Kejadian ini bermula saat korban selesai berbuka puasa bersama keluarganya. Sebelum berangkat tarawih, korban sempat mengecek kandang sapi yang berkonstruksi semipermanen di belakang rumah. Setelah merasa aman, korban berangkat tarawih di musala dekat rumah.
Selesai tarawih, korban lantas kembali pulang ke rumah dan mengecek sapi miliknya di kandang. Betapa kagetnya korban jika sapi jantan berwarna merah miliknya sudah tidak berada dalam kandang. “Hilangnya sapi diketahui korban setelah pulang dari tarawih. Saat mengecek kandang sudah dalam kondisi terbuka dan sapinya sudah raib,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi.
Mengetahui hal itu korban kemudian memberitahu kepada perangkat desa setempat. Kemudian perangkat desa membantu pencarian dengan melacak jejak kaki sapi. Arah yang diduga kuat merupakan jejak kaki sapi pun diikuti. Saat melakukan pencarian itulah warga bertemu dengan anggota Polsek Tiris yang sedang patroli. Bersama warga, petugas melanjutkan pencarian.
Bertambahnya jumlah orang yang melakukan pencarian membuat penyisiran dan pelacakan menjadi lebih efektif. Hingga kemudian warga menemukan jejak kaki sapi mengarah pada wilayah hutan di sekitar Dusun Krajan I, Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris. Akhirnya sapi tersebut ditemukan. Sapi itu ditinggalkan pelaku terikat di sebatang pohon.
“Kekompakan warga dan petugas membuat sapi segera ditemukan. Setelah ditemukan sapi jantan warna merah itu kami serahkan kepada korban. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan guna mencari pelaku pencurian sapi yang cukup meresahkan warga ini," bebernya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin