Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mau ke Rumah Nenek, Gadis 14 Tahun di KEdopok Dirudapaksa Tiga Remaja, Orang Tua Korban Lapor Polisi

Inneke Agustin • Sabtu, 8 Juni 2024 | 17:59 WIB
ilustrasi
ilustrasi

KEDOPOK, Radar Bromo – Tragis dialami Bunga, 14 (bukan nama sebenarnya). Dia menjadi korban rudapaksa tiga remaja.

Ibunya, Nur, 43, warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, melaporkan kejadian itu pada Polres Probolinggo Kota.

Nur mengatakan, kejadian tersebut berawal saat Bunga pamit pergi ke rumah neneknya, Kamis (30/5) pukul 19.30. Tak merasa ada hal yang janggal, Nur pun mengizinkan.

 “Karena rumah neneknya tidak jauh. Bunga juga sering ke sana. Dia biasanya jalan kaki,” tutur Nur.

Ternyata Bunga tak langsung ke rumah neneknya di Kedopok. Pelajar SMP itu lebih dulu bertemu seorang temannya berinisial Tof.

Mereka bertemu di depan sebuah sekolah dasar, tak jauh dari rumah nenek Bunga. Bunga lantas ikut kenalannya itu.

“Bunga mengatakan dia diajak Tof ke sebuah sumber mata air di Kelurahan Sumberwetan. Bahkan diancam, kalau tidak mau ikut akan disakiti. Bunga pun menurut,” kata Nur.

Bunga pun dibonceng Tof menuju sumber mata air tersebut. Di sana sudah ada tiga laki-laki lain. Tof lantas diminta pergi oleh ketiga lelaki tersebut.

“Tof pun langsung pergi. Sebelum meninggalkan Bunga sendirian, Tof mengatakan dirinya diancam dan dibacok oleh ketiga remaja tersebut. Namun, Tof tak memperlihatkan bagian tubuh mana yang dibacok,” jelasnya.

Di sanalah Bunga dirusapaksa oleh ketiga remaja tersebut. Nur mengatakan, Bunga mengenali salah satu dari ketiga pelaku.

Remaja tersebut berinisial Vin, kakak dari teman mainnya. “Kalau dua pelaku lainnya, Bunga tidak kenal,” kata Nur.

Setelah melakukan aksi bejatnya, mereka meminta Tof menjemput Bunga. Tof pun datang menjemput Bunga. Ia lantas mengantar Bunga pulang ke rumah neneknya.

Nur mengatakan, dirinya sempat video call dengan Bunga pukul 21.30. Saat itu Bunga tampak biasa saja.

“Bahkan bercanda seperti biasanya. Jadi, kami kira tidak terjadi apa-apa. Andaikan saat itu Bunga menangis, pasti akan kami tanyakan kenapa,” katanya.

Nur baru mengetahui kejadian tersebut saat menjemput Bunga di rumah neneknya, Jumat (31/5) pagi.

Nur melihat tubuh Bunga penuh luka di siku dan lututnya. Nur yang curiga akhirnya bertanya.

“Awalnya dia tidak mengaku, katanya kena begal semalam. Setelah saya desak, baru Bunga bercerita. Luka-luka di tubuhnya didapat karena dia sempat melawan saat dan sempat digeret pelaku,” jelasnya.

Nur pun melaporkan hal tersebut ke Polres Probolinggo Kota, Jumat (31/5). Nur berharap para pelaku yang telah merudapaksa anaknya segera ditangkap dan ditindak tegas.

“Anaknya sekarang trauma. Saya jadi waswas. Bahkan, Bunga yang awalnya ke sekolah naik sepeda, sekarang harus diantar mobil. Sebab, saya khawatir anak saya kenapa-kenapa atau bahkan diculik oleh pelaku,” tegas Nur.

Terpisah, Plt Kasi Humas Iptu Zainullah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

 “Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota,” tuturnya. (gus/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#Wonoasih #Gadis kedopok diperkosa #Kota Probolinggo #pemerkosaan smp