Centung….. Layar HP Famy Decta Maulida menyala. Ada notifikasi dari aplikasi WhatsApp. Segera Ketika dibuka, ternyata ada pemberitahuan dari grup WA sekolah.
Rupanya ada kiriman video terbaru dari sang wali kelas. “Amunisi telah dibagikan,” begitu caption untuk melengkapi video yang dibagikan guru di SDN Sukabumi 2, Kota Probolinggo itu.
Dalam video itu, terekam keceriaan siswa-siswi kelas IV D SDN Sukabumi 2 ketika mendapatkan jatah harian makan bergizi gratis (MBG). Diawali para siswa-siswi doa bersama. Lalu membuka tempat makan MBG yang terbuat dari stainless.
Begitu melihat menu, sejumlah siswa nampak girang. “Mantap,” celetuk salah satu siswa yang terekam video dari HP sang guru. “Terima kasih Pak Prabowo,” celetukan sejumlah siswa yang wajahnya tak terlihat dari layar. Hanya terdengar suaranya.
Farrel Ezra Idealis, salah satu siswa dalam video itu nampak tak banyak bicara. Ia khusyuk menyantap menu MBG yang ia dapatkan di pagi jelang siang, awal September itu.
“Anak saya terlihat menikmati menunya,” ujar Famy Decta saat ditemui di ruang kerjanya, yang jadi satu dengan studio radio Suara Kota.
Menurut Famy, adanya menu MBG sangat membantunya sebagai wanita karir. Ia kini tak terlalu khawatir lagi dengan apa yang dikonsumsi anaknya selama di sekolah.
“Banyak membantu sih MBG ini. Gak kepikiran lagi sama apa yang dikonsumsi anak saat di sekolah. Kebiasaan anak jajan sembarangan, jauh berkurang,” akunya.
Sebagai wanita karir, dia mengaku selama ini memang memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan menu bontotan bergizi bagi anaknya saat di sekolah. Namun, sejak ada MBG, problem tersebut tak lagi ditemukannya.
Tak hanya SDN Sukabumi 2, di Kota Probolinggo sebagian besar SD negeri sudah mendapatkan MBG tiap harinya. SDN Tisnonegaran 3 Kecamatan Kanigaran, salah satunya.
Kepala SDN Tisnonegaran 3 Nafiah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program MBG ini.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat menikmati makanan yang diberikan. Mereka lahap makan bersama teman-temannya. Hanya saja, beberapa siswa berharap ada tambahan sambal dalam menunya karena mereka menyukai sambal,” ujar Nafiah.
Selain itu, ke depan harapannya sendok bisa disertakan dalam kotak makan. “Saat ini, sendok dan minum masih harus disediakan sendiri oleh murid,” tambahnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Dinkes PPKB Kota Probolinggo Triana Nawangsari menjelaskan, menu MBG sudah memenuhi standar gizi seimbang. “Ini adalah salah satu langkah konkret pemerintah dalam mencegah stunting,” kata Triana.
Ia juga berharap, program ini bisa membantu anak-anak agar terbiasa makan makanan sehat. Terutama sayuran.
“Harapan kami, anak-anak yang awalnya tidak suka sayur bisa belajar menikmatinya. Karena sering kali anak-anak tidak suka sayur,” tambahnya.
Pemerintah Perluas Jangkauan
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk siswa sekolah dasar hingga menengah, hingga dapat menyasar ke daerah yang membutuhkan.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan mendorong sinergi antara platform digital dengan ekosistem Kemkomdigi.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” tegas Meutya Hafid.
Menurut Meutya, program MBG bertujuan meningkatkan akses makanan sehat kepada masyarakat. Khususnya anak-anak sekolah di berbagai daerah, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang berdampak sosial.
Meutya juga meminta masyarakat tidak percaya begitu saja mengenai isu negatif MBG yang banyak beredar di medsos.
"Kita sedang berhadapan dengan konten media sosial yang seringkali tidak mengedepankan prinsip jurnalistik. Banyak informasi tentang MBG yang beredar justru misleading dan tidak sesuai fakta lapangan," tegas Meutya dalam acara Silaturahmi dengan Para Pemimpin Redaksi Media di Jakarta, pada medio Mei lalu.
Untuk memberikan pemahaman yang utuh, Kemkomdigi menggelar pertemuan khusus antara Kepala BGN Dadang Hendiayana dengan pimpinan redaksi berbagai media.
Forum itu menjadi ruang dialog strategis untuk menyampaikan fakta akurat sekaligus meluruskan berbagai misinformasi yang beredar tentang program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini. (*)
Editor : Muhammad Fahmi