Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kartini Masa Kini: Dirut PT Disa Prima Medika Endang Sadi, Terus Bergerak dengan Cinta dan Tanggung Jawab

Evelyn Ridhayanti • Selasa, 21 April 2026 | 06:10 WIB
Dirut PT Disa Prima Medika, Endang Sadi
Dirut PT Disa Prima Medika, Endang Sadi. (Evelyn Ridhayanti/ Radar Bromo)

DI tengah peringatan Hari Kartini yang kerap identik dengan kebaya dan sanggul, Hj. Endang Susilowati Sadi memaknainya dengan cara yang lebih dalam. Bagi Direktur Utama PT Disa Prima Medika (RS Dharma Husada) itu, Kartini masa kini bukan sekadar emansipasi, melainkan perempuan yang terus bergerak—tanpa lelah, tanpa keluh, tanpa kesah—untuk mendobrak batas dan menciptakan kehidupan lebih baik.

Dalam perjalanan hidupnya, Endang menghadapi berbagai fase yang menuntut keputusan besar, konsistensi, dan daya tahan. Ia mengingat masa ketika harus membagi peran sebagai istri, sekaligus perempuan pekerja.

eveSaat itu, ia bahkan menopang 75 persen kebutuhan rumah tangga. Sementara suaminya, dr. Sadi Hariono, baru memulai praktik sebagai dokter.

“Kondisi itu membuat anak-anak saya yang saat itu masih kecil-kecil, jadi lebih dekat dengan pengasuhnya. Jujur ini menjadi tamparan keras bagi saya,” tutur Endang.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Ia mulai mempertanyakan makna dari kerja keras yang dijalaninya. Hingga akhirnya, ia mengambil keputusan besar: mundur dari pekerjaannya dan memilih fokus pada keluarga.

“Saat itu saya berpikir. Untuk apa saya bekerja keras, bila tidak bisa mendidik dengan baik dan tidak bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anak yang telah Allah SWT karuniakan kepada saya,” ungkapnya.

Namun berhenti dari karier formal tidak membuat langkahnya terhenti. Ia justru terus bergerak, mendampingi suaminya melayani masyarakat.

Dari ruang praktik sederhana, perjalanan mereka berkembang menjadi balai pengobatan dengan 10 tempat tidur. Lalu meningkat menjadi klinik rawat inap berkapasitas 20 tempat tidur.

Dalam keterbatasan perempuan, menurutnya, ia dituntut berpikir tanpa batas. Sehingga keterbatasan tidak jadi penghalang untuk maju mencapai realitas kehidupan yang lebih baik

Kini, di bawah kepemimpinan Hj. Endang Susilowati Sadi, PT Disa Prima Medika menaungi RS Prima Husada Malang, RS Prima Husada Sukorejo – Pasuruan, RS Dharma Husada Probolinggo, serta RSIA Citra Keluarga Kediri. Keempatnya terus berkembang dan dikenal masyarakat dengan layanan kesehatan yang berkualitas.

Di tengah pencapaian tersebut, perhatian Endang tertuju pada tantangan baru Kartini masa kini. Yakni, ketergantungan anak terhadap gawai. Ia menilai, penggunaan gawai tanpa batas dapat membawa dampak serius bagi tumbuh kembang anak.

“Perlahan anak akan tantrum saat gawai diambil. Emosi anak jadi tidak stabil, sulit fokus saat belajar, kurang gerak, jadi malas, tidak perduli dengan sekitar dan lingkungan, dan obesitas. Bahkan, yang lebih ekstrem bisa mengganggu mental dan syaraf motorik lainnya. Belum lagi dampaknya kejahatan-kejahatan cyber,” tegasnya.

Dalam kondisi ini, Endang menegaskan bahwa peran ibu tidak tergantikan. Ibu menjadi garda terdepan dalam mendidik dan mendampingi anak, sepanjang waktu tanpa henti.

KELUARGA BAHAGIA: Endang Sadi bersama suami dan tiga anaknya.
KELUARGA BAHAGIA: Endang Sadi bersama suami dan tiga anaknya.

“Kalau guru bisa mengajar 6 jam, dokter bisa menangani pasien dalam 15 menit. Tapi ibu mendidik dan mendampingi anak dengan penuh kasih sayang 24 jam setiap hari tanpa libur seumur hidupnya,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya ketegasan ibu dalam mengatur penggunaan gawai di rumah.

“Kita yang pegang kuncinya. Perusahaan bisa bikin fitur parental control, pemerintah bisa bikin regulasi. Dan ibu bisa memegang kendali atas penggunaan gawai di rumah. Tegas memutuskan kapan anak boleh dan tidak,” lanjutnya.

Di akhir refleksinya, Endang mengaitkan makna Kartini dengan kisah Siti Hajar yang berlari antara Bukit Safa dan Marwah demi mencari air untuk putranya, Ismail. Baginya, kisah itu menjadi simbol keteguhan seorang ibu.

“Inilah bukti sai dalam sejarah. Seorang ibu yang terus bergerak dengan cinta dan tanggung jawab, tanpa lelah, tanpa keluh dan kesah. Melakukan yang terbaik semata-mata karena Allah SWT. Itulah Kartini yang sesungguhnya,” ujar Hj. Endang Sadi. (ein/hn/*)

 

Tentang Endang Sadi

Nama                  : Endang Susilowati

Tanggal Lahir    : 26 Juni 1963

Pendidikan                  : Diploma 1 IKIP Negeri Surabaya

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Jabatan               : Dirut PT. Disa Prima Medika

Suami                  : dr. Sadi Hariono, M.MRS

Tanggal Lahir    : 31 Desember 1963

Anak –anak :

1.      dr. Lovi Krisadi, MARS

2.      dr. Endi Raharsadi

3.      dr. Sefrina Trisadi, Sp. DV 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#endang sadi #rs dharma husada #kartini #probolinggo