Kawanan maling ini membobol pagar tembok, diduga untuk menghindari penjaga di pos penjagaan. Benar saja, para penjahat ini lolos dari pantau penjaga perumahan yang berjaga di pintu masuk.
Salah seorang petugas keamanan perumahan di Jalan Mastrip ini, Sodik, 43, membenarkan perumahannya kebobolan. Sekitar pukul 07.00, sejumlah anggota Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ada dua rumah yang dibobol. Yakni, milik Allda Fakhrizal Khafidzy. Dari rumah karyawan swasta ini, maling menggondol dua unit motor. Masing-masing Honda Beat bernopol L 3718 UD warna putih dan bernopol N 4309 PZ warna hitam. Dua-duanya keluaran tahun 2018.
Maling juga menyatroni rumah Malik Ridwan. Kediaman Malik berhadap-hadapan dengan rumah Allda. Dari rumah ini, maling membawa kabur Honda Vario bernopol N 5834 MS, warna white blue keluaran tahun 2016.
Sodik mengatakan, pelaku yang diduga lebih dari dua orang itu beraksi dengan membobol pagar perumahan. Hal itu dilakukan untuk menghindari pos penjagaan. Sebab, akses keluar-masuk perumahan hanya ada satu titik. Yakni, di depan pos penjagaan. Sementara, ada petugas yang berjaga selama 24 jam. “Dalam sehari ada tiga sif,” ujarnya.
Sif pertama pukul 06.00 hingga pukul 14.00. Sif kedua pukul 14.00 hingga pukul 22.00, dan sif ketiga pukul 22.00 sampai pukul 06.00. Sif pertama dan kedua ada satu petugas yang berjaga. Sif ketiga dijaga dua petugas.
“Ketika malam, selain petugas berkeliling, satu petugas ditempatkan di pos yang ada di belakang,” ujarnya, sambil mengantarkan Jawa Pos Radar Bromo ke rumah kedua korban.
Namun, kemarin rumah para korban sepi. Mereka sedang keluar rumah dan ada yang bekerja. Rumah kedua korban berdekatan. Saling berhadapan. Namun, tidak tepat persis di depan.
“Rumah Bu Allda berada di samping pekarangan yang pagarnya dibobol. Sementara, rumah Pak Ridwan berada di depan pekarangan,” jelasnya.
Ketika kawanan maling beraksi, motor para korban sama-sama diparkir di teras rumah. Teras ini pun dilengkapi dengan pagar yang terkunci. Namun, rupanya gembok pagar itu tak mampu membendung niat jahat para pelaku.
“Motor Bu Allda berjejer di samping mobilnya. Begitu juga satu motor milik Pak Ridwan, dinaikan ke teras di samping mobilnya,” jelasnya.
Pelaku yang membobol pagar, juga sempat memotong tanaman pisang dan membersihkan ranting. Diduga, ini untuk memudahkan mereka membawa kabur motor korban. Semenatra, di balik pagar itu merupakan area pesawahan yang ditanami jagung.
“Di balik tembok ada bekas roda motor. Dimungkinkan pelaku membawa motor korban lewat tembok dan mengarah ke timur menuju Jalan Mastrip,” ujar pria bertubuh kekar ini.
Adanya pencurian ini, dibenarkan oleh Kapolsek Wonoasih AKP Sumardjo. Ia mengaku sudah mendapatkan laporan dari para korban.
“Pagi tadi (kemarin) kami sudah mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi. Termasuk olah TKP. Saat ini tengah kami selidiki lebih lanjut,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando