Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diajak Ziarah ke Jember, Digorok saat Tertidur di Mobil

Jawanto Arifin • Sabtu, 7 November 2020 | 15:18 WIB
BEBER BUKTI: Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat jumpa pers pembunuhan di desa Bajarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Jumat (6/11) di Mapolres Probolinggo. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)
BEBER BUKTI: Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat jumpa pers pembunuhan di desa Bajarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Jumat (6/11) di Mapolres Probolinggo. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)
PAJARAKAN, Radar Bromo - Pembunuhan yang dilakukan Muhammad Hotim, 40, terhadap Muhammad Hirul, 35, bermula dari komunikasi korban dengan istri pelaku, yaitu S. Awalnya pada pelaku, S mengaku diganggu oleh korban.

Hingga akhirnya istri pelaku mengaku pada pelaku bahwa ada hubungan khusus antara dirinya dengan korban. Karena pengakuan itulah, pelaku emosi dan dendam terhadap korban.

"Korban dan pelaku sudah menjalin hubungan khusus. Dan pengakuannya hubungan itu berlangsung kurang lebih satu tahun. Korban juga terindikasi melakukan pemerasan," katanya.

Bukan hanya itu. Istri pelaku mengaku, korban juga sering main ke rumah pelaku. Itu dilakukan saat pelaku tidak ada di rumah. Pelaku pun makin emosi. Karena itulah, pelaku akhirnya merencanakan pembunuhan pada Senin (19/10).

"Pelaku mengajak korban untuk berziarah ke Jember. Karena sudah kenal lama dengan pelaku, korban pun mau saja," jelasnya.

Photo
Photo
GELAP MATA: Pelaku Muhammad Hotim saat dirilis polisi. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

Saat itu, pelaku meminta istrinya untuk menghubungi korban. Dan hari Senin (19/10) itu, mereka bertiga berangkat ke Jember menggunakan mobil pelaku yaitu Kijang Nopol N 903 RS. Pelaku yang mengemudikan mobil itu.

"Korban duduk di belakang seorang diri. Saat pulang dari ziarah, rencana pembunuhan dilakukan," kata pria dengan dua melati di pundaknya itu.

Saat sampai di Lumajang, pelaku menepikan mobilnya. Korban yang sedang tidur tidak menyadari rencana pelaku. Setelah mobil berhenti, pelaku mengambil golok yang telah disiapkan. Tidak menunggu lama, pelaku langsung menggorok leher korban hingga tewas.

Setelah dipastikan tewas, korban dibawa sampai ke Probolinggo. Mayatnya lantas dibuang di sungai Banjarsawah untuk menghilangkan jejak.

Warga setempat kemudian menemukan mayat korban mengambang di sungai pada Jumat (23/10) atau empat hari setelah dibunuh. "Mayat korban kemudian ditemukan dengan kondisi membusuk mengapung di sungai," jelasnya.

Sejauh ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi mendalami apakah istri pelaku terlibat atau tidak. Saat ini, istri pelaku yaitu S sedang hamil 9 bulan dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelidikan.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 340 subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya yakni hukuman mati atau seumur hidup. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin
#pembunuhan motif asmara #pembunuhan tegalsiwalan #bunuh selingkuhan istri #selingkuh berujung pembunuhan #gorok selingkuhan istri #penemuan mayat banjarsawah #penemuan mayat tegalsiwalan