Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bercak Darah di Dinding dan Keterangan Tukang Becak Jadi Petunjuk Misteri Tewasnya Manusia Silver di Pilang Probolinggo

Inneke Agustin • Senin, 22 Juni 2026 | 17:54 WIB
NODA DARAH: Adi menunjukkan noda darah di dinding tak jauh dari ditemukannya manusia silver yang alami luka di kepala. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
NODA DARAH: Adi menunjukkan noda darah di dinding tak jauh dari ditemukannya manusia silver yang alami luka di kepala. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

KADEMANGAN, Radar Bromo-Meninggalnya seorang manusia silver di belakang warung, kawasan simpang empat Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo masih menyimpan sejumlah misteri.

Kondisi korban yang didapati luka di kepala mengindikasikan bahwa telah terjadi penganiayaan sebelumnya.

Korban diketahui bernama Andika Wahyu Santoso, 22. Selama ini dia dikenal sebagai manusia silver.

Sehari-hari, dia mengamen di simpang empat Pilang dan mengecat tubuhnya dengan warna silver.

Saat ditemukan, tubuh korban tergeletak di tanah dengan berpakaian lengkap dalam posisi telentang. Ada luka di bagian kepala yang diduga akibat tindak kekerasan.

Beberapa tukang becak yang biasa mangkal di simpang empat Pilang menyebut, korban sempat terlibat perkelahian pada malam sebelumnya.

"Kalau menurut informasi dari tukang becak yang biasa mangkal di sini, semalam korban sempat berkelahi. Entah dengan siapa," terang Muhammad Adi Syukur, 50, anak Mariyam, sang pemilik warung.

Baca Juga: Warga Pilang Probolinggo Geger, Manusia Silver Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala

Keterangan itu dikuatkan dengan ditemukannya bercak darah di dinding yang ada di lokasi kejadian. Juga ditemukan bebatuan, berada tidak jauh dari posisi korban tergeletak.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami benturan keras di bagian kepala. Baik itu akibat dihantam benda tumpul atau kepalanya dibenturkan ke tembok.

Adi menduga, peristiwa itu kemungkinan berkaitan dengan konflik antar-pencari nafkah jalanan.

Meski demikian, ia menegaskan dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan.

"Mungkin perebutan wilayah kerja atau semacamnya dengan rekan lainnya, kemudian dihantamkan ke tembok. Tapi saya kurang tahu juga. Mungkin nanti bisa dicek dari CCTV," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono menambahkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Keluarga korban juga telah dihubungi dan saat ini dimintai keterangan oleh penyidik.

"Keluarga korban sudah terkonfirmasi dan saat ini memberikan keterangan di Mapolres. Sedangkan korban akan diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujarnya

Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari dua saksi. Yaitu, Mariyam dan ketua RT setempat. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga tengah diperiksa.

"Kami belum bisa memastikan apakah ini dugaan pembunuhan atau akibat perkelahian. Namun memang ada luka di bagian kepala. Entah karena benda tumpul, dikeroyok, atau sebab lainnya. Ini masih kami dalami," katanya. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#kademangan #manusia silver #Pilang #probolinggo #tewas