KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, geger Senin (22/6) pagi. Seorang pemuda ditemukan tak bernyawa di belakang sebuah warung di Jalan Seokarno Hatta, Pilang.
Yang bikin geger, korban ditemukan dengan sejumlah luka di kepala.
Korban diketahui bernama Andika Wahyu Santoso, 22. Selama ini dia dikenal sebagai manusia silver.
Sehari-hari, dia mengamen di simpang empat Pilang dan mengecat tubuhnya dengan warna silver.
Saat ditemukan, tubuh korban tergeletak di tanah dengan berpakaian lengkap dalam posisi telentang. Ada luka di bagian kepala yang diduga akibat tindak kekerasan.
Korban pertama kali ditemukan oleh Mariyam, 65, pemilik warung di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, Mariyam hendak membuka warung sekitar pukul 05.30.
"Saya melihat Dika (korban, Red) tiduran. Saya panggil bolak-balik, tapi tidak ada sahutan. Dia juga tidak bergerak. Karena takut, saya lapor ke Pak RT," ujar warga Kelurahan Pilang tersebut.
Baca Juga: Jadi Manusia Silver di Persimpangan Kota Pasuruan, Remaja Ini Diamankan
Ketua RT setempat yang datang ke lokasi, langsung mengecek korban. Saat itulah korban diketahui sudah tidak bernyawa.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Kademangan. Tak lama berselang, petugas Polsek Kademangan dan Satreskrim Polres Probolinggo Kota datang ke lokasi.
Mayat korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan korban.
Dijelaskan Mariyam, sehari-hari korban bekerja sebagai manusia silver di kawasan simpang empat Pilang. Korban telah menjalani pekerjaan tersebut sekitar tiga bulan terakhir.
"Biasanya dia kalau istirahat ke sini, beli es atau mi. Kalau tidur biasanya di makam," katanya.
Mariyam sendiri hanya buka warung mulai pagi hingga pukul 15.00. Karena itu, dia mengaku tidak tahu apa yang terjadi pada korban sebelum ditemukan meninggal.
Namun beberapa tukang becak yang biasa mangkal di simpang empat Pilang menyebut, korban sempat terlibat perkelahian pada malam sebelumnya.
Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari dua saksi. Yaitu, Mariyam dan ketua RT setempat. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga tengah diperiksa.
"Kami belum bisa memastikan apakah ini dugaan pembunuhan atau akibat perkelahian. Namun memang ada luka di bagian kepala. Entah karena benda tumpul, dikeroyok, atau sebab lainnya. Ini masih kami dalami," katanya.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono menambahkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Keluarga korban juga telah dihubungi dan saat ini dimintai keterangan oleh penyidik.
"Keluarga korban sudah terkonfirmasi dan saat ini memberikan keterangan di Mapolres. Sedangkan korban akan diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujarnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi