BESUK, Radar Bromo - Polres Probolinggo mengamankan 21 remaja diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan MM, 19, remaja asal Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk.
Akibatnya, korban mengalami luka bacok di punggung sebelah kiri hingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waluyo Jati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kasus penganiayaan berat yang dilakukan secara bersama-sama ini terjadi di jalan dekat gapura Desa Krampilan, Kecamatan Besuk Sabtu malam (3/1). Insiden ini terjadi saat korban MM selesai ngopi bersama temannya di Gelora Kraksaan.
Sekitar pukul 22.30 korban hendak pulang ke rumahnya di Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk.
Persis saat korban mengendarai sebuah motor melintasi jalan Desa Krampilan yang juga masih Kecamatan Besuk.
Sekitar pukul 23.30 saat korban tiba di sekitar gapura masuk Desa Krampilan, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok pengendara motor yang tidak dikenal.
Para terduga pelaku kemudian menanyakan asal korban, apakah benar korban dari Desa Sumurdalam. Korban menjawab dengan tegas jika bukan berasal dari desa yang dimaksud.
“Korban dihentikan oleh sekelompok orang tidak dikenal. Salah satu dari puluhan pelaku sempat menanyakan sesuatu sebelum mengejar korban,” kata Kasi Humas Polres Probolinggo AKP Merdhania Pravita Shanty selasa (6/1).
Merasa terancam dan ketakutan korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke arah area persawahan di sekitar lokasi kejadian. Mengetahui hal itu, para terduga pelaku mengejarnya.
Namun nahas, saat pengejaran itu korban terjatuh. Tak disangka salah satu pelaku mengeluarkan celurit dan langsung membacok korban hingga mengenai punggung sebelah kiri.
Akibat bacokan tersebut korban mengalami luka serius. Sementara para terduga pelaku kemudian meninggalkan korban.
Korban yang mengalami luka kemudian diketahui oleh warga lalu dibawa oleh ke Puskesmas Besuk untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya karena kondisi luka cukup parah sehingga harus dirujuk ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan medis yang maksimal.
“Korban mengalami luka bacok dirujuk ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan medis,” ucapnya.
Kapolsek Besuk AKP Suhartono mengatakan aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut cukup menjadi atensi. Sehingga saat mendapatkan laporan petugas langsung melakukan gerak cepat.
Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil. Sebanyak 21 terduga pelaku yang rata-rata masih remaja berhasil diamankan. Proses hukum selanjutnya dilimpahkan ke Polres Probolinggo.
“Terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok. Saat ini sudah kami amankan (para terduga pelaku, red). Perkaranya sudah kami limpahkan ke Polres Probolinggo,” imbuhnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni