Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sapi Warga Tiris Hilang Ditemukan di Tegalsiwalan Sejauh 15 Kilometer

Fandi Armanto • Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:45 WIB
KETEMU: Sapi limosin  milik Muniri yang dipelihara Mursid. Sapi ini berhasil ditemukan setelah sempat dibawa pencuri, Kamis (21/10) dini hari (Foto : Perangkat Desa Tegalwatu For Jawa Pos Radar Bromo)
KETEMU: Sapi limosin milik Muniri yang dipelihara Mursid. Sapi ini berhasil ditemukan setelah sempat dibawa pencuri, Kamis (21/10) dini hari (Foto : Perangkat Desa Tegalwatu For Jawa Pos Radar Bromo)
TIRIS, Radar Bromo - Bukan hanya aksi pencurian kendaraan bermotor yang kini marak terjai di Kabupaten Probolinggo. Aksi pencurian hewan kini juga patut diwaspadai. Kamis (21/10) dini hari kawanan maling sapi beraksi di Kecamatan Tiris.

Kali ini yang jadi sasaran seekor anak sapi jenis limosin yang diperlihara Mursid, 52. Sapi yang dipelihara warga Dusun Nangger, Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris berhasil dibawa kabur. Beruntung saat melakukan pencarian, sapi berhasil ditemukan di Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan berjarak 15 kilometer dari tempat Kejadian.

Kandang berada satu lokasi dengan rumah Mursid. Rumah berada pada bagian depan menghadap utara. Sementara kandang berada berada di sisi sebelah selatan. Kandang masih berkontruksi semi permanen dengan bangunan kayu dan gedheg. Hanya diisi oleh satu sapi. Sementara saat itu rumah hanya dihuni oleh dirinya bersama istri.

Sebelum kejadian sekitar pukul 02.00, Mursid sempat memberikan makan pada sapi tersebut. Dia juga mengecek untuk memastikan kandang aman. Lalu Mursid masuk ke rumah.

Selanjutnya pada pukul 04.00 saat hendak salat subuh, dirinya kembali mengecek kandang. Betapa kagetnya dia, mengetahui pintu kandang sudah terbuka dan sapi sudah tidak berada di dalam kandang. Spontan, dia langsung memberitahu kepada pemilik sapi, perangkat desa dan tetangga rumah.

“Anakan sapi limosin yang dipelihara Mursid, sebenarnya adalah milik Muniri, berasal dari dusun yang sama. Karena tidak memiliki kandang akhirnya dititipkan untuk pembesaran. Lokasi kandang berada di sisi timur rumah Muniri. Di sekitar tempat kejadian hanya dihuni oleh sekitar 7 kepala keluarga,” ujar perangkat desa Tegalwatu, Giv Almaghni.

Mengetahui pencurian sapi, warga bersama perangkat desa berkumpul. Lantas kemudian membagi dua tim. Di antaranya ke arah timur dan barat tempat kejadian, ruas jalan dan lokasi yang diduga menjadi tempat kawanan maling menyembunyikan sapi dicari bersama.



“Ada belasan yang mencari, bersama-sama melakukan penyisiran dengan mencari jejak sapi. Hingga pagi hari masih belum mendapatkan petunjuk,” katanya.

Pencarian terus dilakukan hingga pada akhirnya tim yang mencari ke arah barat menemukan jejak kaki sapi yang diduga sapi hasil curian tersebut. Beberapa kali jejak kaki sapi hilang, namun kembali ditemukan. Penyisiran pada ladang dan kebun warga juga dilakukan. Hingga pada akhirnya sekitar pukul 13.00 sapi tersebut berhasil ditemukan di tengah kebun milik warga Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan.

“Sekitar 8 jam melakukan pencarian dan penyisiran akhirnya ditemukan di Desa Tegalsono. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari kandang. Saat ini sapi sudah dikembalikan,” terangnya.

Kanitreskrim Polsek Tiris Bripka Ali Yunus mengatakan jika pihaknya belum mengetahui jika ada kasus pencurian hewan di wilayah hukumnya. Sebab belum ada laporan dari desa ataupun pemilik sapi. “Tidak ada laporan yang masuk kepada petugas,” tuturnya. (ar/fun) Editor : Fandi Armanto
#polsek tiris #pencurian sapi