WONOMERTO, Radar Bromo- Seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Supandang, 48, yang menjadi korban pembacokan akhirnya meningga dunia.
Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit, Sabtu (15/8) pagi.
Kepala Desa Jrebeng Ruslan mengatakan, korban meninggal sekitar pukul 08.00. Sebelumnya, ia menjalani perawatan di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jember.
“Kami masih menunggu jenazah dari rumah sakit Jember, belum datang,” kata Ruslan.
Korban mengalami sejumlah luka parah akibat sabetan celurit. Di antaranya, di bagian belakang leher, belikat, serta lengan kiri.
Sebelum kondisinya memburuk, korban sempat memberikan keterangan terkait peristiwa yang dialaminya melalui sebuah video. Kepada pihak keluarga, korban menyebut pembacokan dilakukan oleh dua orang.
Kedua pelaku merupakan warga Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Masing-masing berinisial KUS, 39 dan RI, 60.
Keduanya memiliki hubungan ayah dan anak. Sejauh ini, baru KUS yang ditahan di Mapolres Probolinggo Kota.
Baca Juga: Menagih Utang, Perangkat Desa Jrebeng Wonomerto Probolinggo Malah Dibacok
“Keterangan dari korban, pelakunya dua orang. Namun yang diamankan saat ini masih satu orang. Pihak keluarga menuntut satu pelaku lainnya juga dapat diamankan,” ujar Ruslan.
Terkait dugaan keterlibatan RI, Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama mengatakan, polisi masih akan memanggil yang bersangkutan. Sejauh ini belum dapat dipastikan apakah RI benar terlibat atau tidak.
“Semua masih dalam proses penyidikan,” terangnya.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono mengatakan, pihaknya baru menetapkan dan menahan satu orang tersangka. Yakni, KUS.
“Penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh Polsek Wonoerto,” jelasnya.
Pembacokan ini bermula ketika korban mendatangi rumah RI untuk menagih utang, Selasa (11/8). Informasinya, RI memiliki utang kepada korban sekitar Rp 3 juta sejak setahun lalu. Setelah beberapa kali ditagih, utangnya tersisa Rp 500 ribu.
Korban mendatangi rumah RI untuk menagih sisa utang di Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Diduga karena belum mampu membayar, keduanya cekcok. Korban disebut sempat mendapat ancaman menggunakan pisau. Korban pulang mengambil senjata tajam. Di sisi lain, RI diduga memanggil anaknya, KUS.
Sekembali di rumah RI, KUS diduga langsung membacok korban menggunakan celurit. Serangan tersebut mengenai bagian belakang tubuh, bahu, serta lengan kiri korban. Kepala Dusun Krajan, Desa Jrebeng, itu sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga