TAK hanya mengoleksi barang-barang berkaitan dengan Iwan Fals, dulu Yuwana Puspa Indra juga sering berkumpul dengan sesama anggota OI dari seluruh nusantara. Seperti dalam kegiatan kopi darat ataupun Jambore OI.
Dari Jambore OI pertama, Yuwana membeli sarung yang digunakan Iwan Fals saat manggung. Dari kegiatan-kegiatan itu, ia berusaha bisa bertemu dengan Iwan Fals. Bahkan, rutin berkunjung ke rumah Iwan Fals dan mengirimkan surat padanya.
Nampaknya kecintannya pada Iwan Fals sudah merasuk ke kehidupan sehari-hari Yuwana. Bagaimana tidak, sejak “menembak” hingga menikahi istrinya, Yuwana selalu mencari tanggal yang cocok dengan Iwan Fals.
Seperti ketika menyatakan cinta kepada calon istrinya, Yuwana memilih 16 Agustus 2002. Ini bertepatan dengan hari ulang tahun OI. Lalu, ia melamar sang istri pada 22 Januari 2004. “Sengaja saya pas kan tanggal itu seperti lagu Iwan Fals 22 Januari,” katanya.
Yuwana menikahi istrinya pada 23 Mei 2004. Tanggal ini sama dengan tanggal lahir Bob Dylan, musisi kesukaan Iwan Fals. Bahkan, ketika beli rumah, Yuwana membelinya pada 3 September 2007. “Bertepatan dengan hari ulang tahun Iwan Fals,” katanya.
Tak sampai di sana, empat angka terakhir dari nomor kontak milik Yuwana adalah 3961. Artinya 3 September 1961 yang merupakan hari ulang tahun Iwan Fals.
“Dulu ketika saya masih kerja di Surabaya, bahkan nomor pelat kendaraan saya sengaja saya pesankan. Nopolnya jadi 3961. Saking tergila-gilanya saya dengan Iwan Fals,” katanya.
Begitu pula yang dirasakan oleh Yuli Anisah, 47, seorang penyiar radio. Mulanya ia menyukai lagu Iwan Fals, karena dikenalkan pacarnya semasa SMA.
“Dulu, pacar saya suka lagu Iwan Fals. Jadi, saya ikutan suka. Setiap kali gitaran, pasti yang dinyanyikan lagunya Iwan Fals. Bahkan, dia nembak saya pada 22 Januari. Seperti lagu Iwan Fals yang 22 Januari,” katanya.
Alhasil, sejak itu, Yuli mulai menyukai lagu Iwan Fals dan mengoleksi kaset-kasetnya. Ia juga hafal setiap lagu di album Iwan Fals. Sebelum jadi penyiar radio, Yuli sering request ke radio untuk diputarkan lagu Iwan Fals.
“Kalau lagu yang familiar biasanya diputar. Tapi, kalau lagu-lagu yang agak sulit nyarinya begitu, biasanya tidak diputar. Di sana saya kadang kesal. Akhirnya, saya bercita-cita jadi penyiar radio saja. Agar bisa memutar lagu Iwan Fals sesuai keinginan saya,” kata Yuli.
Ternyata doanya diijabah. Yuli kini telah menjadi seorang penyiar radio. Benar saja, saat bertugas sebagai penyiar, sering memutar lagu-lagu Iwan Fals. “Sampai pendengar radio saya itu paham semua. Pokoknya kalau lagu Iwan Fals diputar sampai lebih dari dua kali, berarti yang sedang jadi penyiarnya Mbak Yuli,” katanya.
Bahkan, sekalipun Yuli sudah menjadi penyiar radio, tak menghentikannya untuk terus mengoleksi kaset-kaset Iwan Fals. “Dulu saya beli per keping lumayan harganya hampir Rp 20 ribu. Padahal gaji saya waktu itu masih Rp 27 ribu. Tapi, ya namanya suka, saya koleksi di rumah. Lalu sebagian juga saya bawa ke kantor,” katanya. (mg/rud)
Editor : Jawanto Arifin