PASURUAN, Radar Bromo - Teka-teki kasus penyerangan kelompok pemuda di jalan nasional Surabaya-Banyuwangi pada Minggu dini hari (17/5), masih terus didalami pihak kepolisian.
Satreskrim Polres Pasuruan memastikan sepuluh pemuda yang sempat diamankan, kini telah dipulangkan ke keluarga masing-masing setelah menjalani pemeriksaan intensif.
Dari sepuluh orang tersebut, delapan di antaranya berstatus sebagai saksi, sementara dua lainnya merupakan korban yang mengalami luka-luka.
Insiden penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) ini terjadi di Dusun Balongwatu, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, saat rombongan pemuda ini dalam perjalanan pulang usai menonton gelaran sound horeg di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Daffa Sava Pradana, menegaskan bahwa saat ini kepolisian tengah berfokus melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu para pelaku.
"Semua saksi sudah kami mintai keterangan dan telah dipulangkan. Saat ini kami fokus melakukan pendalaman sekaligus lidik, karena identitas pelaku belum diketahui," jelasnya.
Ia menambahkan, korban luka diidentifikasi sebagai RR, 29 dan RB, 17, yang merupakan warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Sementara delapan saksi lainnya berasal dari latar belakang wilayah yang beragam, mulai dari Kecamatan Kejayan, Pohjentrek, Nguling, Gempol, hingga Kota Pasuruan.
Meskipun saksi dan korban telah dipulangkan, Daffa menegaskan bahwa perkara ini terus berjalan.
Terduga pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik). Pihak Satreskrim Polres Pasuruan, kini tengah memfokuskan kerja lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti.
“Kami juga tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rute kejadian, serta menggali petunjuk guna mengungkap identitas dan menangkap gerombolan pelaku penyerangan tersebut,” paparnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin