BEJI, Radar Bromo- Kesedihan mendalam dirasakan keluarga Kematian Widi Nurcahyono, 43. Warga Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang meninggal usai ditangkap polisi dan diduga dianiaya oknum membuat keluarga Widi merasa kehilangan.
Pihak keluarga berharap, kasus dugaan penganiayaan diusut hingga tuntas. Sebab, kondisi korban saat dievakuasi disebutkan cukup memprihatinkan.
"Warga berharap kasus ini diusut karena kondisinya parah. Mulut berbusa, telinga mengeluarkan darah. Kami menuntut keadilan," ujar Zubaidi, rekan korban.
Keluarga disebutkan tidak melihat langsung peristiwa itu. Namun mereka mengaku sempat mendengar korban berteriak meminta ampun.
"Kami hanya mendengar teriakan, 'Ampun Pak'," kata Lukman, adik korban.
Beberapa saat kemudian korban dibawa ke Puskesmas Beji dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Menurut keluarga, wajah korban mengalami lebam disertai benjolan di bawah telinga kanan.
"Kami tidak tahu kakak saya diapakan. Yang kami lihat saat dibawa ke puskesmas ada lebam dan benjol di bawah telinga kanan," imbuhnya.
Korban akhirnya meninggal dunia dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kematian Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menyisakan duka sekaligus tanda tanya.
Pria yang sehari-hari membuka loket pembayaran listrik dan PDAM itu diduga menjadi korban penganiayaan saat didatangi sejumlah anggota kepolisian, Senin sore (3/8).
Keluarga mendesak aparat mengusut kasus tersebut secara terbuka. Mereka meyakini korban mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi