Meski belum diketahui apakah korban meninggal pasien Covid-19, namun petugas yang mengevakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD).
“Kami masih selidiki meninggal karena apa. Yang jelas, tetap kami perlakukan sesuai SOP (standar operasional prosedur) penanganan Covid-19,” ujar Kanitreskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi.
Jenazah korban sendiri saat ditemukan dalam kondisi tergantung pada bagian atap gazebo. Namun, kakinya masih bisa menyentuh tempat duduk di gazebo. Di samping korban juga ada ikat pinggang yang tergeletak.
Namun, Mugi enggan bersepekulasi korban murni gantung diri atau karena ada sebab lain. Menurutnya, segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Baca Juga: Warga Kejayan Gantung Diri di taman Manula, Evakuasi Gunakan APD
Apalagi, di tempat bersandar dudukan gazebo juga ditemukan tumpukan batu yang terjatuh. Menurut Mugi, bisa jadi batu itu dipakai untuk mengganjal diri korban, dan ikat pinggangnya digunakan untuk mengikat kakinya. Ketika korban gantung diri, ikat pinggangnya lepas dan jatuh.
Hanya saja, sekali lagi, kata Mugi, semua itu hanya kemungkinan. Karenanya, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan. “Banyak faktor. Tapi, untuk lebih jelasnya masih menunggu hasil penyelidikan yang kami lakukan,” ujarnya.
Dari lokasi kajadian, korban yang gantung diri menggunakan tampar warga kuning itu langsung dievakuasi di ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Mugi mengatakan, dari hasil visum pada korban, ditemukan tanda-tanda orang bunuh diri.
“Selain tidak ada bekas luka lainnya, lidah korban menjulur dan sudah biru serta tidak ada jeratan lain selain tali itu (tali tampar yangg dipakai bunuh diri),” ujarnya. Hingga Selasa malam pukul 20.26, jenazah korban belum dibawa pulang keluarganya dan masih di kamar mayat RSUD. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin