Posisi tidur bisa memengaruhi kualitas tidur seseorang. Posisi tidur yang baik berdampak baik pula bagi kesehatan. Sebaliknya, jika posisi tidur kurang tepat, kondisi kesehatan bisa saja terdampak.
Dokter Bayu Satyawida Purwanto mengungkapkan, ada berbagai macam posisi tidur yang sering dilakukan seseorang. Di antaranya, telentang, miring kanan, miring kiri, hingga tengkurap. Semua posisi tersebut berpengaruh terhadap tubuh dan kesehatan. Terutama organ jantung dan lambung.
Tidur dengan posisi telentang bisa mengakibatkan leher seseorang mengalami ekstensi atau menekuk. Pada orang dengan tubuh normal, kondisi ini tidak akan menjadi masalah. Namun, bagi orang yang memiliki tubuh gemuk, itu bisa berdampak buruk. Sebab, mereka memiliki lemak di bagian leher.
Saat orang bertubuh gemuk tidur dalam kondisi terlentang, lidahnya akan terjatuh ke belakang. Sehingga mereka mengorok. Bahayanya, jika suatu waktu lidahnya terjatuh ke dalam, saluran pernapasan akan tertutup.
”Dalam jangka panjang bisa menyebabkan badan mudah capek dan sakit. Karena kekurangan oksigen,” ungkap dokter di Puskesmas Wonoasih, Kota Probolinggo, ini.
Adapun tidur dalam posisi miring tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Namun, bagi ibu hamil dan penderita asam lambung, disarankan miring ke kiri. Jika tidur dalam posisi miring ke kiri, pintu lambung di bagian tenggorokan akan menghadap ke atas.
Dengan begitu, asam lambung tetap berada di lambung dan tidak keluar lewat tenggorokan saat tidur. Sementara, jika mereka miring ke kanan, pintu lambung menghadap ke bawah. Saat tidur, yang mengatur pintu lambung adalah otot.
”Seiring bertambahnya usia, otot yang mengendalikan pintu masuk lambung semakin longgar. Ini bisa menyebabkan asam lambung naik,” jelas dr Bayu.
Sementara, ibu hamil disarankan tidur miring ke kiri saat usia kehamilan masuk 3 bulan. Sebab, jika tidur dalam posisi miring ke kanan, pembuluh darah di bagian perut akan tertekan. Hal itu tidak baik bagi kesehatan karena bisa mengakibatkan pusing, mual, hingga kaki bengkak.
”Kalau penderita sakit pinggang, dia disarankan miring ke kanan dan kiri. Untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang,” jelasnya.
Tidur dalam posisi tengkurap tidak disarankan dalam waktu lama. Karena saat tidur dalam kondisi begini, posisi dada tertekan oleh beratnya tubuh. Sehingga, untuk bernapas, dibutuhkan tenaga ekstra agar bisa maksimal. Selain itu, posisi tidur seperti ini membuat jantung dan paru-paru tertekan. Pernapasan menjadi tidak maksimal.
”Perkecualian pada orang yang mengalami sakit pernapasan. Boleh tidur tengkurap untuk meningkatkan oksigen,” terang dr Bayu.
Cara Memilih Bantal, Guling, dan Kasur
Penggunaan bantal dan guling saat tidur tidak boleh dianggap remeh. Bantal dan guling berfungsi memberikan kenyamanan saat tidur. Namun, jika bantal dan guling yang dipakai kurang tepat, itu bisa menyebabkan rasa nyeri pada tubuh.
Menurut dr Bayu, bantal yang digunakan sebaiknya cukup satu saja. Sebab, jika lebih dari itu, bagian leher bisa sakit karena posisi kepala terlalu tinggi. Namun, penggunaan bantal sebaiknya dilakukan dengan proporsional.
”Misalkan bantal yang digunakan dari kapuk dan sudah terlalu tipis sehingga tidak nyaman, boleh saja pakai bantal lebih dari satu,” terangnya.
Guling juga, pada dasarnya, digunakan untuk kenyamanan. Terutama, bagi mereka yang tidur dengan posisi miring. Jika tidak ada guling, tangan dan kaki akan menempel langsung. Sehingga, posisi badan akan mengarah ke tengkurap. Guling berfungsi untuk menjaga tubuh agar kondisi tetap miring.
Penggunaan kasur juga berpengaruh. Ada berbagai jenis kasur. Mulai kasur kapuk hingga spring bed. Kalau masih bagus, tidak ada masalah untuk menggunakan kasur spring bed. Namun, jika posisinya sudah tidak lurus, sebaiknya spring bed tidak digunakan lagi.
”Untuk kasur kapuk, yang perlu diperhatikan adalah menjaganya agar tidak lembap. Sebab, saat lembap, kasur kapuk menjadi keras. Kasur kapuk harus sering dijemur agar kelembapan bisa menguap dan kapuk mengembang,” terangnya.
Sebaiknya, hindari tidur tanpa kasur. Sebab, otomatis alasnya keras. Dalam jangka panjang itu tidak baik karena tidak ada yang menahan berat badan. Akhirnya, otot dan tulang harus bekerja menahan tubuh. Maksudnya beristirahat, tapi malah tidak bisa istirahat.
”Posisi tidur dengan tangan menahan kepala juga tidak baik. Kalau dalam waktu lama, tangan tertekan dan sirkulasi darah di tangan berkurang. Jadi mudah linu,” pungkas dr Bayu. (riz/far) Editor : Jawanto Arifin