Walhasil, kini Saroin harus merasakan pengabnya sel tahanan. Sementara sang tetangga yang bernama Purwo Widodo harus mendapat perawatan medis lantaran alami luka bacok.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tragedi berdarah itu terjadi Rabu (9/6) lalu. Lokasinya di Dusun Pengkol, desa setempat sekitar pukul 23.00.
Sebelum kejadian, korban Purwo Widodo bersantai di rumahnya. Selang beberapa menit kemudian, pelaku Saroin langsung datang.
Pelaku yang mengalami keterbatasan fisik (maaf hanya memiliki satu tangan), datang tidak dengan tangan kosong. Ia membawa sebilah celurit. Tidak banyak bicara, pelaku langsung membacok tetangganya itu.
"Pelaku membacok korban. Tetapi, oleh korban ditangkis dengan tangan kanannya," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.
Korban yang menangkisnya dengan tangan kosong lantas mengalami luka bacok. Dua luka. Yakni di lengan tangan kanan dan punggung sebelah kanan. "Korban masih bisa diselamatkan. Hanya dua luka yang diderita," kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.
Tak berselang lama, polisi pun mendapat laporan dari warga setempat. pelaku pun langsung diamankan. Olah tempat kejadian perkara digelar. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi. "Pelaku sudah kami amankan. Saat ini sedang dilakukan pendalaman mengenai motifnya," tuturnya.
Kepada polisi, pelaku mengaku korban kerap menggunjingnya dan keluarganya. Pelaku bahkan sempat menegur korban untuk tidak meneruskan kebiasaannya itu.
Tetapi, korban membantah tudingan pelaku. Dan bilang tidak pernah membicarakan pelaku. "Pelaku merasa kesal karena sering dibicarakan korban. Ini lah motif pelaku melakukan pembacokan," tutur Endi.
Masalah tersebut tak kunjung selesai. Bahkan, Saroin merasa setiap kali melihat korban sedang ngopi bersama tetangga-tetangga lainnya, salah satu topik pembicaraannya adalah membicarakan dirinya. "Puncaknya Rabu itu. Pelaku meluapkan kekesalannya terhadap korban," jelas Endi. (sid/mie)
Editor : Muhammad Fahmi