PEHOBI ayam hias tentunya sudah tidak asing lagi dengan ayam kate. Ayam hias ini banyak dipelihara, karena bentuk tubuhnya yang mungil dan keselarasan warna bulu yang memikat hati.
Banyak ayam hias menjadi pilihan penghobi ayam untuk dipelihara dan diternakkan. Sebelum memilih ayam yang akan dipelihara, ada pertimbangan yang dilakukan pehobi ayam untuk menekun kegandrungannya tersebut.
Seperti dilakukan warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Junaidi Abdillah, 48. Ia mengaku memelihara ayam kate, karena ukuran dan warna bulunya.
Junaidi mulai jatuh hati untuk memelihara ayam kate ketika jalan-jalan ke salah satu pasar hewan di Malang. Saat itu, ia melihat seekor ayam dengan ukuran kecil. Bulunya bagus, panjang, dan halus. Ia pun mencari informasi perihal ayam kate.
“Saya menyukai ayam kate sudah lama. Sejak jalan-jalan ke pasar hewan di Malang tahun 1992. Saya tertarik, saya beli dan dipelihara di rumah,” ujarnya.
Ia pun memelihara sepasang ayam kate dalam kandang semi permanen. Dengan perawatan yang baik, tak lama kemudian ayamnya bertelur. Seiring berjalannya waktu populasinya semakin banyak.
Karena kandangnya kecilan, sebagian ayam dijual. Hasilnya digunakan untuk membeli pakan. “Saat itu saya masih kelas XI SMA. Memelihara ayam hanya iseng. Bahkan, saya tidak tahu jenis ayam kate yang dipelihara. Akhirnya tambah banyak dan dijual,” ujarnya, tersenyum.
Kegemarannya memelihara ayam kate konsisten sampai hari ini. Bahkan, ia memiliki kandang khusus yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya. Di sana, Junaidi beternak ayam kate berbagai jenis.
Mulai dari jenis lokalan seperti ayam Kate Mataraman, Batik, Krikil, Walik, dan Leher Gundul (legun). Lima jenis ayam kate ini memiliki perpaduan warna berbeda. Mulai dari warna kuning keemasan, kuning kemerahan, putih keabu-abuan, dan hitam.
Ada juga dua ayam kate impor. Black Mottled dan Black Cabo dari Thailand. Dua ayam kate ini dominan berwarna hitam. “Baik lokal maupun impor, semua jenis ayam kate yang saya pelihara ukurannya sama. Pemeliharaannya juga sama,” ujarnya.
Kini, Junaidi memiliki 73 ekor ayam kate. Katanya, ada beberapa hal yang menjadi daya tarik pehobi ayam hias jatuh hati terhadap ayam kate. Salah sautnya, karena ukurannya yang mungil. Jika diukur dari kaki hingga ekor yang berdiri tingginya maksimal 35 centimeter dengan bobot tubuh maksimal 1 kilogram.
Bentuk tubuh khas kecil dan berbulu tebal. Panjang dan variasi warna bulunya sesuai jenisnya. Keunikan bulunya juga menjadi penanda jenis kelamin ayam.
Seekor ayam kate jantan bentuk tubuh dan bulunya lebih bagus, sehingga menjadi buruan pehobi. Ukurannya yang kecil mungil membuat ayam kate sering disebut ayam boneka atau celengan.
Junaidi menambahkan, ayam kate tidak hanya diburu untuk ternak. Namun, juga sering dikonteskan dengan point penilaian postur tubuh dan struktur tubuh yang ideal.
Serta, keserasian warna, tebal, dan panjang bulu. Tambahan poin penilaian mental si ayam dan nyaring kokoknya. Tak heran jika ayam sudah pernah menang kontes, harganya bisa selangit. Baik indukan maupun anakannya.
“Dari keseluruhan ayam kate yang saya punya, ayam jenis Mataraman yang paling saya sukai. Postur tubuhnya mungil dan kekar. Bulunya juga tebal dan selaras,” ujarnya.
Bagi orang awam, ayam kate tak ubahnya ayam biasa. Namun, bagi pehobi beda cerita. Banyak pehobi yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan buruannya. Seperti dilakukan Mufid El Badru, warga Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Ia mengaku menyukai ayam kate karena unik. Selain mungil, bulnya juga menarik. “Bagi pehobi, bulu dari ayam kate terlihat menarik. Namun, bagi orang awam, tidak ada bedanya dengan ayam biasa,” katanya.
Seorang guru ini mengatakan, kini banyak pehobi di Probolinggo, yang mulai serius memelihara dan berternak kate. Ada yang hanya dibudi daya, ada juga yang dikonteskan. “Kalau sudah memang kontes, harganya bisa terkerek berlipat-lipat,” katanya. (ar/rud)
Tak Hanya Pakan, Bisa Diberi Jamu Herbal
DI balik keunikan tubuh dan warna bulu yang memikat hati, rupanya ayam kate termasuk ayam yang tidak rewel. dapat dipelihara di mana saja. Tidak memerlukan kandang luas dan pakan banyak.
Hanya saja, tetap perlu memperhatikan perawatan yang baik. Agar tetap terawat dan tidak mudah terserang penyakit.
Junaidi Abdillah mengatakan, memelihara ayam ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Pertama, kandang ideal. Agar tubuh ayam dapat bergerak bebas dan leluasa.
Kandang bukan sekadar tempat untuk pembesaran. Tetapi, juga tempat pengembangbiakan jika sudah masuk usia kawin. Kandang yang baik, beralaskan tanah kering berpasir, sehingga lebih menyehatkan ayam.
“Sebenarnya pemeliharaan ayam kate hampir sama dengan ayam hias lainnya. Kandang tidak boleh lembab. Ukurannya harus ideal agar lebih sehat,” katanya.
Dalam hal pemberian pakan dalam pemeliharaan ayam kate, haruslah pas. Pakan yang diberikan berupa dedak, beras jagung, dan konsentrat dengan takaran yang sesuai usia ayam. Pakan ini diberikan setiap hari. Untuk menambah nutrisi, juga dapat dikombinasikan dengan makanan berupa dedaunan.
Misalnya, daun pepaya, pete, singkong, dan kelor. Serta, memberikan selingan makanan buah yang bertekstur lunak. Seperti, pepaya dan alpukat pakan ini diberikan paling tidak seminggu dua kali. Dua asupan makanan ini diberikan kepada ayam agar nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi.
Begitu juga minumnya, harus diperhatikan. Setiap harinya ayam diberikan minum air bersih. Bila air sudah keruh atau kotor, harus segera diganti. Dapat juga memberikan minuman herbal. “Asupan makanan dan minuman ini begitu dibutuhkan, agar ayam tetap bugar. Kesehatannya juga terjaga tidak mudah sakit,” tuturnya.
Kebersihan tubuh ayam juga perlu diperhatikan. Agar tidak mudah terserang penyakit atau virus. Ayam kate setidaknya harus dimandikan seminggu sekali. Setelah selesai dimandikan, dijemur sampai bulu mengering. Pengeringan ini dilakukan paling lama satu jam dengan paparan langsung cahaya matahari.
Saat ayam dijemur, kandang ayam turut juga dibersihkan. Dengan cara menyapu kotoran dan sisa bulu yang berada di dalam kandang sampai bersih. Selanjutnya disemprot dengan cairan desinfektan untuk mencegah adanya virus dalam kandang.
Junaidi menambahkan perawatan yang tepat akan mempengaruhi tumbuh kembang ayam. Jika perawatan betul-betul diperhatikan ayam akan tumbuh seperti yang diinginkan pemilik. Tubuhnya sehat dan lincah, bulunya bersih dan menyala. Serta, mudah berkembang biak saat sudah masuk masa kawin.
“Walaupun terlihat sepele, tetapi perawatan betul-betul harus diperhatikan. Ayam yang memiliki harga selangit karena memang perawatannya baik dan tepat,” ujarnya. (ar/rud)
AYAM KATE
- Ayam kate atau katai atau bantam memiliki ukuran mungil. Jika diukur dari kaki hingga ekor yang berdiri memiliki tinggi maksimal 35 sentimeter dengan bobot tubuh maksimal 1 kilogram.
- Bentuk tubuh khas kecil dan berbulu tebal sering disebut ayam boneka dan celengan.
- Cara pemeliharaan, umumnya sama dengan memelihara ayam pada umumnya. Memperhatikan pakan dan kebersihan kandang.
- Ukurannya yang kecil membuat pemeliharaannya lebih mudah. Tidak memerlukan kandang yang luas serta pakan yang banyak.
- Bentuk tubuhnya mungil, membuat ayam kate sering Point penilaiannya, postur tubuh dan struktur tubuh yang ideal. Serta, keserasian warna, tebal, dan panjang bulu.
Editor : Fahreza Nuraga