DENGAN adanya software komputer, pekerjaan jadi ringan dan cepat. Menggunakan teknologi canggih, kepuasan klien harus tetap nomor satu.
Husni Mubarok menyatakan, kini menentukan ukuran gambar bangunan, garis, dan lainnya tidak harus menguras pikiran untuk konsentrasi.
Seperti gambar manual dulu, garis, ukuran, dan lainnya yang diperoleh dengan pena harus lurus untuk mendapatkan gambar yang bugus.
Saat ini sudah dibantu dengan alat canggih. Dengan beragam software di komputer, mendesain bangunan tinggal menggambar sesuai kebutuhan dan ukuran. Durasi menggambar bisa lebih cepat.
Menurutnya, kepuasan klien harus diprioritaskan. Meski arsitek memiliki sejuta referensi yang kemudian menawarkan desain bangunan tidak sesuai keinginan klien, apalah daya.
“Kami menyediakan referensi desain untuk menentukan keperluan klien,” katanya.
Husni menggambarkan, misalkan ada klien personal. Keluarganya sebanyak berapa orang, itu akan menentukan butuh beberapa kamar tidur.
Ada juga ruang tamu. Karena, dari berapa jumlah orang dalam rumah itu pasti memiliki seorang teman atau lainnya.
Kemudian, ruang keluarga, musala, halaman, luas lahan, dan ruangan lainnya harus dipikirkan. Pastinya klien akan menjelaskan kebutuhan berapa orang yang akan menghuni rumahnya.
Kemauan klien beragam. Ada yang menyukai rumah bertaman, ruang keluarga diperlebar dan lainnya. Arsitek mendesain ini bagaimana sekiranya antara kamar tidur dengan ruang tamu tidak benturan.
“Contohnya, saat ada tamu, pemilik keluar dari kamar mandi, kan tidak etis. Atau keluar dari kamar, dengan kondisi mengantuk, tidak sadar anak dan orang tua menerima tamu, kemudian keluar dari kamarnya dengan kondisi seperti itu, kan juga tidak etis,” katanya.
Begitu juga ruang keluarga. Saat istri atau anak perempuan, bahkan laki-laki yang sedang bersantai dengan mengenakan baju yang membuka aurat.
Ini juga dipikirkan, agar tamu tidak bisa melihatnya. “Jadi tidak mengganggu waktu bersantai saat di rumah,” katanya.
Karena itu, begitu sudah mendapat penjelasan dari kebutuhan klien, arsitek kemudian menggambar desain sesuai kebutuhan.
Selanjutnya, giliran arsitek menjelaskan desain bangunannya sesuai kebutuhan dan kenyamanan nanti desainnya bagaimana.
Yang tergambar pastinya sesuai apa yang sudah menjadi kemauan klien. Arsitek mendesain bangunan itu dengan penuh kenyamanan saat dihuni oleh keluarga klien.
Di sisi lain, yang setiap ruangan yang membutuhkan cahaya matahari, membutuhkan angin, aliran listrik biar aman, saluran air agar tidak mudah bocor, dan kemudian RAB kebutuhan bahan-bahan bangunan.
“Kalau pengembang properti bangunannya terkesan kembar. Jadi, hanya menentukan ukuran luas lahan untuk diisi berapa bangunan,” jelasnya.
Senada disampaikan Catur Zamzami. Ia mengaku menggambar kebutuhan klien sesuai permintaan dan budget.
Jika tidak ada permintaan, biasanya didesain dengan gaya yang sebagus dan kekinian. “Yang penting selalu update tentang pembangunan kekinian,” ujarnya.
Catur mengatakan, kebanyakan klien masyarakat biasa. Namun, kini banyak pemilik kafe yang juga mulai melirik jasanya untuk desain kafe agar lebih estetik.
“Kalau pengembang properti biasanya mereka sudah punya rekanan, bahkan punya tim sendiri yang garap desain,” katanya. (zen/rud)
Berperan Membuat Bangunan Kokoh-Nyaman
HOBI mendesain bangunan ini tentu bisa menghasilkan uang. Bahkan sampai miliaran rupiah. Tergantung tingkat kerumintan desain.
Husni Mubarok mengatakan, mendesain gambar bangunan pasti akan mendapatkan uang dari perolehan kesepakatan gambar bangunan dengan klien.
Harga mendesain bangunan beragam. Mulai Rp 2 juta, bahkan sampai miliaran rupiah. Tergantung dari kesulitan dan kalkulasi gambar.
Misalnya, luasnya berhektare-hektare dan bangunannya ada banyak lantai. Seperti gedung atau hotel. Katanya, mendesain bangunan seperti ini membutuhkan tenaga ekstra dan banyak memakan waktu.
Lokasi lahan juga menentukan. Misalnya, di pegunungan atau dataran tinggi. Arsitek juga harus menghitung desain lahannya yang tidak rara seperti di dataran rendah.
Harus dikalkulasi bangunan yang layak harus dan kokoh harus bagaimana. “Arsitek memiliki peran untuk membuat nyaman saat rumah dihuni,” ujarnya.
Mendesain bangunan dengan tingkat kesulitan tinggi, katanya menjadi tantangan tersendiri. Namun, tingkat kesulitan ini juga menentukan besaran jasa yang harus dibayar klien.
Husni mengaku, selama menjadi arsitek “jalan” yang dilalui tidak selalu mulus. Ada saja pengalaman pahit.
Salah satunya, klien yang mendadak mengurungkan pesanannya, padahal gambar sudah jadi. “Kejadian lainnya juga ada seperti keuangan yang bayarnya sampai lama atau diutang,” katanya.
Salah seorang arsitek asal Kota Probolinggo, Didik, 50, menambahkan, di dunia arsitektur ada patokan harga dan peraturannya.
Biasanya, hitungannya per meter persegi. “Tergantung kesulitan juga,” katanya. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando