Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pehobi Karaoke, Senang Bisa Menghibur Pendengar

Fuad Alyzen • Senin, 29 April 2024 | 02:35 WIB
BANYAK TEMAN: Riris (kiri) bersama koleganya sesama pehobi karaoke.
BANYAK TEMAN: Riris (kiri) bersama koleganya sesama pehobi karaoke.

BERKARAOKE menjadi salah satu hiburan bagi sejumlah orang. Tetapi, bagi pehobinya bukan sekadar hiburan. Berkaraoke menjadi media menyalurkan bakat, melatih suara, dan melepas penat.

Menyanyikan sebuah lagu tak bisa sembarangan. Perlu totalitas dalam menjiwai sebuah lagu. Tanpa itu, sebagus apapun lagu yang dinyanyikan, akan hambar. Karaoke menjadi media paling sederhana bagi penghobi menyanyi dalam menyalurkan bakatnya.

“Saat bernyanyi kita harus menjiwai. Tanpa begitu, lirik yang kita nyanyikan tidak akan terasa,” ujar salah seorang penghobi karaoke Chirel, 49, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kota Probolinggo.

Bisa dipastikan, orang yang suka menyanyi akan menyukai karaoke. Di mana pun tempatnya, jika berkaraoke akan menyukainya. Menurutnya, bernyanyi merupakan luapan perasaan yang disampaikan dengan cara melantunkan syair yang ada dalam lirik lagu yang indah. Apalagi lagu itu mewakili perasaannya.

Menurutnya, berkaraoke lebih terasa jika bernyanyi di tempat umum. Seperti ketika berkumpul bersama komunitas. Berkaraoke di depan banyak orang akan lebih terasa menyenangkan.

MENGHIBUR: Zuhriyo, menghibur dalam acara pernikahan.
MENGHIBUR: Zuhriyo, menghibur dalam acara pernikahan.
ASYIK: Zuhriyo, menyanyi sambil berjoget bersama para penggemarnya ketika tampil di Alun-alun Probolinggo.
ASYIK: Zuhriyo, menyanyi sambil berjoget bersama para penggemarnya ketika tampil di Alun-alun Probolinggo.

Berkaraoke di tempat khusus atau di rumah, kata Chirel, sebenarnya hanya karena ingin melepas penat atau melatih suara. Bila memang tidak suka menyanyi, akan cepat bosan. Selain itu, misalnya suaranya jelek atau buta nada, mereka akan gengsi dan akan menghindari berkaraoke di depan publik.

Bagi yang memang hobi berkaraoke, di mana pun dan dalam kondisi apapun, pasti akan menyukainya. Karena memang bentuknya menyanyi. Apalagi jika semua orang menunjuknya mempersembahkan sebuah lagu dalam panggung musik. “Pasti suka,” ujarnya.

Dengan semakin canggihnya teknologi, kini banyak orang yang membeli sound sistem dan merakitnya sendiri. Kemudian, mengisi hari-harinya dengan berkaraoke di rumah. Tidak harus ke tempat karaoke khusus atau biasa disebut rumah karaoke keluarga.

Dengan sound sistem mini di rumah, hobi berkaraoke bisa tersalurkan. “Sambil nyanyi, nyapu pun jadi enak. Beli microfon yang bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Zuhriyo, 36. Di sela-sela kesibukan mengurus keluarganya, warga Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ini selalu menyempatkan diri mengasah suaranya dengan berkaraoke. Selain karaoke di rumah, ia juga sering di rumah temannya. “Di rumah teman lebih lengkap alatnya. Ada perlengkapan musiknya,” katanya.

Menurutnya, berkaraoke bisa menghilangkan penat. Bahkan, bisa melupakan tanggungan utang, meski sesaat. “Dengan musik yang cocok sembari joget bersama, inilah momen yang paling menyenangkan,” katanya.

Katanya, memang jauh lebih asyik tampil di tempat umum. Letak kesenangannya adalah jika apa yang dinyanyikan bisa menghibur penonton. “Tidak ada lagi kesenangan yang bisa menandingi ini,” katanya.

 

Bisa Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Sebagian masyarakat mungkin tidak mengerti manfaat berkaraoke. Namun, bagi pehobi, manfaatnya lengkap. Mulai dari menjadi hiburan, melepas penat, refreshing, serta melatih suara dan meningkatkan rasa percaya diri.

Warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Riris, 23, mengatakan, bagi pehobi, menyanyi di lokasi mana saja dipastikan bisa menghilangkan penat. Sembari melatih suara dan meningkatkan rasa percaya diri. “Bila kita nyaman saat membawakan sebuah lagu, rasa percaya diri akan meningkat,” katanya.

Bagi pehobi, dikala sudah jarang menyanyi, jangan sampai berhenti. Sebab, suara perlahan akan tertutup lendir di tenggorokan. Bisa dijadwalkan untuk berkaraoke, misalnya sepekan sekali. Bisa juga menyetel sebuah lagu dan mengikutinya. Berkaraoke setiap hari juga tidak masalah, asalkan tidak mengganggu orang lain.

Selama ini, Riris mengaku paling senang menyanyikan lagu-lagu lawas. Ia menyanyikan lagu baru yang sedang ngetren, hanya ketika ada permintaan dari rekan-rekannya yang hendak mendengerkan.

Menurutnya, perbedaan antara lagu baru dan lagu lama sangat terasa. Lagu lawas tidak mebosankan, tidak seperti lagu-lagu baru. “Ya karena mengejar trending itu mungkin ya. Beda dengan seniman dulu,” ujarnya.

Berbeda dengan Zuhriyo, 36. Katanya, sebenarnya lagu lawas dengan lagu yang baru ngetren, harus dilihat jenis musiknya dulu. Misalkan dangdut. Ia mengaku lebih menyukai lagu lawas. Jika gambus dan salawatan, yang lawas ataupun baru, semuanya enak.

“Sekarang jarang berkaraoke di lokasi khusus. Semuanya dibubarkan. Banyak karaoke di rumah bersama teman-teman,” katanya.

 

Pehobi Tidak Perlu LC

Berkaraoke memang identik dengan pendamping lagu atau lady companion (LC). Namun, pehobi tidak memelukannya. LC biasanya hanya digunakan oleh mereka yang “awam” dengan dunia karaoke.

Riris mengatakan, pehobi tidak memerlukan LC. Apalagi, LC identik dengan perempuan dan rawam disalahgunakan. “Sekarang banyak LC yang beralih ke penyanyi dangdut karaoke atau biduan,” katanya.

Sejatinya, kata Riris, LC dibutuhkan bagi orang yang hanya iseng datang ke tempat karaoke keluarga. Mereka yang tidak menguasai untuk mengoperasi alat karaoke, akan lebih mudah dipandu LC.

Namun, akan kurang leluasa dibandingkan saat berkaraoke dengan teman sendiri. Sebab, yang masih membutuhkan LC, berarti mereka yang pemula. Atau, datang ke tempat karaoke hanya untuk melepas penat, bukan untuk melatih suara.

Zuhriyo, menambahkan, sebenarnya keberadaan LC dan tidak, sama saja. Namun, menurutnya semakin banyak teman, keasyikan berkaraoke akan semakin terasa. Sebab, pehobi akan bisa menikmatinya dengan berjoget bersama. “Banyak teman akan semakin senang,” katanya.

Bagi pehobi, sebagian banyak yang mengejar trending dengan mengikuti kompetisi. Seperti kompetisi karaoke dalam momen agustusan. Di sana pehobi akan mengukur hasil latihannya. “Sejauh mana kita melatih suara dengan karaoke,” katanya. (zen/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#karaoke