Banyak cara dipilih untuk menghilangkan penat setelah bekerja. Syamsul Arifin, 33, perangkat Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, memilih cara ngetrail hingga ke luar daerah.
Achmad Arianto, Tiris, Radar Bromo
DERU motor dan jalur ekstrem sudah tak asing bagi Syamsul Arifin. Motor trail yang dikendarai seolah telah menjadi sahabat baginya. Hampir setiap bulan atau setiap libur panjang, motor tersebut digeber melintasi jalur yang menantang untuk ditaklukkan.
Arifin–sapaan akrabnya–sangat menyukai motor sejak SMP. Namun dia baru dapat mengendarai motor saat SMA. Menggunakan kendaraan itulah kemudian dia berangkat sekolah.
Rumahnya yang berada dataran tinggi, membuatnya tertarik untuk belajar motor kopling. Baginya motor kopling merupakan kendaraan yang cocok digunakan di tempat tinggalnya yang memiliki jalan tanjakan, turunan, dan tikungan ekstrem. Khas jalan wilayah pegunungan.
Kecintaannya pada motor kopling ini kemudian membawanya tertarik untuk mengendarai motor trail. Motor yang memang khusus untuk jalur ekstrem.
Baca Juga: Banyak Jalan di Desa Wedusan, Kecamatan Tiris Probolinggo yang Makin Aman Dilintasi
“Menyukai motor trail sebenarnya sudah sejak lama. Tapi baru turun ke jalur trail sejak tahun 2018,” katanya mengawali cerita.
Perangkat Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, ini menuturkan, hobi ngetrail dilakukan saat sedang libur. Namun setiap harinya dari rumah ke kantor desa atau ke tempat lainnya, dia sering menggunakan motor trail.
Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, ruas jalan di desanya masih berupa makadam. Sehingga motor trail adalah motor yang cocok untuk digunakan.
Setiap hari menggunakan motor trail, membuat Arifin terampil menggunakan motor yang identik dengan medan lumpur tersebut. Hingga dirinya tertantang untuk mengikuti event trail dengan trek yang menantang, sekaligus menguji keterampilannya mengoperasikan motor.
Baginya, ngetrail bukan hanya sebuah hobi. Dapat menaklukkan medan ekstrem seperti lumpur dan sungai memberikan kepuasan tersendiri dan memicu adrenalin. Selain itu, juga dapat menjadi sebuah wadah komunitas yang memiliki ikatan kuat. Satu jalur saudara selumpur.
“Dari kebiasaan menggunakan motor trail itulah kemudian tertarik untuk mengikuti event trail. Selain untuk hiburan juga untuk mengasah ketangkasan,” ucapnya.
Kegiatan motor trail tidak bisa dilakukan begitu saja. Selain harus terampil, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan lebih dulu. Mulai dari kondisi fisik yang prima. Sebab aktivitas trail sangat menguras tenaga.
Kemudian menyiapkan motor yang akan digunakan selama ngetrail. Kondisi mesin harus baik, rem motor harus pakem, ban dan gir serta perlengkapan motor lainnya harus dalam kondisi baik.
Serta tak kalah pentingnya adalah perlengkapan keamanan untuk pengendara. Mulai helm, pelindung tangan dan kaki, serta sepatu. Perlengkapan ini diperlukan untuk menjamin keamanan pengendara saat terjatuh di jalur ekstrem.
“Sebelum turun jalur, harus ada persiapan. Mulai dari motor, pakaian yang dikenakan, hingga peralatan darurat. Kegiatan ngetrail di jalur ekstrem memiliki risiko tinggi cedera,” bebernya.
Arifin mengatakan, hobi ngetrail ini dilakukannya hampir setiap bulan. Mulai dari ngetrail solo hingga berkelompok melintasi jalur di sekitar wilayah Kabupaten Probolinggo. Aktivitas ini dilakukannya hanya untuk menyalurkan hobi dan mengasah keterampilan.
Selain itu, dirinya juga sering mengikuti event trail. Baik di sekitar wilayah Kabupaten Probolinggo. Hingga keluar daerah yang tentunya menyuguhkan tantangan medan trail dan track yang menguji ketangkasan berkendara.
“Kegiatan trail sudah banyak yang diikuti. Baik hanya ngetrail untuk latihan. Hingga event,” beber penyuka dangdut ini.
Dari seluruh event yang pernah diikuti, Arifin sangat menyukai Event Trabas Jalur MAT tahun 2019. Jalur yang dilalui sangat panjang, sekitar 128 kilometer. Start dari Kota Malang sampai ke Gunung Bromo.
Event ini dijalani selama dua hari berturut-turut. Oleh sebab itu, persiapan menyeluruh dilakukan baik persiapan kendaraan, peralatan, fisik, dan mental.
“Ngetrail atau trabas bukan hanya balapan. Namun menjadi salah satu cara yang dapat menjalin solidaritas. Yang perlu diperhatikan saat ngetrail adalah keselamatan, safety riding, dan jaga etika selama berpetualang,” pungkasnya. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi