Dari kecil, Wanda Juliana, 20, menjadi sosok pribadi yang aktif. Ia tumbuh sebagai anak ceria dan suka bersosialisasi. Rasa percaya diri ini mengantarkan dia meraih segudang prestasi. Mulai ajang kecantikan, dunia tarik suara hingga modelling diraihnya.
FAHRIZAL FIRMANI, Radar Bromo, Pasuruan
Tampil di ajang kontes atau perlombaan sudah menjadi kebiasaan Wanda sejak masih duduk di taman kanak kanak (TK). Warga Perum Sekar Indah II, Bugul Kidul ini sering diminta sekolahnya berlomba di ajang tingkat kota. Saat itu ia mewakili TK Dharma Rini 2 di ajang menggambar, mewarnai dan fashion show.
Meski tidak selalu menjadi yang pertama namun ia hampir selalu terpilih sebagai salah satu juara. Prestasi ini berlanjut saat ia duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Di SDN Pekuncen, ia terpilih menjadi polisi cilik (pocil). Ia juga menjadi yang terbaik dalam lomba fashion show antar kelas.
"Mungkin guru melihat saya itu ekstrovert, jadi saya yang dipilih. Memang sejak kecil saya itu anaknya suka ngomong," kata warga kelurahan Bakalan, Bugulkidul ini.
Saat menjadi siswa SMPN 5 Pasuruan pada 2019 sampai 2021, Wanda mengikuti esktrakurikuler seni musik.
Meski tidak memiliki pengalaman sebelumnya di dunia olah vokal, ia dipercaya menjadi vokali di band yang dibentuk bersama temannya. Memang tidak pernah meraih juara, tapi ia selalu tampil saat ada acara pentas seni sekolah.
Di bangku SMP, Wanda terpilih menjadi anggota OSIS. Sebagai OSIS, ia sering mendapat kepercayaan menjadi MC saat ada acara di SMPN 5.
Ia juga pernah menjadi duta SMP. Sebagai duta, ia memiliki tanggung jawab menjelaskan kepada tamu dari luar sekolah yang datang.
"Alhamdulillah sebagai MC dan duta, sering dapat honor dari sekolah. Pengalamannya yang utama, honor itu bonus ya," jelas Wanda.
Mahasiswi S1 Ilmu Pemerintahan ini menyebut saat SMA, sejumlah prestasi luar biasa diraih olehnya. Baik ajang lokal hingga nasional. Penghargaan lokal yang diperoleh oleh selama SMA adalah duta genre favorit 2022, dan duta literasi 2022.
Sedangkan prestasi di ajang nasional yang diraihnya adalah puteri parekraf Indonesia 2023 kategori pelajar dan pimpinan parlemen remaja DPR RI 2023.
Di dunia tarik suara, ia meraih gold medal bersama paduan suara pemkot, gita suradira di ajang internasional di Singapura.
Prestasi ini membuat karier nya semakin moncer. Job yang datang semakin banyak. Tidak hanya sebagai MC, ia juga diminta menjadi pemateri dan juri di sejumlah kontes kecantikan. Ia memiliki rate card untuk setiap kegiatan yang menggunakan jasanya.
Saat SMA, ia menambah pengalamannya dengan terjun di dunia model. Ia ikut salah satu agensi model di kota malang. Ia kerap mendapat job fashion show dan runaway. Pada 2024, ia sempat tampil di karnaval batik Indonesia atas ajakan salah satu desaianer. Juga tampil di fashion show beberapa peragaan busana di kota Malang. Ada yang dapat fee dan adapula tidak dibayar.
"Lulus dari SMA pada 2024. Selama 2024, saya lebih fokus pada akademik. Tahun itu menjadi tahun pembelajaran bagi Wanda, bahwa tidak semua keinginan bisa tercapai," jelasnya.
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menuturkan tahun ini ia gagal dua kali. Ia ingin masuk akademi kepolisian (akpol), dan sempat lolos dalam tes seleksi kompetensi dasar (SKD), namun gagal di tes tinggi badan.
Dia juga pernah gagal saat mencoba masuk jurusan hukum di tes seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).
Akhirnya ia mencoba seleksi mandiri prestasi di UB dengan memilih jurusan ilmu hukum di pilihan pertama dan ilmu pemerintahan di pilihan kedua. Dan berhasil lolos di pilihan kedua.
Selama 1,5 tahun menjadi mahasiswi di ilmu pemerintahan, banyak hal baru yang ditemuinya. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Ia mencoba banyak hal baru. Misalnya bersama salah satu BUMN melakukan penanaman pohon aksana dan beringin di desa Taji, kecamatan Jabung, kabupaten Malang.
Dalam aksi ini, ia bertemu teman teman baru. Aksi nyata ini membuat desa tetap bisa terjaga dan berkelanjutan.
Juga ada aksi memasang hydra pump untuk pemukiman di wilayah pegunungan di kabupaten Malang.
Aksi nyata ini dilakukan melalui komunitas in volunteer. Dengan memberdayakan masyarakat dan mahasiswa. Ada juga kegiatan bermain dengan anak keterbelakangan mental dengan membuat cap tangan.
"Selama menjadi mahasiswa dapat pengalaman baru. Terakhir diminta menjadi pemeran utama dslam film bersma teman mahasiswa. Senang karena film ini ditampilkan di malang creative center (MCC)," tutur Wanda.
Menapaki 2025, karir dan prestasi Wanda semakin bertambah. Ia terpilih menjadi duta festival luad negeri. Di ajang tingkat nasional ini ia memiliki tanggung jawab membantu teman yang berkuliah di luar negeri untuk mengenalkan keunikan Indonesia. Dan yang terbaru adalah ajang cak dan ning kota pasuruan yang digelar pada Oktober lalu.
Wakil II ning kota Pasuruan ini menuturkan prestasi yang paling berkesan baginya adalah parlemen remaja. Karena ajang ini membuatnya bisa bertemu sejumlah pejabat. Ia bisa mengetahui problematika di Indonesia lalu membahas bersama parlemen lainnya untuk mengambil solusi terkait permasalahan itu.
"Bertemu dengan sesama anggota parlemen remaja dari berbagai daerah. Mereka punya kecerdasan masing masing. Bisa saling tukar pikiran," tuturnya.
Mahasiswa semester 3 ini menyebut ia sangat menikmati semua kontes dan kegiatan yang diikuti olehnya. Baik menjadi presenter, model, juri ataupun mahasiswa adalah tempat belajar untuk menjadi pribadi yang baik sembari memaksimalkan potensi diri. Ia bisa terus menumbuhkan kelebihan dalam diri dengan tetap memberikan dampak pada orang lain.
"Saya bisa mendapatkan ilmu baru dan sudut pandang berbeda dari banyak orang. Jadi tahu, kita tidak bisa menilai sesuatu hanya dari luar. Harus pandai menempatkan diri dengan orang berbeda," tuturnya.
Bungsu dua bersaudara ini menyebut aktivitas yang padat ini tidak sampai membuatnya lupa tanggung jawabnya dalam pendidikan. Belajar sebagai mahasiswa tetap yang utama. Saat ini, ia berusaha membuat program dan kegiatan yang bisa berdampak bagi masyarakat luas. Agar bisa menjadi sosok yang selalu menginspirasi bagi orang lain.
"Saya memiliki misi mengenalkan keunikan batik pasuruan. Jadi setiap ada kegiatan sebagai MC, atau juri selalu memakai batik asal Pasuruan. Batik pasuruan tidak kalah bagus dengan batik dari daerah lain," pungkas Wanda. (fun)
Editor : Abdul Wahid