Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Kopling, Cara Baru Polres Pasuruan Menyapa Warga: Menjaga Pasuruan Lewat Secangkir Kopi

Muhamad Busthomi • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:35 WIB
BAKAL BERPENCAR BERKELILING: Motor yang dilengkapi kedai mini dan diintensifkan untuk patroli
BAKAL BERPENCAR BERKELILING: Motor yang dilengkapi kedai mini dan diintensifkan untuk patroli

Masyarakat mungkin mengenal kata “kopling” sebagai singkatan dari kopi keliling. Tapi bagi Polres Pasuruan, Kopling punya makna yang jauh lebih dalam. Komunikasi Polisi untuk Lingkungan Guyup, bentuk sosialisasi publik dan menjaga kondusivitas wilayah lewat pendekatan paling sederhana: mengobrol sambil menyeruput kopi panas.

MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo

Halaman Polres Pasuruan pagi itu tampak lebih ramai dari biasanya saat apel pagi. Deretan motor dinas berjejer rapi, namun ada yang berbeda: di jok belakangnya, terpasang rak kayu berisi sachet kopi, air mineral, gula, hingga termos besar.

Beberapa petugas tampak tersenyum sambil mengecek kelengkapan “kedai mini” yang menempel pada motor mereka.

Di depan barisan, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menepuk salah satu kotak kayu itu, seolah memberi aba-aba bahwa misi baru segera dimulai.

Inilah Kopling—Komunikasi Polisi untuk Lingkungan Guyup. Program baru Satbinmas Polres Pasuruan yang mengubah motor patroli menjadi warung kopi keliling, dan polisi menjadi tetangga paling ramah yang datang menyapa.

Usai dilepas Kapolres Pasuruan, seluruh personel menyalakan motornya. Berpencar ke permukiman warga.

Siang itu, aroma kopi hangat tiba lebih dulu sebelum suara mesin motor terdengar. Di pertigaan Kelurahan Glanggang, Kecamatan Beji, dua petugas berseragam cokelat muda tampak sibuk menata gelas kertas, termos air panas, dan toples kecil berisi gula.

Motor dinas mereka yang biasanya hanya berfungsi sebagai kendaraan patrol, hari itu berubah menjadi warung kopi keliling dengan meja lipat kecil yang bisa dibuka dalam hitungan detik.

Satu per satu warga mendekat. Ada bapak-bapak yang baru pulang dari sawah, sekelompok pemuda yang iseng berhenti melihat keramaian, hingga ibu-ibu yang awalnya hanya lewat lalu ikut duduk di bangku plastik yang dibawa petugas.

“Silakan, Pak, Bu. Ngopi dulu. Bareng-bareng saja,” sapa Iptu Sunarti, Kasat Binmas Polres Pasuruan, sambil tersenyum. Suasananya cair, santai, dan jauh dari kesan kaku seorang aparat keamanan.

Masyarakat mungkin mengenal kata “kopling” sebagai singkatan dari kopi keliling. Tapi bagi Polres Pasuruan, KOPLING punya makna yang jauh lebih dalam.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa program ini adalah representasi dari komitmen Polri dalam memelihara keamanan dengan cara yang lebih manusiawi dan membumi.

“Kopling bukan sekadar program bagi-bagi kopi. Kopling adalah platform interaksi, komunikasi, dan solusi. Cara terbaik menjaga keamanan adalah dengan menjalin kemitraan yang kuat, tulus, dan tanpa jarak dengan warga,” ujarnya.

Dalam setiap gelaran Kopling, personel Satbinmas dan para Bhabinkamtibmas hadir langsung di titik-titik strategis: persimpangan kampung, balai RW, warung pinggir jalan, lapangan kecil tempat pemuda biasa berkumpul, hingga area perumahan. 

Motor dinas yang sudah dimodifikasi menjadi warung kopi mini menjadi ikon baru di wilayah Polres Pasuruan. Setiap hari, tanpa terkecuali, personel dikerahkan untuk menjumpai berbagai lapisan masyarakat: pemuda, anak-anak, ibu-ibu, hingga komuntas informal di kampung.

Di sebuah sore akhir pekan di Kelurahan Gempeng, Bangil, suasana Kopling tampak seperti acara kumpul tetangga. Anak-anak berlarian di sekitar motor polisi, sementara para pemuda duduk melingkar menikmati kopi yang dibagikan.

Interaksi hangat warga dengan polisi bukan hanya mencairkan sekat, tapi juga membuka informasi yang selama ini mungkin tak tersampaikan lewat jalur formal.

Menurut Iptu Sunarti, esensi Kopling yakni membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa sungkan. 

“Lewat ngopi bareng seperti ini, harapannya warga lebih leluasa menyampaikan saran, masukan, informasi gangguan kamtibmas, pelayanan kepolisian, hingga pengaduan. Termasuk problem solving langsung di tempat,” bebernya.

Program ini sekaligus mendukung program unggulan Ditbinmas Polda Jatim, “Basudewo Semeru”, yang berfokus pada optimalisasi peran Satkamling (Satuan Keamanan Lingkungan).

“Harapan kami sederhana tapi penting, ayo jogo Pasuruan bareng-bareng,” tambah Sunarti.

Bagi polisi, informasi kecil inilah yang sering menjadi kunci mitigasi gangguan keamanan. “Kalau warga nyaman bercerita, maka pencegahan bisa dilakukan lebih cepat. Quick response itu lebih mudah dijalankan ketika hubungan sudah guyup,” ujar AKBP Jazuli.

Dalam setiap gelaran Kopling, Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak. Mereka yang paling memahami karakter wilayah, tahu siapa tokoh informal di kampung, dan mengerti titik rawan yang tak pernah tertulis dalam laporan resmi.

Motor dinas yang dimodifikasi itu dilengkapi rak kecil, kompor portable, hingga slot tambahan untuk termos air dan wadah kopi.

Sederhana, tetapi mampu mendatangkan keakraban yang tak bisa dilakukan hanya dengan penyuluhan formal.

Kopling membuktikan bahwa keamanan bukan hanya urusan patroli dan penindakan. Ia lahir dari hubungan sosial yang sehat. Warga merasa aman bukan hanya karena polisi patroli, tapi karena polisi hadir seperti teman ngobrol yang bisa dipercaya.

“Ada komunikasi dua arah, dan rasa bahwa keamanan dibangun bersama,” kata Sunarti.

Dan di banyak titik, terlihat betapa warga mulai terbuka. Mulai dari laporan kecil, saran tentang program pemerintah, hingga permintaan warga agar Polres membantu memediasi konflik antaranggota masyarakat.

“Dari secangkir kopi, kita bangun Pasuruan yang lebih aman, guyup, dan saling menjaga,” bebernya.

Menjelang magrib, motor Kopling kembali bergerak. Termos kosong, gelas kertas habis, tapi catatan kecil berisi aspirasi warga justru bertambah banyak. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#patrol #kopling #polres pasuruan