Kepolisian juga masih menunggu kondisi rekan korban yang berinisial G, 10, benar-benar pulih. Karena meski G sudah pulang dari rumah sakit, penyidik belum menemuinya untuk dimintai keterangan.
Kapolsek Wonoasih Kompol Sumardjo mengatakan, G memang sempat sadar setelah dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Namun, saat itu, pihaknya hanya sempat meminta identitasnya. Sebab, kondisi korban masih belum stabil.
Sabtu malam (24/9), jenazah F dibawa pulang oleh keluarganya dan sudah dimakamkan. Sedangkan, G juga sudah pulang paksa dari rumah sakit. Namun, Sumardjo mengaku belum ke rumah G untuk meminta keterangan.
“Kami masih akan berkoordinasi dengan Bhabinsa dulu. G kan masih di bawah umur. Apalagi temannya meninggal. Kami akan cek apa G sudah baikan atau tidak. Kalau kondisinya stabil, baru kami ke sana,” ujarnya.
Untuk sementara, penyebab pasti tewasnya F belum diketahui. Penyidik masih terus mendalami keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Slamet, 45, warga yang kali pertama menemukan para korban. Termasuk mencari keberadaan botol miras di lokasi. Sebab, banyak warga yang menyebut tercium bau alkohol dari mulut para korban.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/24/09/2022/santri-asal-pasuruan-tewas-di-sumber-ardi-warga-mulut-bau-alkohol/
“Penyebabnya masih kami dalami. Sementara, botol miras masih belum ditemukan. Kami belum berani mengambil kesimpulan,” ujarnya.
Ia mengaku sudah meminta keterangan dua orang saksi dari pihak keluarga. Yakni, ayah G dan ayah F. Namun, tidak banyak informasi yang didapatkan dari mereka soal kejadian ini. Mereka hanya membenarkan jika anaknya mondok.
Rencananya, dalam pekan ini penyidik akan mendatangi rumah G, untuk mencari tahu soal kejadian yang sebenarnya. Sebab, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya tidak menemukan barang bukti berupa botol miras yang diduga digunakan para korban.
“Tidak ada BB (barang bukti) yang kami amankan. Petugas sudah mencari hingga ke sungai di dekat TKP, tapi nihil. Insyaallah kalau tidak besok atau lusa, penyidik akan tindak lanjuti ke rumah G,” ujarnya.
Diketahui, nahas dialami F, 10. Sabtu (24/9) sore, santri di salah satu pesantren di Kota Probolinggo ini ditemukan meninggal di Sumber Ardi, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih. Ia ditemukan tewas dan mengambang dengan posisi tertelungkup.
Sedangkan temannya, G, warga Kecamatan Wonoasih, ditemukan tak sadarkan diri di sebuah gazebo di area Sumber Ardi.
Sejumlah warga yang menolong mereka menyebutkan, dari mulut para korban tercium bau alkohol. Keduanya pun dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. G ke IGD, sedangkan F ke kamar mayat. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando