Belum diketahui orang yang menyerang Sakur. Namun akibat serangan orang tak dikenal itu, Sakur harus mendapat perawatan medis karena alami sejumlah luka bacokan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar bromo menyebutkan, Senin pagi seperti biasa, Sakur hendak ke masjid. Ia hendak mengimami salat di masjid yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.
Namun, baru sekitar 10 meter keluar dari rumah, tiba-tiba dari arah belakang ada seorang membawa senjata tajam yang menyerangngnya. Ia langsung dibacok dari belakang.
Sakur pun tak kuasa untuk menghindar. Ia pun langsung tersungkur bersimbah darah. "Bacoknya dari belakang. Jadi, korban ini kayaknya sudah dibuntuti," kata Subandi, Kepala Desa Pohgading.
Korban disebutkan sempat melihat ke arah pelaku. Namun, korban tak mengenalinya. Sebab, pelaku saat itu mengenakan penutup kepala.
"Pelakunya tidak kelihatan. Yang kelihatan oleh korban hanya pedangnya saja. Setelah itu, korban berteriak minta tolong," ungkap Subandi.
Tak berhenti usai sekali membacok. Pelaku disebutkan sempat beberapa kali menyabetkan pedangnya ke arah korban. "Korban terus berteriak dan berupaya menangkis serangan pelaku. Karena itu, dua jarinya hampir putus dan diamputasi," kata Bandi –panggilan akrab kades-.
Teriakan Sakur pagi itu membuat banyak warga yang keluar. Namun, saat itu, pelaku sudah meninggalkan lokasi kejadian. “Warga datang, pelaku kabur. Oleh warga, korban langsung dilarikan ke rumah sakit purut (RSUD Soedarsono)," imbuh kades.
Korban sendiri sudah dipulangkan dari rumah sakit. Saat ini, korban berada di rumahnya. Pihak kepolisian, juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Beberapa orang, telah diperiksa untuk dimintai kesaksiannya.
Sampai berita ini ditulis, Polsek Pasrepan sendiri belum bisa dimintai keterangan perihal aksi brutal di pagi hari itu. (sid/mie)
Editor : Muhammad Fahmi