Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ada lima warga yang tiba-tiba datang dan bersorak di depan kantor wali kota. “Alhamdulillah. Semoga KPK melibas semua ketidakbenaran di Pemkot Pasuruan. Semua korupsi yang ada di Pemkot Pasuruan segera habis,” kata salah satu warga.
Mereka merupakan warga terdampak Tol Gempol Pasuruan asal Tembokrejo. Aksi yang mereka lakukan ini sebagai bentuk protes karena pemkot dituding tidak berpihak pada mereka.
Dalam pembangunan Tol Gempas, mereka memprotes nilai appraisal yang dianggap tidak adil dan transparan. Warga menilai, ada ketidakjujuran dalam penghitungan nilai ganti rugi yang diterima warga. Sebab, ada rumah yang kondisinya sudah tidak layak, dihargai lebih mahal dibandingkan rumah yang masih baik.
Keberadaan overpass tol yang membuat masyarakat harus melewati jembatan layang, juga diprotes warga. Jalan tol berada di bawah, sementara masyarakat yang hendak menuju dan dari Kota Pasuruan harus melewati jembatan. Mulanya warga mendapatkan informasi jika tol lewat atas. Namun, tiba-tiba ada perubahan.
Munif, salah satu warga menjelaskan, saat itu dirinya telah mengadukan hal itu ke Wali Kota Setiyono. Namun, tak ada solusi yang diberikan Setiyono. “Kami sudah minta keadilan, tapi tak ada hasil. Kami dizalimi, tapi dia tidak berbuat apa-apa untuk kami,” ucapnya dengan terbata-bata.
Karena itu, begitu mendengar ada OTT KPK, warga memberi dukungan. Usman, warga lainnya mengatakan, apa yang dilakukan KPK ini menjawab doa mereka. “Soal tol itu, sampai kami ajukan ke dewan, sampai dibentuk pansus, juga tidak ada jalan. Dan, Wali Kota sama sekali tidak bisa memperjuangkan hak kami,” katanya. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto