WONOMERTO, Radar Bromo–Utang ditagih, celurit bicara. Gara-gara menagih utang, seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto berinisial SUP, 48, malah dibacok.
Sang perangkat desa pun mengalami luka parah dan dilarikan ke RSUD Ar Rozi Kota Probolinggo, Selasa (11/8) siang. Malam, harinya, ia dirujuk ke Jember.
Polisi dengan cepat mengamankan tersangkanya. Yaitu, KUS, 39, warga Desa Tunggak Cerme, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Tersangka diamankan Selasa (11/8) sore pukul 15.00 di rumahnya.
Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait aksi pembacokan itu. Dugaan sementara perkara tersebut timbul akibat urusan utang piutang.
“Saat ini kami masih melakukan proses pengumpulan keterangan dari tiap pihak. Masih proses penyidikan. Sementara korban harus dirujuk ke Jember,” ujarnya, Selasa (11/8) malam.
Baca Juga: Menagih Utang, Perangkat Desa Jrebeng Wonomerto Probolinggo Malah Dibacok
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono menambahkan, KUS telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (12/8). Ia dijerat Pasal 466 UU Nomor 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) tentang Penganiayaan.
“Sudah ada satu tersangka yang telah kami tahan di Mapolres Probolinggo Kota,” tuturnya.
Kronologi Kejadian
Sebelum pembacokan terjadi, korban mengunjungi rumah tersangka KUS untuk menagih utang pada ayah tersangka. Yaitu, RI, 60.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, RI memiliki utang kepada korban senilai Rp 3 juta. Namun sudah lebih dari setahun utang itu tidak kunjung dibayar.
"Itu sudah lama menunggak. Dulu ditagih lewat telepon, malah marah-marah," kata adik kandung korban, Hotim, 40.
Hingga akhirnya, korban datang ke rumah RI untuk menagih langsung. Namun diduga lagi-lagi RI tidak bisa membayar utang itu. Sehingga terjadilah cekcok antara keduanya.
Informasinya korban malah diancam menggunakan pisau oleh RI. Korban yang tidak terima pun pulang dan mengambil sajam. Kemudian dia kembali mendatangi RI di rumahnya.
Sementara RI meminta sang anak (tersangka, Red) yang saat itu sedang bekerja untuk pulang. Tersangka pun langsung pulang.
Hotim yang mengetahui hal itu, khawatir sang kakak mengalami hal yang tak diinginkan. Karena itu begitu korban kembali ke rumah RI, Hotim membuntutinya dari belakang. Tidak sendirian, Hotim berboncengan dengan kakak sepupunya.
Kekhawatiran Hotim rupanya terbukti. Sesampainya di rumah RI, tersangka langsung membacok korban. Melihat itu, Hotim pun panik hingga terjatuh dari motornya.
“Melihat kakak dibacok, saya langsung ngerem mendadak. Sampai jatuh. Lutut kanan saya sampai terluka," ungkap Hotim.
Hotim kemudian langsung berlari dan berupaya melerai sang kakak dengan tersangka, hingga tangan kanannya kena bacok juga. “Kakak saya kena bacok di bagian belakang, bahu, dan tangannya sebelah kiri," sebut Hotim.
Saat itu juga, korban dilarikan ke RSUD Ar Rozi Kota Probolinggo. Kemudian keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Wonomerto.
Kepala Desa Tunggak Cerme Musta'in saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ia mendapat informasi adanya warga yang bertengkar sekitar pukul 13.30. Akhirnya ia mendatangi TKP dan ternyata korban sudah tergeletak di pangkuan adik kandungnya. Melihat itu, ia pun bersama warga membantu mengevakuasi korban.
"Kami bawa ke Puskesmas Wonomerto menggunakan tosa. Baru kemudian dirujuk ke Ar Rozy," pungkasnya
Tidak butuh waktu lama. Selasa sore, petugas Polsek Wonomerto mengamankan tersangka di rumahnya. Saat ini tersangka diamankan di Polres Probolinggo Kota. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi