Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Toko Perhiasannya di Pandaan Dibobol hingga 4 Kali, Ini Kata Pemilik

Muhammad Fahmi • Rabu, 2 Juni 2021 | 03:51 WIB
BUKA SEPARO: Kondisi rolling door di toko perhiasan perak milik Yunus usai dibobol kawanan maling, Senin (31/5).
BUKA SEPARO: Kondisi rolling door di toko perhiasan perak milik Yunus usai dibobol kawanan maling, Senin (31/5).
PANDAAN, Radar Bromo-Empat kali toko perhiasan perak miliknya di Pasar Pandaan dibobol maling. Toh, hal itu tidak membuat M. Yunus, 55, merasa kapok. Dia mengaku tetap akan berjualan di Pasar Pandaan.

Yunus mengaku sebenarnya trauma. Namun, dia menganggap peristiwa itu sebagai sebuah musibah. “Sebenarnya trauma. Tapi, ya tidak boleh kapok. Mau bagaimana lagi, sudah musibah. Saya tetap akan berjualan di sini,” katanya.

Yunus bercerita, toko perhiasan perak “Berlian Jaya” miliknya sudah empat kali kemalingan. Yang pertama dan kedua, korban mengaku sudah agak lupa tahun berapa. Yang jelas, saat itu dia kemalingan dua kali dalam setahun. Sementara yang ketiga, terjadi sekitar 3-4 tahun lalu.

Saat kemalingan yang pertama dan kedua, kerugian yang dideritanya tidak terlalu banyak. Lalu, pada kemalingan yang ketiga dia mengalami kerugian Rp 35 juta.

https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/01/06/2021/toko-perhiasan-di-pandaan-ini-sudah-4-kali-dibobol-maling/

 

Kerugian yang terbesar terjadi Senin (31/5), saat tokonya dibobol maling untuk keempat kalinya. Mencapai Rp 50 juta. Hampir semua barangnya pun dibawa kabur pelaku.

“Kemalingan yang keempat ini kerugiannya paling besar. Sekitar Rp 50 juta,” cetusnya saat ditemui di tokonya kemarin di Pasar Pandaan.

Korban pun sempat heran, kenapa tokonya selalu dibobol maling. Kenapa juga maling selalu mengincar toko miliknya. Padahal, toko perhiasan perak, bahkan emas di Pasar Pandaan banyak. Tidak hanya miliknya.

“Kalau langganan membeli tak masalah. Lha ini langganan dibobol maling,” tuturnya.

Yang juga membuat korban sedih, semua pelaku yang membobol tokonya tidak ada yang tertangkap. Mulai pelaku pertama, kedua, dan ketiga.

Karena itu, saat ini dia sangat berharap petugas kepolisian bisa mengungkap pelaku yang membobol tokonya. “Semoga pelaku yang keempat ini bisa cepat terungkap dan tertangkap,” tuturnya.

Yunus sendiri sudah lama berjualan perhiasan perak di Pasar Pandaan. Sejak tahun 1990-an. Awalnya, bapaknya yang berjualan di sana. Setelah bapaknya meninggal, dia meneruskan usaha itu.

Tak heran, pelanggan Yunus sudah banyak. Yang paling jauh, pelanggannya berasal dari Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Dia pun merasa eman kalau harus berhenti jualan. (zal/hn)

 

  Editor : Muhammad Fahmi
#toko perhiasan perak #toko perhiasan pandaan #toko perhiasan dicuri #pencurian toko perhiasan