Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Segarnya Sumber Karmina, Sumber Air di Purwodadi Pasuruan yang Kaya Akan Manfaat

Rizal Syatori • Sabtu, 28 September 2024 | 21:05 WIB
JERNIH: Sumber Karmina yang airnya begitu jernih. Air tersebut ditampung dalam sebuah bak beton.
JERNIH: Sumber Karmina yang airnya begitu jernih. Air tersebut ditampung dalam sebuah bak beton.

DI Dusun Parelegi, Desa/Kecamatan Purwodadi ada sumber yang airnya sangat jernih. Sumber air tersebut, bahkan menjadi salah satu yang terbesar di wilayah setempat. Konon, selain menyegarkan, airnya juga bermanfaat untuk obat.

Warga menyebutnya Sumber Karmina. Keberadaan sumber air ini, sangat masyur di kalangan warga Purwodadi. Karena memiliki air yang begitu jernih dan alami.

Air dari Sumber Karmina ini, keluar di bawah Pohon Loh. Kolam kecil segi empat, menampung air dari sumber.

Sejak beberapa tahun terakhir, warga menembok dan memasangi atap pada bagian sumber setempat.

SEGAR: Kasun Parelegi, Agung Wahyu Wibowo menikmati kesegaran air dari Sumber Karmina. Air dari Sumber Karmina dipercaya sebagai obat.
SEGAR: Kasun Parelegi, Agung Wahyu Wibowo menikmati kesegaran air dari Sumber Karmina. Air dari Sumber Karmina dipercaya sebagai obat.

“Sejak dahulu, air begitu melimpah. Bahkan, ketika kemarau seperti sekarang ini pun, tak pernah kering,” kata Untung, 66, warga Dusun Parelegi, Desa/Kecamatan Purwodadi.

Menurut Untung, Sumber Karmina banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi.

Tak hanya bagi petani yang baru pulang dari ladang. Tetapi juga, masyarakat sekitar yang ingin menghabiskan waktu luang, untuk mandi.

Tak hanya sekedar mandi biasa. Karena tak jarang, sumber setempat dimanfaatkan untuk melakukan ritual.

Konon, air dari sumber, dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Terutama, bagi mereka yang menderita penyakit kulit.

“Air dari Sumber Karmina ini, dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit. Dahulu, banyak yang datang untuk melakukan ritual. Namun sekarang, sudah jarang. Kebanyakan, mereka mengambil airnya untuk kemudian dimasukkan ke botol atau jeriken, agar bisa dibawa pulang,” sampainya.

Tak hanya warga sekitar. Karena banyak pula, warga luar Purwodadi yang mengambil air setempat, untuk mengharapkan kesembuhan dari penyakit yang menerpa.

“Ada yang percaya, Sumber Karmina ini, dijaga oleh sosok perempuan tua yang berasal dari bangsa halus. Bahkan, beberapa warga pernah melihat penampakan sosok tersebut, meski sebenarnya tidak mengganggu,” jelasnya.

 

Disalurkan ke Rumah Warga Untuk Pemenuhan Air Bersih

Karena kejernihannya, banyak warga yang mengambil air dari Sumber Karmina. Apalagi, airnya begitu melimpah. Bahkan, ketika kemarau, seolah tak pernah kering.

Air dari sumber setempat, disalurkan menggunakan pipa, ke rumah-rumah warga yang ada di Dusun Parelegi. Melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), warga pun bisa merasakan kesegaran air Sumber Karmina.

Program Pamsimas itu, mulai direalisasikan 2018 silam. Dan warga, mulai bisa menikmati air sumber dengan mudah, sejak Pamasimas setempat beropasi, tahun 2019 lalu.

“Penggagasnya adalah Pemdes. Sementara, pengelolaannya dilakukan Pamsimas Sumber Karmina. Airnya dialirkan ke sambungan rumah warga, sebanyak 485 KK di Dusun Parelegi,” beber Kades Purwodadi, Mulyono.

BANYAK MANFAAT: Kades Purwodadi, Mulyono menunjukkan keberadaan sumber air Karmina.
BANYAK MANFAAT: Kades Purwodadi, Mulyono menunjukkan keberadaan sumber air Karmina.

Selain ke rumah warga, air sumber juga mengalir ke fasilitas umum dan tempat ibadah. Tak kurang, ada 22 lokasi.

Seperti musala, masjid, sekolah, madin hingga makam. Airnya mengalir lancar, selama 24 jam. Tak hanya untuk mandi, karena bisa dimanfaatkan pula, untuk masak dan mencuci.

“Hasil dari pengelolaan Pamsimas ini, selain untuk operasional juga berkontribusi dalam menghimpun PAD bagi Desa Purwodadi,” imbuhnya.

 

SETAPAK: Akses menuju Sumber Karmina yang bisa dilalui dengan jalan kaki, sekitar 150 meter.
SETAPAK: Akses menuju Sumber Karmina yang bisa dilalui dengan jalan kaki, sekitar 150 meter.
 

Potensi Besar di Sektor Wisata

Jarak menuju Sumber Karmina, hanya sekitar satu kilometer dari ruas jalan nasional jurusan Surabaya – Malang. Aksesnya mudah, karena telah dipaving.

Tak hanya untuk roda dua. Sebab, roda empat pun bisa dengan mudah untuk menuju lokasi.

Pengunjung akan melewati perkampungan penduduk, jika hendak ke lokasi. Hingga perkampungan terakhir, pengunjung bisa melaluinya dengan berjalan kaki.

Namun, tak perlu khawatir. Karena jaraknya cukup dekat. Hanya sekitar 150 meter.

“Aksesnya mudah. Karena jalannya sudah berpaving dan beton rabat. Setibanya di Sumber Karmina, pengunjung bisa langsung mandi ataupun main air,” urai Kasun Parelegi, Desa/Kecamatan Purwodadi, Agung Wahyu Wibowo.

Menurut Agung, Sumber Karmina memang memiliki potensi wisata. Karenanya, pengembangan wisata akan direalisasikan.

Seperti dengan penyediaan sarana penunjang. Seperti warung kopi yang disiapkan bagi pengunjung, agar bisa menikmati alam.

Menginggat, kawasan setempat, memiliki udara sejuk. Tanaman yang rindang, membuat suasana terasa nyaman. Ia yakin, pengunjung akan betah, untuk berlama-lama di lokasi.

“Rencana kami dan para pemuda dusun, akan mengembangkan kawasan di sini sebagai tempat wisata bernuansa alam. Mudah-mudahan, hal itu bisa terealisasi,” sampainya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #sumber air #Purwodadi