Dari sana, pelaku mengambil sejumlah uang dan rokok. Kawanan maling masuk setelah berhasil merusak gembok roling door warung. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.
Salah seorang putri korban, Indawati, 51, mengatakan, saat itu ibunya berada di musala. Jaraknya sekitar 50 meter di sisi utara rumahnya.
“Yang tinggal di warung yang jadi satu dengan rumah itu hanya ibu. Anak-anaknya, seperti saya tinggal di samping dan belakangnya. Ada rumah sendiri,” ujarnya.
Pencurian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00. Aliyah sudah berada di musala. Beberapa menit kemudian, Indawati menyusul. Saat itulah, ia mengaku melihat ada seorang pria di depan warung. Namun, kondisi warung masih tertutup.
Pria tinggi gemuk itu menggunakan jaket berwarna gelap. Serta, membawa sepeda motor Yamaha Jupiter abu-abu. “Saat saya tanya ngapain, katanya numpang duduk dan rokokan,” ujarnya.
Pria itu pun bergegas membuka jok motornya. Mengambil rokok. “Sepertinya saat itu sudah ada pelaku lain di dalam warung. Namun, saya tidak curiga dan langsung ke musala,” jelasnya.
Usai dari musala sekitar pukul 04.30, Aliyah hendak membuka rolling door warungnya. Namun, ternyata gemboknya sudah raib. “Ibu berpikir lupa mengemboknya. Jadi, tidak curiga,” terangnya.
Setelah membuka pintu dan masuk, korba mendapati beras berserakan. Dari sanalah ia curiga ada tamu tak diundang. “Setelah dicek, uang di kotak uang Rp 1,4 juta hilang. Puluhan rokok di etalase juga hilang. Kerugiannya total Rp 5 juta,” katanya.
Korban pun histeris. Berteriak. Anak-anaknya yang berada di rumah masing-masing segera merapat. “Sekitar pukul 09.30, petugas Babinsa dari Polsek Wonoasih sudah ke sini,” ujarnya.
Namun, ternyata kasus ini belum dilaporkan secara resmi ke Polsek Wonoasih. Kapolsek Wonoasih AKP Sumardjo mengatakan, meski belum ada laporan resmi, anggotanya sudah datang dan mengecek lokasi kejadian. “Kami tunggu perkembangannya,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin