CUTTING stiker sering menjadi pilihan bagi seseorang dalam memodifikasi kendaraannya. Termasuk bagi perusahaan atau instansi pemerintah untuk menunjukkan identitasnya. Dari sini, muncullah penghobi cutting stiker.
Teknik cutting pada stiker ini dipotong khusus menyesuaikan desain atau bentuk stiker yang sudah dibuat.
Desain stiker yang sudah dicetak pada kertas, dipotong menyesuaikan bentuk menggunakan pisau khusus. Alat yang biasa digunakan untuk memotong stiker die cut biasanya disebut dengan die tool.
Berbagai macam model disiapkan penyedia jasa cutting stiker. Karena, permintaan konsumen juga makin beragam.
Mulai yang menginginkan kendaraannya terlihat lebih keren sampai yang sengaja promosi diri. Karena itu, perajin cutting stiker harus melayaninya sesuai kebutuhan konsumen.
Misalnya, kendaraan dinas kepolisian. Setiap satuan di kepolisian yang memiliki kendaraan dinas akan membutuhkan logo dan nama sesuai devisinya. Contohnya, satuan lalu lintas atau satuan lainnya. Logo dan namanya akan dibuatkan menggunakan cutting stiker.
Memasuki tahun politik, biasanya banyak para calon yang mejeng di kendaraan-kendaraan. Mulai anggota legislatif sampai calon presiden, gambarnya sering terlihat berseliweran di kendaraan-kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Semua itu bisa dibuat oleh penghobi cutting stiker. Syaratnya, modelnya jelas. “Kalau modelnya tidak ada, tidak bisa menentukan. Semua tergantung konsumen, maunya model yang bagaimana,” ujar salah seorang penghobi cutting stiker asal Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Irul.
Bagaimana cara melayani permintaan konsumen sesuai kebutuhannya? Pertama, kata Irul, terlebih dulu mendengarkan kemauannya. Biarkan konsumen menjelaskan secara detail.
Setelah kebutuhan konsumen benar-benar dipahami, Irul mengaku, akan memberikan contohnya. Baik logo, nama, bahkan gambar orang.
“Urusan biaya, tergantung besar kecil ukurannya. Semakin besar dan sulit, pasti akan mahal,” ujar pria 37 tahun ini.
Memang ada cutting stiker yang mudah dibuat. Ada juga yang rumit. Irul mengatakan, semakin banyak warna, pengerjaan cutting stiker akan semakin rumit.
Misalnya, gambar wajah manusia tiga dimensi. Terlebih bila diminta seperti gambar nyata dan seluruh badan dengan pakaian penuh warna. Termasuk rambut sampai aksesoris yang dikenakannya. “Untuk menampakkan seperti gambar manuasi pada umumnya, haruslah dikerjakan teliti,” katanya.
Pada setiap sisi rambut, sisi baju yang tertekuk, kata Irul, memiliki warna berbeda. Misalnya, baju warna hitam, karena dari faktor cahaya akan berwarna keputihan dan ke abu-abuan.
Menggarap stiker untuk kendaraan juga begitu. Misalnya, konsumen meminta ful bodi. Atau, sebuah perusahaan makanan. “Nah, ini juga banyak warna pada gambarnya,” katanya.
Di sini, kata Irul, tingkat ketelitian seorang pengrajin cutting stiker diuji. Sebab, harus menyusun potongan stiker dengan sempurna dan semua itu butuh ketelitian tingkat tinggi. “Rumitnya banyaknya warna yang harus kami rakit satu persatu,” katanya.
Durasi pengerjaan, juga tergantung terhadap rumitnya gambar yang dipesan. Jika membuat gambar manusia penuh warna, akan memakan waktu satu sampai dua minggu. Tingkat kesulitan ini juga menentukan besarnya jasa yang harus dibayar. “Pernah saya mengerjakannya mendapat Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” tuturnya.
Pernyataan senada disampaikan Abdi Ayik, 29. Menurutnya, besaran jasa cutting stiker tergantung tingkat kesulitannya. Jika kesulitannya sampai menguras otak, akan dibiayai mahal.
Menurutnya, antara konsumen dengan pembuat akan membuat kesepakatan sebelum stiker digarap. Termasuk dijelaskan seberapa besar kesulitannya. “Biaya akan mengikutinya,” ujar warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini.
Sajikan Kendaraan Terlihat Kekinian
Bisa memesan stiker sesuai kebutuhan, menjadi kelebih dari cutting stiker. Tak heran banyak konsumen memilih penyedia jasa cutting stiker untuk “menghias” kendaraannya dengan stiker yang dicutting.
Cutting stiker bisa request sesuai kebutuhan. Dengan cutting stiker, kunsumen bisa puas melihat hasilnya. Melihat hasil karya seni yang nempel di kendaraannya.
Seperti diungkap Staff Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, Ginanjar. Ia mengaku selalu memasang stiker di kendaraan dinasnya dengan cara cutting stiker. Dengan cara demikian, kendaraannya bisa berlogo sesuai satuannya. “Kalau pribadi belum pernah. Hanya kepentingan dinas. Hasilnya overall,” katanya.
Dibandingkan stiker jadi, kata Ginanjar, kesannya monoton. Gambar pada umumnya yang sudah terkenal. Seperti gambar animasi, logo dan lainnya. Dengan cutting, gambarnya bisa berbeda. Tidak dimiliki kendaraan lain dan hasilnya memuaskan.
Menurutnya, stiker yang terpasang di kendaraan umumnya bisa dilepas kapan saja. Terutama jika warnanya sudah buram dan jelek. “Jika sesuai apa yang dimau, kan durasi pasangnya akan lebih lama. Ini hanya kepentingan dinas. Jadi lebih lama,” tuturnya.
Pernyataan serupa disampaikan Breni Raharjo. Menurutnya, kendaraan dinasnya bisa dipasang stiker sesuai permintaan. “Logo dan nama kan Lantas Kamsel. Jadi disesuaikan,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Kota ini.
Menurutnya, cutting stiker bisa menampakkan hasil dari sebuah karya seni. Bisa pas dengan gaya kendaraan dan warnanya.
Hasil cutting stiker lumayan bisa bertahan lama. Antara 4 sampai 5 tahun. Karena itu, Breni mengaku lebih memilih jasa cutting stiker untuk kepentingan kendaraannya.
Hasil cutting stiker bisa bertahan lama. Bisa sampai antara 4-5 tahun. Kata Irul, ada pelengket khusus agar stiker tidak mudah mengelupas. “Hobi seni dan bisa menambah penampilan mobil lebik kekinian,” katanya. (zen/rud)
Editor : Jawanto Arifin