Apalagi ada indikasi mayat wanita tersebut diduga kuat korban tewas karena dibunuh atau dianiaya. Sebab, hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban, ditemukan bekas lebam pada pundak dan luka di bagian batok kepala atas.
Kapolsek Bantaran AKP Sugeng saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan tanpa busana tersebut. Korban sendiri, sampai saat ini masih belum teridentifikasi. Wajah korban pun juga sudah sulit dikenali.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/23/04/2022/warga-di-tiris-tewas-bersimbah-darah-diduga-korban-pembunuhan/
”Kami masih identifikasi identitas korban. Karena, hasil sidik jari, tidak terbaca. Korban tidak pernah foto rekam elektronik KTP,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Ditanya soal hasil visum atau pemeriksaan luar pada tubuh korban? Kapolsek mengaku, ada bekas luka lebam pada pundak tubuh korban. Kuat dugaan, lebam itu akibat benturan benda keras. Selain itu, ada luka di bagian batok kepala korban.
Hasil pemeriksaan luar ditemukan luka itu, kuat dugaan korban mengalami penganiayaan atau kekerasan yang akibatkan meninggal. ”Dugaan korban meninggal karena dibunuh atau dianiaya masih kami selidiki. Untuk luka lebam dan luka di batok kepala memang benar ada,” terangnya.
Apakah luka lebam di pundak dan di batok kepala mengarah kuat ke tindak kekerasan? Soal itu kapolsek juga belum bisa memastikan. Sebab luka lebam memang bisa saja terjadi akibat benturan.
Begitu juga luka di batok kepala. Ada banyak kemungkinan jika melihat kondisi korban yang sudah dipenuhi belatung dan dibuang di pekarangan. Bisa jadi luka tersebut adalah bekas gigitan hewan.
Pun demikian saat disinggung apakah Mrs X adalah korban pemerkosaan. Kapolsek menyebut, ini juga masih sulit. Tubuh korban yang sudah membusuk, sulit untuk disimpulkan apakah Mrs X diperkosa atau bukan. Misalnya mencari bekas sperma di alat kelamin korban, karena kondisinya sudah lama. Karena, darah saja sudah berubah.
Walau begitu, kapolsek menyebut pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penemuan mayat tersebut. Mulai dari identifikasi identitas korban, penyebab kematian korban dan motifnya. ”Sabar, semua masih proses penyelidikan. Semoga saja bisa segera terbuka lebar ungkap penemuan mayat ini,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, Warga Desa Legundi Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, digegerkan penemuan mayat, Senin (25/4). Dugaan kuat, mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya itu korban pembunuhan. Mengingat, korban ditemukan dalam kondisi tanpa sehelai busana pakaian.
Mayat itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00, di pekarangan belakang pertokoan masuk Dusun Krajan RT 1/RW I, Desa Legundi Bantaran. Sugiono, warga Desa Legundi yang pertama kali menemukan itu mayat tanpa busana tersebut. Warga awalnya mencurigai ada bau busuk dari belakang pekarangan. Ternyata, dilihat ada mayat kondisi sudah mulai membusuk. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin