Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Menangani Bahaya Gigitan Ular di Tengah Bencana Banjir

Ronald Fernando • Sabtu, 18 Februari 2023 | 16:19 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI
Bencana banjir tidak hanya membawa air bah. Di Kabupaten Pasuruan, banjir juga menghadirkan bahaya lain. Apa itu? Gigitan ular. Lima orang tercatat masuk RSUD Grati gara-gara itu. Ada yang digigit kobra.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

MANUSIA sering beranggapan hewan berbisa, seperti ular, memang menyerang. Tidak. Mereka bereaksi hanya saat terdesak. Sebenarnya, satwa-satwa liar itu menyerang karena terkejut atau mempertahankan diri.

”Mereka menyerang karena ketakutan. Atau, melarikan diri ke tempat aman,” ujar Devi Syaiful Ikbal, venomous snake keeper atau pencinta dan penjaga ular.

Lelaki 32 tahun itu menjelaskan, seseorang yang digigit ular harus cepat ditolong. Pertolongan pertama adalah menggunakan imobilisasi. Agar bisa ular tidak menyebar. Imobilisasi bisa dilakukan dengan menggunakan kayu, bambu, atau kardus yang tebal. Mirip menangani patah tulang atau patah kaki.

”Kemudian, secepatnya dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata warga Jalan Pattimura, Kelurahan Bugul Kidul, tersebut.

Jika telah siap dengan serum antibisa, segera suntikkan dalam 4 jam pertama setelah tergigit ular. Obat itu masih efektif bila diberikan dalam 24 jam pertama sejak gigitan. Dosisnya bergantung pada banyaknya bisa ular yang masuk ke tubuh. Juga, ukuran dan tipe ular yang menggigit.

Seyakin itu? Iqbal mengaku dirinya pernah tergigit ular kobra. Alhamdulillah bisa sembuh. Padahal, kobra memiliki racun neurotoksin yang kuat. Menyerang sistem saraf. Efeknya berupa gangguan penglihatan, kesulitan menelan makanan, susah bicara, muntah, sakit perut, pelemahan otot rangka, hingga sulit atau bahkan gagal napas.

”Pasti ada rasa trauma. Itu manusiawi. Jadi, lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Menurut Iqbal, semua jenis ular berbisa itu berbahaya. Di Indonesia, ada ular weling dan ular welang. Selain itu, king kobra, kobra Jawa, ular picung, ular cabai kecil, ular tanah, ular bandotan pohon, bandotan puspa, serta ular hijau ekor merah.

Pencinta reptil asal Kelurahan Purutrejo, Eko Adi Prasetyo, menambahkan, sebenarnya tidak semua ular berbisa. Jika memang diserang atau digigit, secepatnya hentikan dengan lilitan kuat ke aliran darah.

”Terkadang kita tidak sengaja menginjak ular. Ular akan langsung mematuk,” ungkap pria 28 tahun ini.

Misalkan tergigit di bagian kaki, di bawah lutut. Segera ambil tali atau kain seadanya, demi menghentikan penyebaran racun. Lalu, secepatnya pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

Kekuatan bisa ular juga bergantung pada kondisi tubuh manusianya. Tidak benar bahwa semua gigitan ular akan mendekatkan korbannya dengan kematian. Kalau kondisi tubuh lemah, bisa saja langsung koma. Itu bila digigit ular kobra. Bisa pula pusing dan demam. Jika menjumpai ular berbisa seperti ini, cepatlah menghindar. Atau, usir dengan batang kayu. (zen/far)



Dari Diobati hingga Dibedah

BAGAIMANA menangani gigitan ular dengan cara medis? Dokter di RSUD Dr R Soedarsono Adi Widyanto menyebutkan beberapa langkah bisa dilakukan sebelum dibawa ke rumah sakit atau perawatan pra-rumah sakit (prehospital treatment). Di antaranya, identifikasi jenis ular penggigit. Dari sisi bentuk, warna, maupun karakteristiknya.

Setelah tergigit, tambah dia, segera pindahkan korban ke tempat yang jauh dari lokasi gigitan pertama. Tujuannya, menghindari gigitan kedua. Cepat tempatkan korban di tempat tenang dan hangat. Jangan banyak bergerak. Berjalan saja bisa membantu penyebaran racun ular ke tubuh.

”Lepaskan pakaian yang mengetatkan tubuh. Cincin, jam tangan, dan baju ketat,” tambah Adi.

Posisikan bagian yang terkena gigitan lebih rendah daripada posisi jantung. Pastikan pulsasi distal dan capillary refill time tetap adekuat.

”Segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat tanpa menunggu munculnya tanda-tanda sistemik,” ujarnya.

Adi menjelaskan, orang yang tergigit ular biasanya panik atau syok. Perasaan itu sangat tidak dianjurkan. Efek gigitan ular menimbulkan gejala berupa rasa nyeri dan berdarah pada luka gigitan.

Area gigitan membengkak, memar, atau melepuh. Pasien susah berbicara dan bernapas. Detak jantung cepat, nadi lemah, tekanan darah rendah, berkeringat, serta mati rasa atau kesemutan di sekitar wajah dan anggota tubuh lain.

Orang yang terkena gigitan ular perlu membasuh area lukanya dengan air hangat. Tutupi dengan perban, tapi jangan terlalu rapat. Pasien yang digigit ular juga perlu segera menghubungi layanan kesehatan untuk mendapat pertolongan medis.

Dokter Adi Widiyanto menjelaskan cara mengatasi gigitan ular dengan obat-obatan dan tindakan medis. Saat pasien yang tergigit ular tiba di rumah sakit, dokter akan merawat gejala yang paling mengancam jiwa. Misalnya, sesak napas.

Kemudian, dokter atau tenaga kesehatan meresepkan beberapa obat guna mengatasi gigitan ular. Salah satunya antivenom. Antivenom merupakan sejenis obat yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

”Dengan antivenom, orang yeng terkena gigitan ular dapat terhindar dari kematian organ tertentu atau meninggal dunia,” jelasnya.

Adi menambahkan, antivenom mungkin dapat menyebabkan efek samping berupa reaksi alergi yang mengancam jiwa. Selain itu, antivenom menyebabkan demam, nyeri, gatal, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan dalam 5 sampai 10 hari terapi.

Dokter atau tenaga kesehatan juga mungkin memberikan suntikan tetanus. Kemudian, membersihkan luka ketika pasien gigitan ular tiba di UGD. Dokter mungkin menemukan taring ular yang patah.

Pemberian antibiotik juga dapat membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri di area tubuh yang terkena gigitan ular. Selain itu, obat antibiotik membantu mencegah infeksi akibat digigit ular.

Kata Adi, operasi prosedur pembedahan jarang dilakukan untuk mengatasi gigitan ular. Pembedahan mungkin direkomendasikan oleh dokter apabila obat-obatan belum berhasil mengatasi gigitan ular. (zen/far)

  -----------------------------------------------------------------------------------------------

Cara Alami Mengatasi Gigitan Ular Tidak Berbisa

Sumber: dr Adi Widyanto Editor : Ronald Fernando
#mengatasi cara digigit ular #bisa ular beracun