Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Terdampak Tol Sujud Syukur Begitu Tahu KPK OTT ke Kota Pasuruan, Kenapa Ya?

Fandi Armanto • Jumat, 5 Oktober 2018 | 13:05 WIB
Photo
Photo
PASURUAN - Ada pemandangan tak biasa pasca tersiarnya kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Pasuruan, Kamis (4/10). Sejumlah warga mendatangi kantor sekretariat pemkot. Mereka melakukan sujud syukur dan bersorak-sorai di depan lobi kantor. Diketahui, mereka adalah warga terdampak Tol Gempol-Pasuruan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ada lima warga yang tiba-tiba datang dan bersorak di depan kantor wali kota. “Alhamdulillah. Semoga KPK melibas semua ketidakbenaran di Pemkot Pasuruan. Semua korupsi yang ada di Pemkot Pasuruan segera habis,” kata salah satu warga.

Mereka merupakan warga terdampak Tol Gempol Pasuruan asal Tembokrejo. Aksi yang mereka lakukan ini sebagai bentuk protes karena pemkot dituding tidak berpihak pada mereka.

Dalam pembangunan Tol Gempas, mereka memprotes nilai appraisal yang dianggap tidak adil dan transparan. Warga menilai, ada ketidakjujuran dalam penghitungan nilai ganti rugi yang diterima warga. Sebab, ada rumah yang kondisinya sudah tidak layak, dihargai lebih mahal dibandingkan rumah yang masih baik.

Keberadaan overpass tol yang membuat masyarakat harus melewati jembatan layang, juga diprotes warga. Jalan tol berada di bawah, sementara masyarakat yang hendak menuju dan dari Kota Pasuruan harus melewati jembatan. Mulanya warga mendapatkan informasi jika tol lewat atas. Namun, tiba-tiba ada perubahan.

Munif, salah satu warga menjelaskan, saat itu dirinya telah mengadukan hal itu ke Wali Kota Setiyono. Namun, tak ada solusi yang diberikan Setiyono. “Kami sudah minta keadilan, tapi tak ada hasil. Kami dizalimi, tapi dia tidak berbuat apa-apa untuk kami,” ucapnya dengan terbata-bata.

Karena itu, begitu mendengar ada OTT KPK, warga memberi dukungan. Usman, warga lainnya mengatakan, apa yang dilakukan KPK ini menjawab doa mereka. “Soal tol itu, sampai kami ajukan ke dewan, sampai dibentuk pansus, juga tidak ada jalan. Dan, Wali Kota sama sekali tidak bisa memperjuangkan hak kami,” katanya. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto
#setiyono #kpk segel ruangan pemkot pasuruan #ott kota pasuruan #pemkot pasuruan #wali kota pasuruan