Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Maling Embat Dua Motor Warga Kedopok Kota Probolinggo, Kerugian Korban Capai Rp 20 Juta

Inneke Agustin • Rabu, 18 Februari 2026 | 06:29 WIB
KORBAN: Ade Zafir Harisandi, 24, warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menunjukkan posisi motor Honda Vario miliknya sebelum dicuri pada Selasa (17/2).
KORBAN: Ade Zafir Harisandi, 24, warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menunjukkan posisi motor Honda Vario miliknya sebelum dicuri pada Selasa (17/2).

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kawanan maling motor kembali beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Kali ini, mereka menggondol dua sepeda motor milik warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Ade Zafir Harisandi, 24.

Dua motor itu masing-masing Honda Vario merah bernopol N 6757 RV dan Honda Scoopy merah bernopol N 3504 D. Selasa (17/2) dini hari, dua motor itu raib. Akibatnya, korban ditaksir mengalami kerugian Rp 20 juta.

“Yang Vario diparkir di halaman samping rumah, sedangkan Scoopy di halaman depan,” ujarnya.

Sepulang berbelanja Senin (16/2) malam, keluarga Ade dalam kondisi kelelahan karena sempat kehujanan di perjalanan. Bahkan, ayahnya meriang dan langsung mengonsumsi obat sebelum beristirahat.

“Ayah tidur di musala depan rumah. Saat kejadian tidak terdengar apa-apa. Kami semua tidur pulas,” jelasnya.

Sebelum beristirahat, keluarga memastikan gerbang rumah telah digembok. Dua motor juga dikunci setir, namun tidak menggunakan kunci tambahan.

Sekitar pukul 02.30, ibunda Ade terbangun. Hendak salat malam. Saat itulah, ia sempat mendengar suara seperti motor diturunkan dari standar. “Tapi, ibu mengira itu saya yang hendak keluar, jadi tidak dicek,” kata Ade.

Kecurigaan muncul ketika terdengar suara motor digas dengan kecepatan tinggi. Hal itu tidak biasa, karena baik Ade maupun ayahnya, tidak pernah menggeber kendaraan saat keluar rumah.

“Begitu dilihat keluar, dua motor sudah tidak ada. Kami tidak tahu pelaku kabur ke arah mana,” jelasnya.

Ade sempat memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumahnya. Namun, tidak ada rekaman yang secara jelas menyorot aksi pencurian tersebut.

Ia mengaku tak hanya mengalami kerugian materiil, tetapi juga kehilangan kenangan. Dua motor itu telah lama menjadi bagian dari aktivitas keluarganya.

“Motor itu sudah bertahun-tahun membantu keluarga. Dipakai untuk sekolah, kuliah, kerja, ke pasar, dan kebutuhan lainnya. Sekarang hilang begitu saja. Bahkan, untuk melapor ke polisi saya harus meminjam motor,” tuturnya.

Menurut Ade, lingkungan tempat tinggalnya tergolong aman. Namun sekitar sepekan sebelum kejadian, rumah tetangganya juga sempat hampir menjadi sasaran pencurian.

“Motornya sempat mau dicuri, tapi ketahuan karena pemiliknya bangun. Mungkin karena gagal, pelaku menyasar rumah saya,” duganya.

Ade mengaku telah melapor ke Polres Probolinggo Kota. Ia berharap dua motornya dapat ditemukan dan pelaku segera tertangkap.

“Anggota kami sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan,” ujar Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah. (gus/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#motor #kedopok #Polres Probolinggo Kota #jrebeng wetan