Mengatur Ritme dengan Casting Jigging

Inneke Agustin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 09:16 WIB
TEPAT SASARAN: Komunitas Mancing Mania Pasuruan memancing di perairan lepas dengan menggunakan metal jig. Nampak salah satu angler memakai teknik casting jigging. (Foto: Untoro Ariyadi/Jawa Pos Radar Bromo)
TEPAT SASARAN: Komunitas Mancing Mania Pasuruan memancing di perairan lepas dengan menggunakan metal jig. Nampak salah satu angler memakai teknik casting jigging. (Foto: Untoro Ariyadi/Jawa Pos Radar Bromo)

TREN memancing terus berkembang dengan lahirnya berbagai variasi teknik kreatif. Salah satu yang kini tengah naik daun dan banyak digandrungi oleh angler adalah teknik Cast Jigging. Sebuah kombinasi antara teknik casting dan jigging.

Casting fishing adalah sebutannya. Sebuah teknik memancing dengan cara melempar umpan tiruan atau umpan hidup menggunakan joran dan reel ke titik tertentu di perairan. 

Teknik ini dinilai sangat efektif untuk memicu adrenalin karena mampu memikat ikan predator agresif baik dari tepi pantai (shore), tebing (rock fishing), maupun dari atas perahu.

Casting jigging berbeda dengan teknik jigging tradisional yang umumnya dilakukan secara vertikal ke dasar laut. Casting jigging menggabungkan seni melempar umpan jauh horizontal layaknya casting menggunakan umpan mainan jenis metal jig.

“Apapun tekniknya, memancing dengan metal jig memang punya tantangan tersendiri. Namun keunggulan utama dari teknik ini adalah aerodinamis umpan. Umpan metal jig khusus casting memiliki bobot yang padat sehingga dapat terlempar sangat jauh menjangkau titik-titik potensial (strike zone) yang tidak bisa dicapai oleh umpan buatan (lure) biasa,” beber Untoro Ariyadi, angler yang tergabung di komunitas Mancing Mania Pasuruan.

Casting jigging ini bisa diterapkan di sungai maupun perairan lepas. Tapi para angler lebih nyaman menerapkan teknik ini di laut. “Apalagi jika memancing di tepi pantai yang berkarang atau sambal berperahu. Begitu melihat target, joran tinggal diarahkan,” beber Untoro.

Pria asal Kelurahan Kebonagung, Purworejo, Kota Pasuruan ini menyebutkan, saat umpan masuk ke air, pemancing akan memainkan ritme gulungan reel (retrieve) yang dikombinasikan dengan sentakan joran (jerking). Gerakan ini menghasilkan aksi umpan yang meliuk-liuk tak beraturan di dalam air, meniru ikan kecil yang terluka atau panik.

“Aksi inilah yang sangat ampuh memicu sifat teritorial dan lapar dari ikan, terutama ikan-ikan predator,” beber Untoro.

Agar teknik ini maksimal, angler disarankan menggunakan peralatan yang mendukung. Tren saat ini menunjukkan banyak pemancing memanfaatkan peralatan kelas Ultralight (UL) untuk mendapatkan sensasi tarikan yang lebih maksimal.

“Penggunaan fluorocarbon leader yang kuat atau wire (kawat) tambahan juga sangat direkomendasikan guna mencegah senar putus akibat tajamnya gigi ikan predator,” terang Untoro.

Bagi Untoro, angler yang menyukai tantangan baru dan ingin merasakan sensasi sambaran ikan yang menghentak keras, teknik cast jigging ini wajib masuk ke dalam daftar eksperimen memancing.

“Apalagi jika sudah prepare dan berangkat di akhir pekan dan pulang bawa ikan. Ini tentu menjadi cerita yang menarik untuk dibawa pulang,” beber Untoro. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
jigging casting bromo fishing mancing