SAMA seperti pria, kaum hawa juga memiliki sejumlah rambut halus yang tumbuh di areal tertentu. Bagaimana jika pertumbuhannya berlebihan? Sehingga mirip dengan pria?
Tak perlu khawatir. Kondisi itu disebabkan oleh berbagai faktor. Namun secara garis besar, pertumbuhan rambut berlebih pada wanita dibedakan menjadi dua. Yaitu hirsotisme dan hipertrikosis.
Spesialis kulit, dr Anindia Idraswari mengungkapkan, hirsotisme adalah peristiwa tumbuhnya rambut berlebih pada wanita dalam pola distribusi rambut pria. Seperti tumbuh di atas bibir, dagu, dada, punggung hingga paha.
Sementara hipertrikosis adalah peristiwa tumbuhnya rambut berlebih pada wanita, tapi tidak mengikuti pola seperti pada pria. Namun pertumbuhan rambut bisa dimana saja. Sepertu dahi, pipi hingga alis yang menyambung.
"Dan, 15 persen dari populasi wanita di dunia mengalami hirsotisme. Rata rata mereka berada di usia subur," kata Ines –sapaan akrabnya-.
Dokter asal Kota Surabaya ini menyebut, banyak faktor terjadinya pertumbuhan rambut berlebih pada wanita. Bisa karena faktor hormonal, genetik dan kondisi lain yang mendasari.
Faktor genetik misalnya, keluarga punya riwayat pertumbuhan rambut berlebih. Sehingga keturunannya mengalami hal serupa.
Sementara hormon disebabkan oleh peningkatan hormon androgen, hormon yang ada pada laki laki. Hormon ini diproduksi juga pada wanita. Namun, jumlahnya sedikit.
Bila horman androgennya tinggi, maka pertumbuhan rambut pada wanita tersebut bisa sesuai pola distribusi laki laki.
"Namun untuk memastikan adanya peningkatan hormon androgen atau tidak bisa dilakukan pemeriksaan darah," tutur dokter yang praktik di RS Wonolangan ini.
Firilisasi, Segera Lakukan Tindakan Medis
Pertumbuhan rambut berlebih pada wanita juga dikaitkan dengan kondisi tertentu. Seperti polikistik ovarian syndrom (PCOS), sindromaciushing, hiperplasia adrenal kongenital, tumor, dan riwayat penggunaan obat-obatan hormonal.
Seiring berjalannya waktu, ada proses yang disebut firilisasi. Dengan ditandai suara yg terdengar lebih berat, kebotakan pada rambut kepala.
Selanjutnya, kulit berminyak dan timbul jerawat, ukuran payudara yg mengecil, dan gangguan siklus menstruasi. "Dan kondisi ini bisa membuat perempuan menjadi tidak percaya diri. Dan bisa juga membuat mereka depresi," tutur dokter spesialis kulit, dr Anindia Idraswari.
Jika sudah begitu, maka disarankan agar secepatnya konsultasi pada dokter. Sehingga, mendapatkan penananganan dan diberi obat obatan yang bisa mempelambat pertumbuhan rambut.
Namun disarankan agar mereka yang ditumbuhi rambut berlebih untuk tidak mencukur. Sebab, bisa membuat pertumbuhan rambut menjadi lebih cepat. Kecuali jika sampai membuat tidak nyaman dan tidak pede.
"Kalau sampai tidak pede, bisa dicukur dengan waxing atau laser. Kalau tumbuh lagi, bisa dilakukan lagi," tuturnya. (riz/mie)
Editor : Jawanto Arifin