Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Pemkot Probolinggo Menerapkan Efisiensi BBM dengan Bike to Work

Arif Mashudi • Rabu, 8 April 2026 | 06:15 WIB

 

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin (depan, kanan) saat memimpin rombongan yang melakukan kunjungan ke kebun anggur dengan naik sepeda onthel sebagai kampanye bike to work untuk efisiensi BBM, Selasa (7/4).
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin (depan, kanan) saat memimpin rombongan yang melakukan kunjungan ke kebun anggur dengan naik sepeda onthel sebagai kampanye bike to work untuk efisiensi BBM, Selasa (7/4).

 

Pagi itu suasana di rumah dinas Wali Kota Probolinggo tampak berbeda. Tidak ada deru mesin kendaraan dinas seperti biasanya. Yang terlihat justru deretan sepeda ontel, lengkap dengan helm dan pakaian dinas yang dikenakan para ASN. Selasa (7/4), mereka bersiap memulai hari dengan cara yang tak biasa: bersepeda menuju lokasi kerja.

ARIF MASHUDI, Kedopok – Radar Bromo

SEKITAR pukul 07.30, rombongan pejabat mulai berkumpul. Di antara mereka, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin tampak siap memimpin perjalanan.

Agenda hari itu cukup padat, mulai dari kunjungan ke Kebun Anggur di Jrebeng Lor hingga ke SMPN 5 Kota Probolinggo.

Sepuluh menit berselang, tepat pukul 07.40, rombongan mulai mengayuh sepeda meninggalkan rumah dinas.

Rute yang dilalui pun cukup familiar: Jalan Panglima Sudirman, berbelok ke Jalan Siaman, lalu menuju Jalan Abdul Hamid dan Jalan Sunan Ampel. Perjalanan sekitar tiga kilometer itu ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Di sepanjang perjalanan, pemandangan iring-iringan sepeda ontel ini menarik perhatian warga. Tidak ada sirene atau konvoi kendaraan bermotor.

Yang ada hanya derap pedal sepeda dan sapaan hangat masyarakat yang menyaksikan para pejabat melintas dengan cara sederhana.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, Kota Probolinggo mengawali membuat kebijakan efisiensi penggunaan BBM tanpa WFH, tapi dengan bike to work.

Dia bahkan sudah mencoba lebih dulu rute yang lebih panjang, Minggu (5/4). Yaitu, keliling ke Wonoasih yang jaraknya 10 Km.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa mobilitas di dalam kota masih sangat memungkinkan dilakukan tanpa kendaraan bermotor.

Bagi Wali Kota, kebiasaan ini bukan sekadar gaya hidup sehat, melainkan bagian dari kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Di kota yang wilayahnya tidak terlalu luas seperti Probolinggo, ia menilai bersepeda menjadi solusi yang realistis.

“Dari rumah dinas ke kebun anggur ini hanya sekitar tiga kilometer. Tidak jauh dan tidak lama ditempuh dengan sepeda,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Bromo yang pagi itu berkesempatan mengikuti aktivitasnya.

Kebijakan ini juga lahir dari kekhawatiran terhadap kondisi global. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dunia dan ketersediaan BBM nasional. Karena itu, penghematan energi menjadi langkah yang perlu dilakukan sejak sekarang.

Bagi ASN yang memiliki kendaraan listrik, penggunaan kendaraan ramah lingkungan tersebut juga dianjurkan.

Sementara bagi yang tinggal jauh, seperti di wilayah Wonoasih, pemerintah kota telah menyiapkan enam unit kendaraan Elf sebagai fasilitas antar-jemput.

Menariknya, kebiasaan bersepeda ini tidak dirasakan sebagai beban. Aminuddin mengaku sudah terbiasa beraktivitas fisik sejak pagi hari.

Usai salat Subuh, ia rutin berjalan kaki mengelilingi alun-alun dan melakukan olahraga ringan. Sehingga, bersepeda menuju lokasi kegiatan tidak membuatnya kelelahan.

“Kota Probolinggo ini tidak terlalu luas. Lokasi-lokasi masih sangat mudah dijangkau dengan bersepeda,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Probolinggo Suciati Ningsih. Ia turut mengayuh sepeda mengikuti rombongan di barisan belakang. Menurutnya, jarak tempuh yang relatif dekat membuat aktivitas ini tidak mengganggu kinerja.

“Saya juga bersepeda mengikuti Pak Wali Kota. Nyaman juga iring-iringan bersepeda,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot Probolinggo berencana mengevaluasi dampak kebijakan ini terhadap konsumsi BBM. Pengecekan akan dilakukan di sejumlah SPBU di kota tersebut.

Dengan kebijakan ini, diharapkan penggunaan BBM yang sebelumnya mencapai sekitar 19 ribu kiloliter per pekan dapat ditekan. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#efisiensi bbm #bike to work #sepeda #pemkot probolinggo #bbm