SEBUAH sumber air yang berada di Dusun Lumbang Krajan, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, memberi banyak manfaat bagi warga.
Tidak sekadar untuk sarana irigasi pertanian dan juga sarana air minum.
Konon, warga percaya air dari sumber tersebut, berkhasiat untuk obat.
Namanya Sumber Kaligopet. Lokasinya, berada di sebelah selatan ruas jalan Pandaan-Trawas, Dusun Lumbang Krajan, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Sekitar 75 meter hingga 100 meter dari jalan raya.
Sejak dahulu, sumber itu sudah ditemukan warga. Keberadaannya pun, banyak memberi manfaat untuk warga sekitar.
“Sebenarnya, banyak sumber air yang ada di Lumbangrejo ini. Namun, Sumber Kaligopet merupakan yang terbesar. Airnya bersumber dari mata air alami, yang berada di lereng Gunung Welirang,” kata Kepala Dusun Lumbang Krajan, Krajan Sugik Dono Purnomo.
Air dari Sumber Kaligopet muncul disela-sela tanah dan bebatuan. Sekelilingnya, terdapat berbagai jenis pohon.
Suasana rimbun pun tercipta. Hal ini, berdampak terhadap keberlangsungan air dari sumber setempat.
Di mana, air sumbernya tidak pernah habis. Bahkan, ketika musim kemarau sekalipun.
Menurut Sugik, Sumber Kaligopet berada di area lahan milik Perhutani. Jaraknya yang dekat, membuat sumber setempat, bisa dijangkau dengan jalan kaki ataupun motor.
“Airnya jernih, segar dan cukup dingin. Hampir tidak berubah sejak dahulu. Hanya memang, volumenya berkurang, ketika masuk musim kemarau,” bebernya.
Di balik keunggulannya, Sumber Kaligopet menyimpan kisah mistis yang melegenda.
Kepala Desa Lumbangrejo, Cipto Roso menguraikan, Sumber Kaligopet dikenal sebagai sumber keramat dan juga angker.
Konon, dahulu pernah ada orang yang membawa pulang ikan dari Sumber Kaligopet.
Sesampainya di rumah, orang tersebut meninggal secara mendadak.
“Selain itu, beberapa warga, pernah melihat makhluk gaib berwujud nenek-nenek dan ular di areal lokasi Sumber Kaligopet. Mereka percaya, sosok tersebut merupakan penunggu sumber ini,” ungkapnya.
Meski begitu, pamor Sumber Kaligopet tak meredup. Banyak warga yang menjadikan kolam alami di area sumber setempat, untuk mandi.
Terutama saat siang hari hingga sore hari. Khususnya, kalangan anak-anak dan pelajar.
“Tidak ada pantangan datang dan mandi ke sumber ini. Tapi tetap harus berhati-hati dan jaga sopan santun. Karena tempatnya angker,” sampainya.
Jadi Jujukan Para Peritual
Karena dikenal keramat, Sumber Kaligopet menjadi jujukan para peritual. Mereka yang datang, tidak hanya dari sekitaran Pasuruan.
Tapi juga banyak pula dari luar daerah. Seperti Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Gresik dan daerah lain.
Para peritual tersebut datang ke Sumber Kaligopet, di hari-hari tertentu. Misalnya, pada malam Kamis Jumat Kliwon dan malam Kamis Jumat Legi.
“Ini dikarenakan, air dari sumber dipercayai dapat menyembuhkan penyakit yang beragam. Serta mampu menghilangkan aura-aura negatif. Ritualnya mandi kembang seperti jamasan, ditengah malam,” beber Kepala Desa Lumbangrejo, Cipto Roso.
Selesai mandi ritual, tak jarang mereka mengambil air dari sumber. Air tersebut dimasukkan ke dalam botol atau jeriken. Untuk kemudian, dibawa pulang.
Saat memasuki bulan Ruwah dan Suro pada penanggalan Jawa, para peritual yang datang, semakin ramai.
Jumlahnya bisa dua kali lipat, bahkan lebih dari biasanya. “Itu bagi yang percaya saja. Mereka datang berbondong-bondong ke sini. Kami dan warga lainnya tidak melarang. Karena hal itu, urusan pribadi masing-masing,” ungkapnya.
Juga Dimanfaatkan Irigasi dan Perumdam
Kejernihan dan debit airnya yang relatif stabil, membuat air Sumber Kaligopet banyak dimanfaatkan warga.
Salah satunya, untuk irigasi persawahan milik petani sekitar maupun di bagian hilir.
Seperti persawahan yang ada di Desa Lumbangrejo, Kelurahan Prigen hingga Desa Gambiran, Kecamatan Prigen.
“Luberan air dari sumber ini, untuk irigasi sawah warga. Tak heran, jika sawah-sawah petani hingga hilir, menjadi subur,” jelas Kepala Desa Lumbangrejo, Cipto Roso.
Selain untuk irigasi, air dari Sumber Kaligopet ini juga dimanfaatkan oleh Perumdam Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan.
Dari situ, air dikelola untuk dialirkan ke rumah-rumah pelanggan yang berada di wilayah Kecamatan Prigen. Hal itu, berlangsung sejak dahulu hingga sekarang.
“Jadi, sumber air ini, kaya manfaat. Karena juga, dimanfaatkan untuk Perumdam. Air yang keluar dari sumber, kemudian masuk ke dalam tandon. Lalu dari tandon dialirkan lagi melalui pipa-pipa untuk disalurkan ke pelanggan,” paparnya. (rizal fahmi syatori/one)
Editor : Jawanto Arifin