BANGIL, Radar Bromo – Kematian Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menyisakan duka sekaligus tanda tanya.
Pria yang sehari-hari membuka loket pembayaran listrik dan PDAM itu diduga menjadi korban penganiayaan saat didatangi sejumlah anggota kepolisian, Senin sore (3/8).
Keluarga mendesak aparat mengusut kasus tersebut secara terbuka. Mereka meyakini korban mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menurut Lukman, adik korban, sekitar pukul 16.30 sebuah mobil berisi sekitar lima anggota polisi mendatangi rumah untuk mencari kakaknya. Saat itu korban sedang berada di kios pembayaran yang letaknya tidak jauh dari rumah.
"Sekitar pukul 16.30 WIB tiba-tiba datang mobil berisi lima anggota polisi. Langsung mencari kakak saya," ujarnya.
Informasi yang diterima keluarga, petugas datang menindaklanjuti laporan dugaan aktivitas judi online. Namun, korban disebut membantah tuduhan tersebut.
Choirul Anwar, anggota keluarga korban, menduga penolakan itulah yang memicu tindakan kekerasan.
Baca Juga: Rel Kereta di Gununggangsir Beji Pasuruan Terancam Bergeser, Dampak Amblesan Tanggul Porong Sidoarjo
"Korban sedang bekerja menunggu pelanggan di depan komputer. Diduga karena tidak mengakui tuduhan bermain judi online, oknum polisi lepas kontrol dan melakukan penganiayaan," katanya.
Keluarga tidak melihat langsung peristiwa itu. Namun mereka mengaku sempat mendengar korban berteriak meminta ampun.
"Kami hanya mendengar teriakan, 'Ampun Pak'," kata Lukman.
Beberapa saat kemudian korban dibawa ke Puskesmas Beji dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Menurut keluarga, wajah korban mengalami lebam disertai benjolan di bawah telinga kanan.
"Kami tidak tahu kakak saya diapakan. Yang kami lihat saat dibawa ke puskesmas ada lebam dan benjol di bawah telinga kanan," imbuhnya.
Korban akhirnya meninggal dunia dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.
Kesedihan juga dirasakan warga sekitar. Zubaidi, rekan korban, mengenal Widi sebagai pribadi pendiam dan mudah bergaul.
"Almarhum orangnya baik, bergaul dengan siapa saja. Kami sangat kehilangan," ujarnya. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi