Tak terhitung berapa kali ombak menghantam sejumlah nelayan yang perahunya terbalik saat pulang usai mendapatkan tiram di perairan Sidoarjo. Saat terombang-ambing, yang ada dalam pikirannya hanyalah kematian. Karena tubuh sudah tak kuat bertahan memegang perahu yang dihantam ombak.
FUAD ALYZEN, Bugul Kidul, Radar Bromo
Di rumah padat penduduk, banyak warga telah mempersiapkan pemakaman. Mereka tengah duduk, ada yang berjalan untuk mengambil sesuatu dan membuat makanan. Ada pula yang terbaring karena kesedihan.
Rumah itu milik nelayan yang tewas saat berusaha menyelamatkan diri dari hantaman ombak saat pulang usai mendapatkan tiram di perairan Sidoarjo.
Rumah Suya, 54, dan Khamima, 41. Kedua nelayan asal RT 4/RW 4, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini tak selamat dari hantaman ombak besar yang menerjangnya sebanyak puluhan kali.
Baca juga: Perahu Tujuh Pencari Tiram asal Kota Pasuruan Terbalik di Perairan Sidoarjo, Dua Ditemukan Meninggal
Mereka yang selamat dari maut itu hanya nelayan yang berhasil meraih tali perahu. Perahu yang saat itu mengapung dengan posisi terbalik saat ombak sedang menggila, Minggu (28/9) malam lalu.
Insiden ini menimbulkan kesedihan mendalam pada nelayan di sekitar RT 4/RW 4, Kelurahan Tapaan. Karena mayoritas semuanya di sana adalah keluarga, yang sudah terbiasa mencari tiram. Seminggu bisa 2 sampai 3 kali.
Editor : Fandi Armanto