DI Dusun Krangkong, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terdapat sumber air yang begitu istimewa.
Karena, keberadaannya kaya akan manfaat bagi warga. Tak hanya berfungsi sebagai sarana irigasi.
Sumber air tersebut, juga dipercaya memiliki khasiat untuk obat. Bahkan, berpotensi untuk dijadikan tempat wisata.
Warga menyebutnya Sumber Kidul. Untuk menuju ke lokasi, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 1,2 kilometer dari ruas jalan nasional Surabaya – Malang.
Sementara, jarak dari kantor balai desa setempat, hanya sekitar 500 meter.
Akses menuju Sumber Kidul, cukup mudah dijangkau. Karena jalurnya sudah berpaving. Hanya saja, terbatas untuk pejalan kaki atau pengendara roda dua.
“Sumber Kidul sudah ada sejak dahulu. Airnya alami dengan debit air yang relatif stabil, bahkan ketika musim kemarau,” kata Kepala Desa Ngadimulyo, Nurhadi.
Menurut Nurhadi, air sumber muncul dari bawah tanah dan bebatuan.
Letaknya, berada di bawah area persawahan, tepi Kali Krangkong. Sebagian air yang mengalir dari sumber, ditampung menggunakan tandon.
Sebagian lainnya, dialirkan ke kolam yang dahulu masih berupa batu. Namun, bebatuan itu kini telah dibangun dengan cara disemen. Sehingga, bentuknya menyerupai kolam renang.
Kolam tersebut memiliki panjang sekitar lima meter. Dengan lebar, empat meter. Sementara ke dalamannya, hanya satu meter.
“Dahulu, kolam tersebut digunakan untuk mencuci tebu. Sekarang, banyak dimanfaatkan petani untuk mandi sepulang dari sawah. Serta, anak-anak sepulang dari sekolah,” sampainya.
Meski tampak sederhana, Sumber Kidul memiliki daya tarik tersendiri.
Kawasan sekelilingnya yang rindang, membuat angin berhembus semilir. Tampak sejuk dan menyegarkan.
Keunikan lainnya, air dari Sumber Kidul dipercaya sebagai obat yang mujarab. Mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Tak heran, jika sumber setempat menjadi jujukan peritual.
“Terutama penyakit non medis. Mereka datang dari wilayah Pasuruan,” katanya.
Masyarakat percaya, Sumber Kidul dijaga oleh makhluk gaib, berupa ular. Bahkan, beberapa warga pernah melihatnya.
Meski sosok tersebut, tidak pernah mengganggu pengunjung yang datang.
“Tidak ada pantangan untuk berkunjung. Namun, tetap harus menjaga sopan santun,” imbuh dia.
Untuk Irigasi dan Pemenuhan Air Bersih
Keberadaan Sumber Kidul, benar-benar membawa berkah tersendiri bagi warga. Tidak hanya untuk warga Dusun Krangkong yang menjadi lokasi sumber semata.
Tetapi juga, untuk warga di dusun lain yang berada di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo.
Karena airnya, berfungsi untuk irigasi ke persawahan. Serta untuk pemenuhan air bersih warga di desa setempat.
“Dari sumber utama yang berada di dalam tandon, air diteruskan ke rumah warga melalui pipa-pipa dan pompa untuk pemenuhan air bersih. Pengelolanya dilakukan oleh HIPPAM,” jelas Kepala Desa Ngadimulyo, Nurhadi.
Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga, berlangsung 24 jam. Bahkan, ketika musim kemarau sekalipun.
“Debit airnya, cenderung stabil. Ini menjadi keunggulan Sumber Kidul,” bebernya.
Dahulu, saat zaman penjajahan Belanda, air dari Sumber Kidul dimanfaatkan untuk mencuci tebu.
Karena saat itu, kawasan sekitar memang merupakan perkebunan tebu. Namun kini, telah berubah. Menjadi area persawahan.
Di mana, pertanian di kawasan setempat, tumuh subur. Lantaran airnya melimpah. Setahun, bisa panen tiga kali.
“Banyak manfaat yang dirasakan warga dari keberadaan Sumber Kidul ini,” ungkap Hadi-sapaan akrabnya.
Memiliki Potensi Wisata
Sumber Kidul sebenarnya memiliki potensi wisata. Bila keberadaannya dikembangkan dan dikelola dengan baik.
Buktinya, beberapa tahun lalu, kawasan setempat sempat ramai. Menjadi menjadi jujukan warga untuk berwisata murah.
Sayangnya, wisata yang sempat dirintis kalangan pemuda di Dusun Krangkong, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo itu, mati suri.
Hanya menyisakan warung kopi yang bertahan hingga saat ini.
“Kalangan pemuda sempat merintisnya menjadi wisata desa sejak 2022 lalu. Pengunjung bisa bersantai menikmati semilir udara di sini sembari ngopi atau cangkrukan di sini. Karena ada warkop yang diri. Sayangnya, kondisi tersebut vakum untuk saat ini,” ungkap Rizal Akbar, salah satu pemuda desa setempat.
Wisata yang ditawarkan, berupa susur sungai. Yakni menyusuri sungai setempat, untuk kemudian mandi dan menikmati sumber alami.
Setelah itu, wisatawan bisa bersantai di warung kopi setempat.
“Mereka bisa menikmati aneka minuman dan makanan. Kopi, es serta camilan yang harganya sangat terjangkau,” sampainya.
Ia tak memungkiri, kawasan setempat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wahana wisata alam.
Namun, dibutuhkan dukungan pemerintah. Agar lebih maksimal dalam pembangunannya.
“Selama ini, masih swadaya dari kalangan pemuda. Seandainya ada support dari pemerintah, tentu hasilnya akan lebih maksimal,” tukas dia. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin