Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rafael Mahesa Dirga, Karateka Asal Kota Pasuruan yang Masih SMP Ini Pernah Jadi Atlet Termuda di Ajang Kejurnas

Fahrizal Firmani • Rabu, 31 Desember 2025 | 17:50 WIB
MASIH SMP: Raffael Mahesa Dirga bersama Waka Kesiswaan SMPN 8 Pasuruan, Puji Utami
MASIH SMP: Raffael Mahesa Dirga bersama Waka Kesiswaan SMPN 8 Pasuruan, Puji Utami

Di usia yang masih belia, Raffael Mahesa Dirga, 14 sudah memiliki banyak prestasi di cabang olahraga (cabor) karate. Ketertarikannya pada olahraga ini justru bukan karena orang terdekat. Melainkan dorongan dari orang lain.

FAHRIZAL FIRMANI, Pasuruan, Radar Bromo

Rasa suka Rafael Mahesa Dirga pada karate bermula sembilan tahun silam. Yaitu pada 2016 lalu. Dirga-sapaannya, saat  masih duduk di bangku TK. Sebagai anak kecil, ia menjadi anak yang aktif.

Warga Perumahan Pesona Candi 14, Kota Pasuruan ini sering bermain di sekitar komplek perumahan. Saat itulah, ada tetangganya yang bercerita soal olahraga karate. Dirga kecil sangat tertarik. Karena cerita tetangganya, ia memutuskan terjun di olahraga ini.

Ia bergabung dengan dojo STKIP PGRI (saat ini Uniwara Pasuruan). Setiap pekannya, ia berlatih dua kali. Pada Sabtu pukul 15.00 dan Minggu pukul 06.30, selama setahun penuh, ia terus berlatih. Baru pada 2017, ia mulai terjun di kejuaraan.

"Pertama kali main di kejuaraan Wali Kota Cup pada 2017. Saat itu kelas 1 SD. Tapi hanya bisa sampai delapan besar," katanya.

Lulusan SD Petamanan ini menyebut dalam kejuaraan perdana itu, ia turun di kelas usia dini di nomor kata dan kumite.

Namun ia kalah pengalaman. Lawannya sudah senior. Sudah duduk di kelas 3. Namun ia tidak kecewa. Sebab ini kejuaraan perdananya.

Setahun berselang pada 2018, ia turun di jayanega cup tingkat perguruan se Jatim. Ia masih terjun di kelas usia dini. Namun ia berhasil membawa pulang dua medali. Di nomor kata ia menjadi yang terbaik, sementara di nomor kumite ia meraih juara ketiga.

Di tahun yang sama pula, ia kembali terjun di Wali Kota Cup. Namun sama seperti tahun sebelumnya langkahnya terhenti di babak perempatfinal. Ia kalah melawan atlet asal Kota Surabaya. Pada 2019, ia kembali bermain di Jayanegara Cup.

Raihannya lebih baik dari perolehan 2018. Ia mendapatkan emas di nomor kata dan kumite. Di tahun yang sama, ia meraih emas di nomor kumite dan perunggu di nomor kata. Di tahun itu pula, ia meraih emas di kejuaraan nasional Jombang Open di nomor kata.

"Sejak 2017 sampai 2019 ikut di kelas usia dini. Di Jombang Open memang hanya turun di nomor kata. Tidak turun di nomor kumite," jelas Dirga.

Warga Sekargadung, kecamatan Purworejo ini menuturkan selama dua tahun hingga 2021, ia vakum mengikuti kejuaraan karena ada pandemi Covid-19. Meski tidak terjun di turnamen, ia tetap latihan secara terbatas. Ia juga menambah latihan sendiri di luar latihan rutin yang sudah terjadwal.

Danrem Cup tingkat perguruan se Jatim yang dilaksakan di Malang pada 2021 menjadi ajang pertama yang diikutinya usai pandemi. Saat itu, ia tampol di kelas pra pemula dan memperoleh emas di nomor kata serta perak di nomor kumite. Setahun berselang ia bisa terjun di kelas pemula.      

Terhitung, dari 2022 sampai 2025, lebih dari 10 kejuaraan diikutinya. Diantarnya kejurnas di karawang pada 2022 dengan memperoleh perunggu di nomor kata, lalu Sunan Kalijaga Cup di Jogjakarta pada 2024 dimana ia membawa pulang medali perak di kelas kumite dan kejurnas di Palembang pada 2025 dan meraih perak di kelas kumite.

"Pada 2022 masih tampil di kelas pra pemula. Dari 2022 hingga 2025, saya terjun di kelas pemula. Lalu sejak pertengahan tahun ini tampil di kelas kadet," jelas Dirga.

Diakui sulung dari dua bersaudara ini ada tiga turnamen yang paling berkesan. Yakni di ajang kejurnas di Karawang sebab ia menjadi yang termuda, lalu di kejurprov di Palembang sebab pertama kali bermain di luar Jawa. Di ajang ini juga ia bisa revans dengan lawan yang permah mengalahkannnya di ajang Pangdiv Kostrad di Singosari, Malang.

"Setiap kali tampil di luar daerah, saya selalu tidak lupa keluar. Jelajah kuliner mencoba makanan khas hingga melihat suana di kota itu," kata siswa kelas 9 SMPN 8 Pasuruan ini.

Siswa yang juga ketua OSIS ini menuturkan bidang akademik dan nonakademik selalu dilakoni secara beriringan. Meski sudah memiliki prestasi di karate, ia tidak pernah melupakan kewajibannya pada sekolah.

Ia pernah pulang dari kejurnas Palembang, tetap sekolah di hari itu. Padahal baru tiba di Kota Pasuruan pukul 06.30. Sebenarnya ia sudah diizinkan untuk tidak masuk hari itu. Namun ia memilih tetap bersekolah. Ia hanya izin pada guru jika datang terlambat.

"Di luar itu, saya juga les bimbingan belajar. Sepekan tiga kali habis maghrib. Agar tidak ketinggalan pelajaran," jelas kelahiran Januari 2011 ini.

Menurutnya, sebagai atlet ia selalu jaga makan. Tidak hanya menjelang turnamen, hari hari, ia membatasi pada makanan yang kurang sehat. Misalnya es, hingga makanan pedas. Ia juga memiliki kebiasaan sebelum bertanding untuk menghubungi orang tuanya. Sehingga tidak gugup.

"Saat gugup, suhu tubuh kan naik. Nah biasanya saya siram dengan air dingin," sebut anak dari pasangan suami istri Anas Sutrisno dan Ika Fitria ini.

Ia masih memiliki impian bisa tampil di kejurnas Forki dan menjadi juara. Sebagai juara, ia memiliki kesempatan untuk bertanding di kejuaraan karate di luar negeri.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 8 Pasuruan, Arif Syaifurrahmam menuturkan pihaknya mengapresiasi dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Raffael Mahesa Dirga pada olahraga karate. Ia ecara konsisten mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional dan berhasil meraih gelar juara.

Prestasi ini menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga SMPN 8 Pasuruan. Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan peserta didik pada capaian terbaiknya.

"Lebih dari itu, keberhasilan Dirga memberi motivasi dan energi positif bagi murid-murid lainnya untuk berani bermimpi, berlatih dengan sungguh-sungguh," sebut Kepsek. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#smp #karate #atlet