BANGIL, Radar Bromo - Keinginan Selly, 28, untuk bisa mendapatkan keuntungan dari penanaman modal investasi dan arisan yang dilakoni, ternyata hanya isapan jempol. Bukannya mendapatkan untung, ia malah buntung.
Uang puluhan juta yang ditanamkan, tak kembali. Usaha untuk menagih uangnya pun, tak ada hasil. Hal ini yang akhirnya membuatnya gerah. Mama muda asal Purwosari ini, akhirnya menempuh jalur hukum. Ia melaporkan perkara yang menimpanya itu, ke Polres Pasuruan.
Selly ke Mapolres Pasuruan, Rabu sore (18/10). Ia tidak sendirian. Karena didampingi suaminya, Bayu Afif, 29.
Menurut Afif, istrinya menjadi korban dugaan penipuan arisan atau investasi bodong. Investasi itu dikelola oleh tiga selebgram owner Cuan Grub. Mereka disebut-sebut bernama Ta warga Surabaya, Al warga Jombang dan Fe warga Gresik.
Keikutsertaan istrinya dalam investasi dan arisan yang diduga bodong bermula dari rasa penasaran istrinya, terhadap instagram story Fe. Nama yang disebutkan terakhir adalah salah satu owner Cuan Grub. Kebetulan, Fe merupakan teman istrinya semasa SMA di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Mereka pun juga berteman di media sosial Instagram.
"Tertarik karena menjanjikan keuntungan. Keuntungan yang didapatkan bervariasi. Tergantung besaran dana serta lamanya ditanamkan," kata Afif.
Rasa penasaran itu membuat istrinya menjalin komunikasi dengan Fe, untuk menanamkan modal. Mulanya, hanya Rp 15 juta, pada Mei 2023 lalu. Ternyata setelah 14 hari, ada profit yang didapatkan.
Profit sebesar Rp 1,8 juta itu, masuk ke rekeningnya. Hal itu, membuat istrinya, semakin percaya. Akhirnya menambah dana. Perlahan, sampai-sampai, Rp 50 juta di setorkannya. Beberapa bulan, semuanya lancar. Total, istrinya mendapatkan profit Rp 3 juta.
Namun, di bulan Agustus 2023, semuanya berubah. Tidak ada lagi, cuan yang masuk ke rekening. Hal itupun, membuat istrinya gundah. Gelagat mencurigakan pun terkuak.
"Kami sudah berusaha menagih langsung. Sudah ketemu dua kali dengan Fe. Alasannya banyak, seperti saling menyalahkan antara ketiga owner tersebut," tandasnya.
Lantaran tak adanya iktikad baik itulah yang membuat Selly akhirnya melaporkan ke polisi. Karena ternyata bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Ada ratusan member lain yang bernasib sama.
Mereka menanamkan modal, dari Rp 10 juta sampai Rp 700 juta. "Maunya dibalikin Rp 1 juta per bulannya. Jelas tidak masuk akal buat kami. Makanya, kami pilih melaporkan ke polisi," papar dia yang menyebut sudah ada pula yang melapor ke Polda Jatim.
Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkapkan, bakal menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya akan mempelajari dulu seperti apa kasusnya.
"Pastinya akan kami tindaklanjuti. Akan kami pelajari terlebih dahulu kasusnya seperti apa," timpal dia. (one/fun)
Editor : Ronald Fernando