Kanit Reskrim Polsek Besuk Bripka Fajar Prajawanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Pasalnya informasi yang diperoleh dalam kasus ini masih begitu minim. Karena itulah perlu ada informasi tambahan agar memperoleh petunjuk untuk mengungkap kasus.
“Sejauh ini ada tiga saksi yang dimintai keterangan. Semuanya merupakan perangkat desa. Namun masih belum mengarah pada pelaku. Sebab informasi yang diperoleh masih begitu prematur,” terangnya.
https://radarbromo.jawapos.com/kraksaan/01/09/2022/kantor-desa-klampokan-dibobol-laptop-berisi-file-penting-raib/2/
Ia menegaskan jika pihaknya terus berupaya mencari keterangan dari beberapa pihak lainnya. Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim identifikasi dari Polres Probolinggo. Tetapi saat ini masih belum mendapatkan hasil dari identifikasi yang sudah dilakukan.
“Kami juga masih menunggu hasil dari identifikasi yang sudah dilakukan oleh Polres Probolinggo. Mudah-mudahan akan ada petunjuk yang jelas,” bebernya.
Apakah pencurian ada kaitannya dengan situasi politik di desa? Sebab yang hilang salah satunya adalah laptop yang berisi sejumlah berkas penting dan biasa digunakan sekretaris desa.
Soal itu, kepolisian tidak mau berspekulasi. Sebab belum ada temuan yang mengarah ke sana. “Nanti setelah medapatkan petunjuk baru dapat kami simpulkan. Saat ini masih diproses. Jangan berspekulasi,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya kantor Desa Klampokan, Kecamatan Besuk diketahui dibobol maling, Insiden itu baru diketahui Senin (29/8) saat petugas kebersihan datang di kantor. Tembok samping belakang kantor desa berlubang. Lubang itu diduga menjadi tempat maling masuk.
Dengan membobol tembok samping barat, maling mengacak-acak seluruh ruangan di dalam kantor desa. Setelah dicek, sejumlah barang inventaris desa sudah raib. Di antaranya, dua laptop bermerek Asus warna abu-abu dan Acer warna putih; iPad; dan monitor PC merek LG berwarna hitam. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin