di gigi.

Sedangkan pH air liur yang tinggi bisa mempercepat terbentuknya karang gigi. Inilah mengapa kecepatan timbulnya karang gigi pada tiap orang bisa berbeda-beda.

Susunan gigi yang tidak rapi atau berjejal juga bisa memicu timbulnya karang gigi, karena terdapat daerah yang sulit untuk dijangkau oleh sikat gigi.

Mengunyah hanya pada satu sisi mulut saja, baik karena kebiasaan ataupun karena ada gigi yang berlubang juga bisa menyebabkan karang gigi.

“Hal ini terjadi karena daerah yang tidak digunakan mengunyah jadi kurang mendapatkan stimulus untuk menghasilkan produksi air liur,” kata pria yang membuka praktik di Klinik Dental Smile ini.

Ia menyebutkan, karang gigi yang sudah terbentuk tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikatnya saja. Tetapi butuh bantuan seorang dokter gigi untuk membersihkannya. Tindakan membersihkan karang gigi disebut scaling.

“Penyebab lain pemicu karang gigi seperti merokok, minum minuman alkohol dan banyak memakan makanan tinggi gula,” katanya.

Hal ini dilakukan lantaran perlu melibatkan alat khusus untuk memecah karang gigi hingga ke tempat yang sulit dijangkau.

Termasuk karang gigi yang berada di bawah gusi. Bila digunakan dengan benar oleh tenaga ahlinya, alat scaling cukup aman bagi permukaan gigi dan akarnya.

“Sebelum kita lakukan tindakan, kita biasanya melakukan diagnosa, Dental Plaque and Calculous terlebih dahulu. Untuk pengambilan tindakan yang tepat,” katanya.

Disebutnya, scaling gigi adalah tindakan medis nonbedah (tanpa sayatan) yang menggunakan alat scaler.

Sebuah alat khusus untuk mengikis dan memecah karang-karang di gigi. Scaler dengan gerakan ultrasonik dan mengeluarkan semprotan air untuk mengurangi rasa ngilu ketika perawatan.

Dampak karang gigi yang tidak dibersihkan menyebabkan masalah kesehatan tidak hanya pada rongga mulut saja. Tapi juga kesehatan organ tubuh lainnya. Berikut ini dampak kesehatan yang bisa disebabkan oleh karang gigi.

Mulai dari menjadi tempat bersarangnya bakteri, hal dapat mengakibatkan gusi akan mengalami iritasi dan peradangan.

Kemudian dapat menyebabkan, gingivitis atau radang gusi. Hal ini terjadi apabila karang gigi yang dibiarkan menumpuk bisa memicu peradangan pada gusi yang disebut gingivitis atau radang gusi.

Saat gingivitis sudah terjadi tapi karang gigi tidak kunjung dibersihkan, maka sangat berpotensi mengalami penyakit periodontitis. Penyakit ini berupa kantong nanah yang muncul di antara gusi dan gigi.

Karang gigi juga dapat menyebabkan gigi menjadi rapuh. “Bila dibiarkan terus berlanjut, gigi akan mudah tanggal, atau mengalami penipisan tulang di mana gigi tertanam,” ujarnya.

Masalah kesehatan gusi juga bisa memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke. Hal karena bakteri dan mikroorganisme yang terdapat dalam plak gigi bisa masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan peradangan.

Akibatnya, pembuluh darah akan mengalami kerusakan atau penyumbatan. Bila aliran darah tersumbat, maka risiko mengalami penyakit jantung dan strok akan meningkat.

“Terlebih jika memiliki penyakit komplikasi lainnya, seperti Deabetes, maka bisa akan memperparah apabila sudah keluar darah pada gusi atau nanah akibat karang gigi,” bebernya.

Selain itu, karang gigi juga bisa mempengaruhi penampilan seseorang, utamanya pada bagian wajah dan mulut.

”Tentu berpengaruh. Terlebih karang gigi ini juga menjadi penyebab bau mulut,” katanya.

Mengingat ada banyak penyakit yang bisa disebabkan oleh karang gigi, dokter Kyagus menganjurkan untuk rajin menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan cara yang tepat.

“Gunakan juga dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Lakukan juga pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” katanya. (mu/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#rs rizani #Karang Gigi