Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perjalanan 2.262 Inovasi Pendidikan Kota Probolinggo Pecahkan Rekor Indonesia, Selanjutnya Wujudkan Gedung Rumah Inovasi

Evelyn Ridhayanti • Kamis, 27 November 2025 | 17:00 WIB

 

 

TERBANYAK: Wali kota Aminuddin dan kepala Disdikbud Kota Probolinggo menerima penghargaan rekor MURI atas 1.262 inovasi pendidikan oleh guru dan Tenaga Kependid
TERBANYAK: Wali kota Aminuddin dan kepala Disdikbud Kota Probolinggo menerima penghargaan rekor MURI atas 1.262 inovasi pendidikan oleh guru dan Tenaga Kependid

Hanya dalam setengah tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo berhasil memunculkan 2.262 inovasi pendidikan. Capaian itu memecahkan Musim Rekor Indonesia (MURI) sebagai inovasi guru dan tenaga pendidikan Kota/Kabupaten terbanyak se-Indonesia.

ARIF MASHUDI, Kanigaran – Radar Bromo

ISTIMEWANYA, rekor itu diserahkan saat hari guru nasional (HGN) ke-80 Tahun 2025 di Kota Probolinggo. Penghargaan ribuan inovasi pendidikan oleh guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari MURI diberikan kepada wali kota Probolinggo, dr. Aminuddin. 

Bukan karena jumlahnya yang banyak. Sebab mewujudkan ribuan inovasi dalam waktu tak sampai setahun, sungguh sebuah upaya yang tidak mudah. Selain didukung oleh banyak pihak, inovasi itu tak boleh sembarangan.

Ribuan inovasi pendidikan kini dicatat dalam rumah inovasi. Sebuah wadah yang lahir dari kesadaran akan pentingnya meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam menjawab tantangan zaman.

Zaman yang kini bergerak cepat menuju era transformasi digital, pembelajaran terdiferensiasi, serta penekanan pada kemampuan berpikir kritis dan karakter peserta didik.

”Perjalanan panjang selalu dimulai dari satu langkah berani. Tetapi langkah itu tidak diambil tanpa alasan,” kata Siti Romlah, kepala Disdikbud Kota Probolinggo.

Dari situ Disdikbud menggerakkan  sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan berkolaborasi mewujudkan rumah inovasi khusunya untuk bidang pendidikan. Rumah inovasi tersebut menjadi wadah belajar sepanjang hayat bagi guru.

”Kami meyakini bahwa di tengah perubahan ini, praktik yang dilakukan guru dan tenaga kependidikan di ruang-ruang kelas ataupun di sekolah, tidak boleh berhenti di pintu sekolah masing-masing. Melainkan harus menjadi solusi yang bisa dibagikan,” terangnya.

Romlah menernagkan bagaimana rumah inovasi ini dibangun. Rumah inovasi dibangun dalam sebuah sistem. Supaya wadah teresbut benar-benar relevan bagi kebutuhan guru maupun tenaga kependidikan. Inisiasi rumah inovasi tersebut dimulai pada awal April 2025.

Kemudian tepat pada 17 Mei 2025, rumah inovasi guru dan tenaga kependidikan Kota Probolinggo resmi lahir dan dilaunching. DI waktu awal, capaiannya sudah seribu inovasi pendidikan.

BERMANFAAT: Wali kota Aminuddin melihat salah satu inovasi karya guru dan tenaga pendidik saat momen Hari Guru Nasional lalu.
BERMANFAAT: Wali kota Aminuddin melihat salah satu inovasi karya guru dan tenaga pendidik saat momen Hari Guru Nasional lalu.

”Alhamdulillah, awal diluncurkan sudah ada 1.000 inovasi pendidikan yang berhasil resmi dilaunching ke dalam rumah inovasi,” terangnya.

Rumah inovasi, kata Romlah, bukan sekadar platform. Namun, jawaban nyata bagi ribuan guru maupun tenaga kependidikan untuk berkarya dan berinovasi dalam metode deep learning. Sebuah pendekatan dalam akal imitasi (AI) atau kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (machine learning) yang menggunakan jaringan saraf tiruan dengan banyak lapisan untuk belajar secara mendalam dari data.

Semenjak itu hingga kini, antusiasme guru-guru maupun tenaga kependidikan di Probolinggo sungguh luar biasa. Jumlah inovasi yang masuk semakin banyak.

”Pada tanggal 25 November 2025 telah mencapai 2.262 karya inovatif pendidikan, baik kategori inovasi pembelajaran maupun layanan pendidikan,” terangnya.

Romlah menegaskan, ribuan inovasi tersebut kelasnya bukan ecek-ecek. Semua inovasi telah  terkurasi, tervalidasi, dan terverifikasi oleh tim profesional dari guru maupun tenaga kependidikan terbaik Kota Probolinggo, tim dari IKA Universitas Brawijaya dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jatim. ”Jadi, platform rumah inovasi ini menjadi pusat referensi pendidikan yang tepercaya,” tuturnya.

Namun, mimpi untuk mengembangkannya tidak berhenti hanya di layar digital. Romlah bilang, rumah inovasi mengambil langkah besar berikutnya, yaitu mewujudkan gedung fisik rumah inovasi yang akan bertempat di SD Negeri Kanigaran 6.

”Nantinya, rumah inovasi akan menjadi ruang nyata yang akan memiliki fasilitas lengkap, seperti ruang edukasi, ruang inspirasi, dan ruang kolaborasi. Dari Probolinggo, kami membangun peradaban belajar yang bergerak, bertumbuh, dan menginspirasi tanpa batas,” harapnya.

Soal penghargaan rekor MURI, lanjut Romlah, penganugerahan tersebut bukan hanya sebatas ajang penghormatan. Tetapi juga dorongan agar inovasi pendidikan terus tumbuh di setiap satuan pendidikan.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dan menjadi tradisi apresiasi yang berkelanjutan bagi tenaga pendidik di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, wali kota Probolinggo, dr Aminuddin bersyukur dan apresiasinya atas rekor MURI dengan munculnya 2.262 inovasi pendidikan dalam waktu separo tahun. Karena dia tahu bahwa guru adalah fondasi dari dunia pendidikan. Seorang guru tidak hanya harus pandai mengajar. Tapi bisa mencari solusi hingga menciptakan inovasi.

Dia masih ingat, ayahnya merupakan guru SD dengan gaji kecil, tapi dihormati seluruh warga desa. Karena guru adalah jantung pendidikan dan tidak pernah benar-benar pensiun.

Baginya, rekor MURI adalah bukti semangat dan inovasi para guru Kota Probolinggo sangat luar biasa.

“Anak guru bisa jadi wali kota, jadi kajari, jadi Ketua DPRD. Guru itu hebat. Saat ini ada anugerah yang membanggakan yakni pencapaian rekor MURI sebanyak kurang lebih 2.262 yang saya lihat terakhir. Terima kasih banyak kepada seluruh guru di Kota Probolinggo yang jumlahnya kurang lebih 1.942 guru,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo mengatakan, MURI memberikan penghargaan kepada suatu pencapaian superlatif, yakni bentuk bidang yang melibatkan jumlah peserta terbanyak. Termasuk 2.262 karya inovasi yang dihadirkan karyanya di Kota Probolinggo.

Ke depannya karya inovasi ini akan terus bertambah untuk menunjang mutu pendidikan di Indonesia. Ia berpesan agar para guru tetap semangat dan berkarya.

“Pencapaian rekor ini pastinya memberikan kontribusi untuk mutu pendidikan yang inovatif, kreatif dan adaptif. Tentunya kami berharap dengan adanya karya ini bisa memberi motivasi dan semangat karena selaras dengan visi-misinya MURI yaitu menggelorakan semangat kebanggaan nasional,” kata Awan. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#pemkot #inovasi #disdikbud #muri #hari guru nasional #probolinggo