Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

TP PKK Kota Pasuruan Berjuang Hadirkan Kelas Selantang Mandiri, Berjalan berkat Gotong Royong-Relawan

Erri Kartika • Sabtu, 28 Juni 2025 | 06:36 WIB
DIKUKUHKAN: Wisuda Selantang 2024 oleh Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo mulai jenjang S-1, S-2, dan S-3.
DIKUKUHKAN: Wisuda Selantang 2024 oleh Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo mulai jenjang S-1, S-2, dan S-3.

SEKOLAH Lansia Tangguh (Selantang) Kota Pasuruan, tetap eksis. Padahal, sekolah ini tidak lagi mendapatkan support anggaran dari pemerintah. Keberadaannya tetap berjalan berkat gotong royong dan para relawan yang dimotori oleh TP PKK Kota Pasuruan.

Photo
Photo

Kursi plastik warna-warni berjejer rapi di aula kelurahan. Di depannya, puluhan warga lanjur usia (lansia) duduk penuh semangat, lengkap dengan buku catatan dan senyum yang tak pernah lepas dari wajah.

Mereka bukan sedang menghadiri pengajian, melainkan kuliah. Bukan di universitas, tapi di Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Kota Pasuruan. Sebuah program yang tetap bertahan meski tak lagi disokong anggaran pemerintah.

“Sudah sejak akhir 2024, Selantang berjalan mandiri. Tidak ada lagi anggaran dari pemerintah. Tapi justru dari situ semangat kami makin kuat,” ujar Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo yang juga menjadi salah satu penggerak utama Program Selantang.

MANDIRI: Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo, S.Sos.I., M.I.Kom. men-support berjalannya Selantang Mandiri 2025 di Kota Pasuruan.
MANDIRI: Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo, S.Sos.I., M.I.Kom. men-support berjalannya Selantang Mandiri 2025 di Kota Pasuruan.

Sekolah lansia ini kini dijalankan dengan sepenuh hati oleh PKK, Indonesia Ramah Lansia (IRL), jejaring relawan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kampus, hingga komunitas. Tanpa honor, tanpa transport, dan tanpa pamrih, para pemateri -termasuk dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga kampus Uniwara dan Unmer- datang hanya berbekal semangat berbagi ilmu dan cinta para sepuh.

“Ini bukan sekadar sekolah, tapi ruang bagi para lansia untuk kembali aktif, didengar, dan dilibatkan,” katanya.

Sejak 2022, Selantang hadir sebagai wadah pembelajaran dan penguatan mental dan fisik bagi warga lansia. Tak seperti kuliah formal, kelas-kelas di Selantang membahas hal-hal praktis dan menyenangkan. Ada senam lansia, budi daya tanaman, penguatan spiritual, hingga literasi digital. Bahkan, kini sudah terbagi menjadi jenjang S-1, S-2, dan S-3. Dengan sistem mentoring dari lansia yang sudah lebih dulu belajar.

KEBANGGAAN: Sejumlah warga lansia di Kota Pasuruan mengikuti wisuda Selantang.
KEBANGGAAN: Sejumlah warga lansia di Kota Pasuruan mengikuti wisuda Selantang.

“Kalau S-2 dan S-3 itu, bisa membantu ngajari kelas S-1 menjadi asisten dosen. Tapi, bukan semua mata pelajaran, yang ringan-ringan saja. Yang penting sabar dan bisa komunikasi,” jelasnya.

Di balik keterbatasan, kreativitas justru tumbuh. Para lansia yang senang bernyanyi atau menari dikumpulkan dalam grup Medley dan Lansia Dance. Mereka sudah tampil di berbagai kegiatan. Akhir Juni ini diundang langsung oleh Menteri BKKBN untuk tampil di Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Tangerang.

Tak kalah penting, dua momen besar -pembukaan kelas dan wisuda- tetap digelar secara meriah. Dengan seragam khusus, mereka mengikuti wisudah, bahkan bisa berswafoto dengan kepala daerah, dan merayakan pencapaian yang dulu tak pernah mereka bayangkan.

“Kebahagiaan itu tak ternilai. Makanya kami berjuang terus, cari CSR (Corporate Social Responsibility), cari dukungan, demi dua momen ini bisa tetap ada,” ujarnya.

Selantang di Kota Pasuruan, bahkan sudah menjadi percontohan nasional. Kendati tak lagi ada anggaran khusus secara langsung dari pemerintah daerah, namun Pemkot Pasuruan tetap mendukung secara moral dan administratif. Bahkan, Menteri BKKBN mengapresiasi program ini sebagai percontohan nasional karena mampu bertahan dan berkembang secara mandiri.

BERBAGI ILMU: Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo, S.Sos.I., M.I.Kom. juga menjadi salah satu dosen di Sekolan Lansia Tangguh Kota Pasuruan.
BERBAGI ILMU: Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo, S.Sos.I., M.I.Kom. juga menjadi salah satu dosen di Sekolan Lansia Tangguh Kota Pasuruan.

Namun, tantangan tak kecil. Belum semua kelurahan punya kelas, jumlah narasumber terbatas, dan koordinasi lintas dinas belum optimal. “Selantang ini seharusnya menjadi program sinergi. Ada DP3AKB, Dinsos, Dinkes. Duduk bersama, bentuk program bersama,” harapnya.

Meski begitu, PKK tetap jadi garda terdepan. Bagi mereka, program ini bukan tentang dana, tapi tentang martabat. “Banyak lansia dulu mengeluh kesepian, tak punya teman. Setelah ikut Selantang, mereka punya semangat hidup baru. Mereka lebih bahagia. Itu yang jadi penyemangat kami,” katanya.

SUPPORT PENUH: Pemkot Pasuruan, PKK, dan CSR mendukung penuh dengan menghadirkan Selantang Mandiri di Kota Pasuruan.
SUPPORT PENUH: Pemkot Pasuruan, PKK, dan CSR mendukung penuh dengan menghadirkan Selantang Mandiri di Kota Pasuruan.

Dari mereka yang menolak diam di rumah, Selantang membuktikan bahwa masa tua bisa tetap penuh warna. Bukan soal siapa membiayai, tapi siapa yang mau peduli. (eka/rud/*)

Editor : Muhammad Fahmi
#tp pkk kota pasuruan #mandiri #Selantang #lansia