Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sumber Suko yang Airnya Tak Pernah Surut, Dipercaya Bisa Sembuhkan Sakit

Ronald Fernando • Sabtu, 29 April 2023 | 16:09 WIB
SUMBER UTAMA: Mata air Sumber Suko, sekelilingnya di tembok dan diatasnya di tutup seng berada di Dusun Beji Kidul, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari.
SUMBER UTAMA: Mata air Sumber Suko, sekelilingnya di tembok dan diatasnya di tutup seng berada di Dusun Beji Kidul, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari.
Sumber Suko merupakan salah satu mata air alami di Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Berada di Dusun Beji Ledok.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

YA, nama sumber air itu memang sama dengan nama desa tempat sumber air berada. Karena itu, diyakini ada keterkaitan khusus antara sumber itu dengan Desa Sumbersuko. Sayangnya, tidak diketahui apa keterkaitan tersebut.

Photo
Photo
JAUH DARI PEMUKIMAN: Lokasi Sumber Suko jaraknya sekitar 600 meter dari kantor Desa Sumbersuko. Debit air Sumber Suko tak pernah surut. Baik di musim penghujan, juga musim kemarau.

“Dari namanya yang sama, pasti ada hubungan historis antar sumber tersebut dengan keberadaan desa ini. Tapi cerita pastinya seperti apa tidak ada yang tahu. Termasuk saya dan warga di sini,” terang Kades Sumbersuko Susilo Hadi.

Yang diketahui warga hanyalah, debit air Sumber Suko tak pernah surut. Bahkan, tidak pernah berkurang. Baik di musim penghujan, termasuk di musim kemarau.

Karena itulah, sampai saat ini Sumber Suko menjadi jujukan warga setempat untuk mandi. Terutama warga yang baru pulang dari sawah atau tegalan.

Memang, di dekat sumber air itu ada kolam kecil. Juga pancuran yang mengalir dari pipa. Lalu di sebelahnya ada surau yang dibangun swadaya oleh warga setempat.

Saat malam hari hingga menjelang pagi, Sumber Suko banyak dimanfaatkan untuk mandi ritual. Terutama oleh warga dari luar desa. Seperti dari Surabaya, Sidoarjo, Malang dan lain-lain.

Susilo Hadi menyebut, memang Sumber Suko dikenal hingga keluar daerah. Sebab, airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Photo
Photo
SERING DIPAKAI RITUAL: Sebagian orang mempercayai air Sumber Suko bisa menyembuhkan penyakit. Karena itu, cukup banyak warga dari luar daerah yang datang untuk mandi ritual. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

“Itulah mengapa, banyak yang mandi ritual di sini. Terutama pada Kamis malam Jumat, seringkali orang dari luar daerah datang ke sumber ini untuk mandi ritual. Tapi itu bagi yang percaya saja,” tuturnya.

Sementara bagi warga Desa Sumbersuko sendiri, air dari sumber ini dipakai memenuhi kebutuhan akan air bersih. Dari sini, air disalurkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa yang dibangun secara swadaya.

Anton, 43, warga setempat menuturkan, sumber air ini diberi nama Sumber Suko oleh warga sekitar. Sebab, dulu di sekelilingnya banyak terdapat pohon suko.

Sampai kini pun, pohon suko masih ada di sekitar sumber air itu. Namun, Namun jumlahnya tidak sebanyak dulu. Hanya tinggal beberapa pohon saja.

“Karena banyak terdapat pohon suko, warga menyebut sumber air ini dengan Sumber Suko. Cerita yang saya dapat seperti itu,” ujarnya. (rizal fahmi syatori/hn)

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Air dan Kolam Kurang Terawat 

Meski jadi jujukan warga sekitar untuk mandi. Bahkan, kerap dijadikan tempat untuk mandi ritual oleh warga dari luar daerah. Namun, kondisi Sumber Suko kurang terawat.

Di kolam banyak dedaunan yang jatuh dari pohon. Juga dasar kolam ada sedimen tanah halus yang cukup tebal. Sementara itu, sumber air hanya dikelilingi tembok sederhana. Dengan bagian atas ditutup seng yang di sekelilingnya ditumbuhi rimbunan alang-alang.

Warga yang mau mandi biasanya membersihkan sendiri kolam tersebut. Baru kemudian dipakai mandi.

“Jadi kalau kotor, warga yang mau mandi atau yang datang melakukan ritual biasanya masing membersihkan sendiri kolam ini,” ujar Anton, 43, warga sekitar.

Beruntung, akses jalan menuju kolam sudah diterangi lampu. Sehingga, saat malam warga tidak kesulitan ke lokasi. Hanya memang, lokasi itu bisa Cuma bisa dijangkau kendaraan roda doa atau jalan kaki.

“Kalau malam hari menuju ke sumber dan sekitaran sumber, terdapat lampu penerangan. Jadi tidak gelap,” tuturnya.

Sementara warga yang membawa mobil, harus parkir di kampung terakhir. Baru kemudian jalan kaki ke lokasi. Jaraknya sekitar 600 meter dari kantor Desa Sumbersuko. Sementara dari perkampungan terakhir di Dusun Beji Ledok, melewati jalan paving dan makam umum dusun setempat. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Ronald Fernando
#hikayat sumber suko #mata air sumber suko