Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Melihat Lokomotif CC300 di Depo DJKA Bangil

Muhamad Busthomi • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:03 WIB

 

Lokomotif CC 300 saat parkir di Depo DJKA Bangil. (M Busthomi/ Radar Bromo)
Lokomotif CC 300 saat parkir di Depo DJKA Bangil. (M Busthomi/ Radar Bromo)

 

Beratnya 120 ton. Tubuhnya lebih panjang dari lokomotif biasa. Dan ia baru saja menempati sebuah kawasan yang selama ini tertutup untuk publik. Ini bukan kereta biasa, CC300, loko yang belum diketahui banyak orang.

MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo

DARI luar, kawasan itu tampak biasa saja. Rel-rel membentang lurus di sisi utara Stasiun Bangil. Tidak banyak orang lalu lalang. Sesekali hanya terdengar suara logam beradu dan langkah petugas yang memeriksa jalur.

Tapi begitu masuk lewat pagar yang selama ini tertutup untuk publik, pemandangannya berubah. Di salah satu jalur penyimpanan, sebuah lokomotif dengan warna merah gelap berdiri diam.

Tubuhnya jauh lebih panjang dari lokomotif yang biasa menarik kereta penumpang di lintas Jawa. Moncongnya menghadap barat. Catnya masih kelihatan baru.

Itu CC300 12 01. Sebuah lokomotif diesel hidrolik yang dimiliki Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Lokomotif itu kini jadi penghuni pertama gudang sarana Depo DJKA Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kedatangannya bukan sekadar memarkir satu unit lokomotif. Depo Bangil, yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat perawatan dan pendukung infrastruktur jalur, sekarang mulai punya fungsi tambahan: pusat penyimpanan sarana negara.

“Ini merupakan salah satu langkah optimalisasi aset perkeretaapian negara. Depo Bangil tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung jalur, tetapi juga menjadi lokasi penyimpanan berbagai sarana strategis milik negara,” kata Denny Michels Adlan, kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA.

Masuk lebih dalam ke area depo, hamparan rel memenuhi kawasan yang dibangun beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, material perkeretaapian tersusun rapi.

Bantalan rel, penambat bantalan, komponen jembatan kereta api, sampai peralatan berat untuk konstruksi dan pemeliharaan jalur. Semua tersimpan di kawasan berstatus restricted area.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, depo ini memang disiapkan jadi pusat pengelolaan sarana negara. Tujuannya mendukung pekerjaan perkeretaapian di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Selain lokomotif, di sini juga disimpan berbagai aset negara yang digunakan untuk mendukung pembangunan maupun perawatan prasarana perkeretaapian,” jelasnya.

Dari semua aset yang tersimpan di sana, CC300 paling mencuri perhatian. Bukan cuma soal ukuran. Perannya juga berbeda dari lokomotif biasa.

Lokomotif penumpang reguler punya bobot sekitar 85 ton. CC300 berbobot sampai 120 ton, menjadikannya salah satu lokomotif paling berat yang dimiliki negara.

Tubuhnya yang lebih panjang juga bukan tanpa sebab. Di dalamnya ada mesin diesel pembangkit yang menyuplai listrik untuk rangkaian kereta di belakangnya. Karena itu, dimensinya tampak lebih bongsor dari lokomotif yang biasa ditemui masyarakat.

“Lokomotif ini memang dirancang untuk berbagai kebutuhan khusus. Salah satunya pengujian infrastruktur dan dukungan operasional saat kondisi tertentu,” kata Vega, sapaan Alfaviega.

Tidak banyak orang tahu soal CC300. Padahal lokomotif ini buatan dalam negeri. Diproduksi PT INKA di Madiun.

Dari seluruh unit yang dibuat, hanya empat yang beroperasi di Indonesia. Dua di Pulau Jawa, dua di Sumatera. Sisanya diekspor ke Filipina.

CC300 lebih sering muncul saat menjalankan tugas khusus ketimbang menarik kereta reguler. Salah satunya terjadi pada 22 Mei 2026, ketika jembatan kereta api di Bayeman menjalani pengujian beban.

Saat itu, CC300 jadi pilihan utama. Bobotnya yang 120 ton dipakai untuk menyimulasikan beban ekstrem yang bakal diterima struktur jembatan saat beroperasi nanti.

Saat lokomotif melintas, petugas memantau setiap pergerakan konstruksi. Lendutan jembatan diukur detail. Data itu jadi dasar untuk memastikan jembatan aman dipakai masyarakat.

“Karena jembatan itu dibangun negara, tentu lebih efisien jika pengujian menggunakan sarana milik negara sendiri,” ujarnya.

Fungsi CC300 tidak berhenti di pengujian jembatan. Lokomotif ini juga diproyeksikan jadi armada pendukung saat ada gangguan perjalanan kereta api. Mulai dari banjir, bencana alam, sampai kebutuhan operasi darurat lainnya.

Dengan generator berkapasitas besar, CC300 bisa menyuplai listrik tambahan tanpa harus selalu bergantung pada kereta pembangkit terpisah. Rangkaian jadi lebih ringkas dan efisien dalam kondisi darurat semacam itu.

Bagi warga Bangil yang lewat, CC300 mungkin cuma kelihatan seperti lokomotif yang sedang diparkir. Tapi bagi dunia perkeretaapian, kehadirannya menandai sesuatu yang lebih besar.

Fungsi Depo Bangil yang selama puluhan tahun identik dengan urusan jalur, kini mulai berubah jadi pusat penyimpanan aset strategis negara.

Rel-rel yang selesai dibangun sejak 2022 perlahan mulai terisi. Gudang sarana mulai berfungsi. Dan CC300 jadi yang pertama membuka jalan.

Dalam waktu dekat, lokomotif ini dijadwalkan kembali bertugas menjalani pengujian lanjutan di Jember, sebelum dipulangkan ke Jawa Tengah akhir bulan ini. Tapi jejaknya akan tetap ada di Bangil.

Di balik kesibukan stasiun yang setiap hari dilintasi ribuan penumpang, kini ada fungsi lain yang jarang diketahui orang: tempat negara menyimpan dan merawat sarana perkeretaapiannya. Semuanya dimulai dari satu lokomotif merah gelap berbobot 120 ton, yang hari ini berdiri diam di atas rel Depo Bangil. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#cc 300 #kai #pasuruan #lokomotif #bangil